Fasilitas Huntara Tegal Sudah Lengkap, Pemprov Jateng Dorong Kepastian Hunian Tetap Bagi Korban Tanah Gerak

Penanganan warga terdampak tanah gerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, kini tidak lagi berhenti pada hunian sementara. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat mulai mengarahkan fokus ke hunian tetap agar warga memiliki tempat tinggal yang lebih pasti.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung ke lokasi untuk melihat perkembangan penanganan pascabencana. Kehadirannya bertepatan dengan Iduladha 1447 H, ketika ia juga menyerahkan sapi kurban seberat 906 kg dan meninjau kondisi warga.

Hunian sementara jadi pijakan awal

Warga terdampak kini menempati hunian sementara di Desa Capar. Lokasi itu dibangun di atas tanah bengkok Desa Capar seluas 47 ribu meter persegi untuk menampung mereka yang rumahnya rusak akibat tanah gerak.

Bencana yang terjadi pada Februari 2026 itu merusak 900 unit rumah warga. Kondisi tersebut membuat penanganan darurat dipercepat agar warga bisa segera memiliki tempat berlindung yang layak.

Pada tahap pertama, pembangunan hunian sementara telah mencapai 456 unit. Pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat kemudian mempercepat rehabilitasi serta rekonstruksi dengan bentuk rumah modular.

Fasilitas terus dilengkapi

Hunian sementara di kawasan itu tidak berdiri sendiri tanpa dukungan fasilitas. Di lokasi tersebut sudah tersedia listrik, air bersih, masjid, lapangan olahraga, balai warga, pos kesehatan, taman bermain anak, tempat pembuangan sampah, toilet umum, toilet tiap modul, serta dapur tiap modul.

Ahmad Luthfi meninjau bangunan dan fasilitas yang ada untuk memastikan warga tidak menghadapi persoalan serius selama tinggal di sana. Ia juga menyebut kekurangan fasilitas masih akan ditambah karena Bupati Tegal telah menyiapkan lahan untuk tahap berikutnya.

Selain memeriksa kondisi hunian, Luthfi membagikan alat tulis dan mainan kepada anak-anak. Ia juga menyempatkan diri berbincang dengan warga dan melayani permintaan foto bersama.

Arah berikutnya ke hunian tetap

Setelah kebutuhan dasar di hunian sementara relatif terpenuhi, perhatian kini bergeser ke hunian tetap. Lahan untuk tahap itu masih dalam proses penyiapan oleh Pemerintah Kabupaten Tegal.

Luthfi menegaskan bahwa hunian tetap akan menjadi rumah sekaligus tanah milik warga setelah masa hunian sementara selesai. Karena itu, tahap berikutnya dipandang penting untuk memberi kepastian tinggal yang permanen bagi para korban tanah gerak.

Warga menyambut bantuan yang datang

Bagi warga, kunjungan tersebut menjadi perhatian tersendiri. Wasitoh, salah satu penghuni, mengaku sempat terkejut ketika Ahmad Luthfi tiba di depan pintu rumah blok H5.1 yang ia tempati.

Ia kemudian berbincang singkat mengenai kondisi tempat tinggal sementara yang juga dipakai untuk berjualan. Wasitoh mengaku bersyukur karena sudah mendapat hunian dengan fasilitas yang lengkap dan berharap hunian tetap segera terwujud agar ia dan suaminya bisa menempati rumah yang lebih baik.

Penanganan di Tegal memperlihatkan kerja bersama antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemerintah pusat. Di tengah proses pemulihan, perhatian utama kini tertuju pada penyediaan hunian tetap agar warga korban tanah gerak memiliki tempat tinggal yang lebih pasti.

Source: banyumas.tribunnews.com
Exit mobile version