Google tampaknya tidak lagi ingin Fitbit dikenal hanya sebagai pelacak langkah atau penunjuk waktu di pergelangan tangan. Arah barunya terlihat lewat Fitbit Air, gelang tanpa layar yang justru dibuat agar bekerja diam-diam di latar belakang dan menyerahkan analisis kesehatannya pada AI Gemini.
Pendekatan ini membuat Fitbit Air terasa berbeda dari wearable kebanyakan. Alih-alih menonjolkan tampilan jam, tombol, atau notifikasi, perangkat ini fokus mengumpulkan data kesehatan secara pasif lalu mengolahnya menjadi saran yang lebih personal lewat aplikasi pendamping.
Gelang ringan yang sengaja dibuat sederhana
Google menyebut Fitbit Air sebagai wrist strap ringan yang hanya berfokus pada pemantauan kesehatan. Bobotnya 12 gram termasuk tali, sehingga perangkat ini ditujukan untuk dipakai terus-menerus di pergelangan tangan.
Karena tidak memiliki layar, Fitbit Air juga tidak menampilkan jam maupun notifikasi. Google merancang perangkat ini agar pengguna tidak perlu terus membuka atau memeriksa perangkat, sebab seluruh proses utama terjadi lewat pengumpulan data pasif.
Fitur pemantauan yang tetap lengkap
Meski tampil minimalis, kemampuan yang dibawa Fitbit Air tetap cukup luas. Perangkat ini bisa memantau detak jantung secara kontinu, melacak tahapan tidur, dan menghasilkan Sleep Score.
Google juga menyematkan peringatan irama jantung tidak teratur yang dikaitkan dengan tanda-tanda AFib. Selain itu, pengguna dapat melihat heart rate variability atau HRV untuk membantu memahami pemulihan tubuh dan tingkat stres.
Untuk aktivitas fisik, Fitbit Air mendukung pelacakan latihan otomatis. Perangkat ini mampu mengenali lebih dari 140 jenis aktivitas tanpa pengguna perlu memulai sesi olahraga secara manual.
Daftar aktivitas itu mencakup jalan kaki, lari, bersepeda, rowing, hingga latihan di gym. Google juga menambahkan metrik seperti weekly cardio load, readiness scores, langkah, dan pelacakan jarak.
Pengalaman kesehatan dipusatkan pada AI Gemini
Nilai utama Fitbit Air bukan hanya pada sensornya, tetapi pada cara Google memanfaatkan datanya. AI Gemini menjadi mesin analisis yang mengubah data mentah menjadi panduan kesehatan yang lebih relevan untuk tiap pengguna.
Melalui aplikasi pendamping, AI dapat menyusun rencana latihan yang disesuaikan. Sistem yang sama juga memberi saran pemulihan dan insight tidur berdasarkan data yang dikumpulkan perangkat.
Dengan model seperti ini, Google tampak menggeser fokus dari sekadar menjual perangkat keras ke layanan kesehatan yang lebih terpadu. Data, kebiasaan pengguna, dan rekomendasi harian diposisikan dalam satu alur yang digerakkan AI.
Harga, ketersediaan, dan dukungan perangkat
Fitbit Air dibanderol $100 dan sudah tersedia untuk preorder. Google juga menyiapkan edisi khusus Stephen Curry dengan harga $130, sementara penjualan reguler dijadwalkan dimulai pada 26 Mei.
Perangkat ini mendukung Android dan iPhone, sehingga Google tidak mengikat Fitbit Air pada satu ekosistem saja. Langkah itu membuka peluang pemakaian yang lebih luas di luar pengguna ponsel tertentu.
Aplikasi Fitbit ikut berganti wajah
Peluncuran Fitbit Air berjalan beriringan dengan perubahan besar pada aplikasi pendampingnya. Google memperkenalkan aplikasi Google Health baru yang akan menggantikan Fitbit app lewat pembaruan otomatis mulai 19 Mei.
Pengguna Fitbit yang sudah ada tidak perlu melakukan langkah khusus karena data historis mereka akan tetap terbawa ke platform baru tersebut. Google Fit juga diperkirakan akan dipindahkan ke platform yang sama pada akhir tahun ini.
Google Health menggabungkan informasi kesehatan dari wearable, Apple Health, Health Connect, dan rekam medis yang diunggah pengguna. Aplikasi ini dibagi ke dalam empat bagian utama, yakni Today, Fitness, Sleep, dan Health.
Di saat yang sama, AI Health Coach berbasis Gemini mulai diluncurkan lebih luas untuk pelanggan Google Health Premium. Layanan ini dapat mengubah data pengguna menjadi program olahraga khusus, saran pemulihan, serta insight tidur yang lebih personal.
AI Health Coach juga mampu menganalisis PDF, foto, dan rekam medis yang diunggah pengguna. Kemampuan itu dipakai untuk menghasilkan saran yang lebih spesifik berdasarkan kondisi dan data yang tersedia.
Google mengklaim Fitbit Air memakai model machine learning baru yang 15 persen lebih akurat dibanding versi sebelumnya. Perusahaan juga menyebut perangkat ini dinilai lebih nyaman daripada para pesaing utama dalam studi persepsi konsumen independen.
Google belum mengonfirmasi apakah Fitbit Air akan meluncur di India. Namun, karena produk Fitbit sudah dipasarkan di negara tersebut, peluang peluncuran di masa mendatang masih terbuka.
Source: www.indiatoday.in




