Fairphone Gen 6 Menyisakan Baterai Lepas-Pasang Dan MicroSD, Nilai Langka Di Pasar Ponsel Modern

Di tengah pasar ponsel yang makin seragam, justru fitur yang dulu dianggap biasa mulai terasa langka. Baterai yang bisa dilepas dan slot microSD kini lebih sering muncul di perangkat niche yang memang mengejar nilai praktis, bukan sekadar desain tertutup.

Salah satu contoh yang paling jelas adalah Fairphone (Gen 6). Ponsel buatan perusahaan Belanda ini menyasar pasar Eropa dan sulit ditemukan di Amerika Serikat, meski tetap tersedia lewat Murena untuk pembeli di sana.

Desain yang memang disiapkan untuk dibuka

Daya tarik Fairphone (Gen 6) tidak hanya datang dari sisi perangkat lunak. Perangkat ini dirancang agar pengguna bisa membukanya dan mengganti beberapa komponen tanpa harus bergantung penuh pada servis resmi.

Fairphone menyebut hampir selusin komponen pada ponsel ini bisa diganti sendiri. Dengan obeng bawaan, pengguna dapat menukar modul kamera, mengganti layar, dan memperbaiki port USB tanpa lem atau solder.

Pendekatan seperti ini membuat perangkat lebih ramah untuk perawatan jangka panjang. Di pasar yang dipenuhi ponsel dengan bodi tertutup rapat, model seperti ini menonjol karena memberi ruang lebih besar bagi perbaikan.

Baterai removable masih ada, meski tidak sesederhana dulu

Keberadaan baterai yang bisa dilepas juga masih dipertahankan pada Fairphone (Gen 6). Hanya saja, cara mengaksesnya tidak sepraktis seri Fairphone sebelumnya.

Pada generasi terdahulu, bagian belakang plastik bisa dilepas dengan kuku, lalu baterai langsung diganti tanpa alat. Di generasi baru, prosesnya memang tidak sesederhana itu lagi, tetapi pendekatannya tetap jauh lebih ramah dibanding kebanyakan smartphone modern.

Bagi pengguna, perbedaan ini tetap penting. Jika baterai mulai aus atau bahkan membengkak setelah beberapa tahun, perangkat tidak otomatis kehilangan fungsinya selama komponen di dalamnya masih bisa dibuka dan diganti.

microSD belum benar-benar pergi

Slot microSD juga masih mendapat tempat di perangkat seperti ini. Fairphone (Gen 6) tetap mendukung kartu memori eksternal, sehingga pengguna tidak harus menentukan kapasitas besar sejak awal pembelian.

Kartu microSD modern kini sudah mencapai kapasitas hingga dua terabyte. Ruang sebesar itu memberi keleluasaan untuk menyimpan file, aplikasi, dan koleksi media tanpa harus langsung memilih varian ponsel yang lebih mahal.

Fitur ini memang masih cukup umum di ponsel kelas menengah dan kelas bawah. Namun di kelas flagship, slot microSD makin jarang terlihat, sehingga banyak pengguna menganggapnya sebagai fitur masa lalu.

Mengapa fitur lama justru bertahan di segmen niche

Keberadaan baterai removable dan microSD menunjukkan bahwa fitur lama tidak selalu hilang karena dianggap ketinggalan zaman. Keduanya justru bergeser ke perangkat yang lebih spesifik, terutama ponsel yang dibangun untuk daya tahan, perbaikan mudah, dan daya tarik bagi pengguna yang mencari alternatif.

Segmen niche seperti ini tidak bisa hanya mengandalkan nama besar. Karena itu, fitur yang manfaatnya langsung terasa menjadi nilai jual yang penting.

Bagi sebagian pengguna, microSD bukan sekadar tambahan kapasitas. Kartu ini bisa dipakai untuk menyimpan koleksi media besar, termasuk hasil digitasi DVD, tanpa bergantung pada layanan penyimpanan atau pengaturan akses jarak jauh yang lebih rumit.

Di sisi lain, dukungan software pada Fairphone (Gen 6) juga dibuat panjang. Perangkat ini mendukung /e/OS, dan juga bisa menjalankan LineageOS serta postmarketOS.

Kombinasi antara hardware yang mudah dirawat dan dukungan software yang panjang membuat usia pakainya berpotensi melampaui klaim delapan tahun yang tercantum di situsnya. Bagi pengguna yang memprioritaskan ketahanan perangkat, kombinasi itu memberi alasan tambahan untuk melirik ponsel yang tidak mengikuti arus utama.

Baca Juga

Back to top button