Fabregas Tak Lagi Menderita, Kini Membawa Warisan Conte Untuk Menguji Napoli

Jelang laga Como melawan Napoli di Stadion Giuseppe Sinigaglia, perhatian tidak hanya tertuju pada duel dua tim yang sama-sama punya kepentingan besar. Sorotan juga mengarah ke Cesc Fabregas, yang kembali membuka kisah tentang kerasnya metode latihan Antonio Conte dan bagaimana pengalaman itu kini ikut membentuk cara dirinya menangani Como.

Cerita Fabregas ini memberi konteks tambahan pada pertemuan tersebut. Di sisi lain, ia juga menunjukkan bahwa hubungan profesional Fabregas dan Conte bukan sekadar pernah bertemu di masa lalu, tetapi meninggalkan pengaruh yang masih terasa hingga sekarang.

Jejak latihan Conte yang masih membekas

Fabregas pernah merasakan langsung tuntutan tinggi saat bermain di bawah arahan Conte ketika masih membela Chelsea. Ia menggambarkan pelatih asal Italia itu sebagai sosok yang sangat menuntut, terutama dalam urusan fisik dan intensitas latihan.

Kepada Football-Italia, Fabregas menyebut tidak banyak pelatih yang pernah memberinya beban seberat itu sepanjang kariernya. Ia bahkan mengakui bahwa latihan bersama Conte membuatnya “sangat menderita dalam hal fisik”.

Menurut Fabregas, pelajaran dari Conte tidak hanya soal kerja keras, tetapi juga soal standar yang terus dijaga dalam setiap sesi latihan. Kecepatan penuh dan tempo tinggi menjadi ciri yang ia ingat paling kuat dari masa tersebut.

Pengaruhnya terasa saat memimpin Como

Pengalaman itu kemudian ikut terbawa ke peran Fabregas bersama Como. Ia tidak menyalin pendekatan Conte secara utuh, tetapi tetap mengadopsi prinsip utama berupa kerja keras, intensitas, dan disiplin dalam membangun tim.

Fabregas menjelaskan bahwa dirinya ingin para pemain bekerja keras saat latihan maupun pertandingan. Ia juga berusaha menyeimbangkan pekerjaan dengan bola dan tanpa bola agar tim punya fondasi teknis sekaligus fisik yang sama kuat.

“Akuy juga menginginkannya dari timku, mungkin dengan cara yang sedikit berbeda, beberapa dengan bola atau tanpa bola,” ujar Fabregas. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa pengalaman lama menjadi salah satu acuan penting dalam membentuk karakter permainan Como.

Proses adaptasi yang tidak singkat

Fabregas juga menilai metode Conte tidak mudah dijalani pada awalnya. Butuh waktu beberapa bulan sampai tubuhnya mulai terbiasa dengan latihan yang begitu keras dan menuntut.

Setelah melewati fase adaptasi itu, ia merasa kondisi fisiknya justru berkembang pesat. Fabregas mengatakan bahwa setelah sekitar empat atau lima bulan, tubuhnya menjadi jauh lebih kuat dan performanya meningkat.

“Memang benar bahwa setelah empat atau lima bulan beradaptasi dengan metode dia, pada Desember aku sangat cepat. Aku secara fisik merasa luar biasa,” kata Fabregas. Ia menambahkan bahwa setelah memahami cara kerja Conte, keyakinannya terhadap pendekatan sang pelatih juga semakin besar.

Laga yang membawa cerita lama ke panggung baru

Karena itu, duel Como kontra Napoli tidak hanya berbicara soal strategi dan hasil pertandingan. Pertemuan ini juga membawa kembali cerita tentang warisan metode Conte yang pernah ditemui Fabregas dan kini dipakai sebagai bahan membangun identitas Como.

Fabregas dan Conte sendiri sudah beberapa kali saling berhadapan sejak 2024. Dari empat duel terakhir, Fabregas unggul dengan dua kemenangan, sementara Conte mencatat satu kemenangan dan satu hasil imbang.

Dengan latar seperti itu, laga di Giuseppe Sinigaglia menjadi lebih menarik untuk diikuti. Pengalaman keras Fabregas bersama Conte kini bukan hanya kenangan, tetapi juga bagian dari cara ia menyiapkan Como menghadapi Napoli.

Baca Juga

Back to top button