Perubahan besar yang selama ini paling sulit diterima Ferrari akhirnya datang juga melalui Luce. Model ini menjadi battery electric vehicle pertama dari pabrikan asal Maranello, Italia, sekaligus menandai pergeseran penting di dunia supercar premium.
Kehadiran Luce menunjukkan bahwa Ferrari kini tidak hanya berbicara soal mesin bakar yang selama puluhan tahun membentuk identitasnya. Di tengah tekanan regulasi emisi yang semakin ketat dan pasar yang makin terbuka terhadap kendaraan listrik berperforma tinggi, Ferrari memilih masuk ke fase baru dengan model produksi nyata.
Langkah bertahap sebelum benar-benar listrik
Ferrari sebenarnya tidak langsung meloncat ke mobil listrik penuh. Sebelum Luce, merek ini lebih dulu mengandalkan teknologi hybrid sebagai jembatan agar performa tetap terasa kuat sambil menekan emisi secara perlahan.
SF90 Stradale dan Ferrari 296 GTB menjadi contoh dari pendekatan tersebut. Keduanya memperlihatkan bagaimana Ferrari menjaga DNA performa sambil tetap bergerak mengikuti arah industri yang berubah.
Nama yang membawa pesan baru
Pemilihan nama Luce juga tidak terasa sembarangan. Dalam bahasa Italia, “Luce” berarti cahaya, dan nama itu dipakai untuk memberi isyarat tentang era yang lebih kontemporer dan berteknologi tinggi.
Makna tersebut membuat elektrifikasi tidak diposisikan sebagai akhir dari karakter Ferrari. Sebaliknya, perubahan teknologi justru dibawa sebagai pembuka babak baru bagi mobil performa tinggi.
Desain yang membuat publik terbelah
Begitu diperlihatkan ke publik, Luce langsung memancing reaksi besar. Sebagian penggemar menilai keberanian Ferrari patut diapresiasi, tetapi sebagian lain merasa tampilannya terlalu jauh dari tradisi desain Ferrari klasik.
Bodi Luce tampil lebih kontemporer dengan garis yang bersih dan pendekatan aerodinamika aktif yang dominan. Mobil ini juga memakai konfigurasi empat pintu dan bisa menampung lima penumpang, sehingga lebih praktis dibanding supercar Ferrari tradisional yang umumnya fokus pada dua kursi.
Kabinnya dibuat berbeda dari Ferrari pada umumnya
Perhatian juga mengarah ke bagian interior yang melibatkan Jony Ive melalui studio desain LoveFrom. Sosok yang dikenal berperan dalam lahirnya produk ikonik seperti iPhone dan iMac itu membuat kabin Luce terasa sangat berbeda dari bayangan banyak orang tentang Ferrari.
Interiornya tampil minimalis dengan layar digital kontemporer, material premium, dan tata letak yang menekankan kesederhanaan. Meski begitu, Ferrari tetap mempertahankan beberapa tombol fisik agar pengemudi masih merasakan sensasi mekanis yang menjadi ciri khas mobil sport.
Posisi Ferrari di tengah persaingan baru
Luce juga hadir di saat kompetisi mobil listrik berperforma tinggi sudah lebih dulu berkembang. Porsche lewat Taycan, Lotus dengan Emeya, dan Tesla telah mengubah persepsi publik tentang apa yang bisa dilakukan mobil listrik di kelas performa tinggi.
Dalam konteks itu, Luce menjadi jawaban Ferrari agar tidak tertinggal di jalur yang sama. Mobil ini tidak hanya menambah lini produk, tetapi juga menjadi penanda bahwa merek paling ikonik pun harus beradaptasi dengan arah masa depan industri otomotif.
Di tengah pro dan kontra soal bentuk dan pendekatan barunya, Ferrari Luce tetap memegang satu makna utama. Model ini memperlihatkan bahwa era mobil listrik kini benar-benar sudah masuk ke wilayah supercar premium.