Eze Kian Menonjol, Tuchel Semakin Jelas Menyingkirkan Foden Dan Palmer Dari Peran Nomor 10 Inggris

Thomas Tuchel tampak tidak memberi ruang bagi nama besar yang hanya mengandalkan reputasi. Dalam persaingan posisi nomor 10 timnas Inggris, standar utama tetap berada pada performa dan kesiapan, bukan popularitas pemain.

Itu sebabnya Eberechi Eze justru menonjol di tengah persaingan yang melibatkan Jude Bellingham, Morgan Rogers, Cole Palmer, dan Phil Foden. Gelandang Arsenal itu dinilai menawarkan sesuatu yang berbeda, terutama dalam cara mengolah bola dan memberi variasi serangan.

Tuchel menunjukkan sikap seleksi yang keras dan konsisten. Pemain yang menurun bisa segera digeser oleh opsi lain yang dianggap lebih siap.

Jude Bellingham tetap berada dalam rencana Tuchel. Sang pelatih bahkan sempat menyimpan keraguan sebelumnya, tetapi Bellingham disebut masih akan masuk skuad Inggris.

Morgan Rogers juga masih mendapat kepercayaan. Gelandang Aston Villa itu menambah catatan positif lewat gol ketiganya dalam kemenangan 3-0 atas Freiburg di Liga Europa.

Namun, performa bagus di klub tidak otomatis membuat posisi aman. Morgan Gibbs-White menjadi contoh paling jelas dari pendekatan Tuchel yang sangat selektif.

Gibbs-White tercatat sebagai pencetak gol Inggris bersama terbanyak di Premier League musim ini dengan 14 gol. Meski begitu, ia belum cukup meyakinkan untuk ikut terbang bersama tim.

Pemain Nottingham Forest itu sudah mengoleksi enam caps bersama Inggris. Tetapi ia belum tampil lagi sejak kemenangan uji coba 3-0 atas Wales pada Oktober.

Dua penampilan kompetitifnya di bawah Tuchel juga hanya terjadi saat Inggris menghadapi Andorra dalam kualifikasi Piala Dunia. Bahkan enam gol dalam enam laga klub terakhirnya tidak mengubah pandangan sang pelatih.

Situasi tersebut memperlihatkan bahwa Tuchel menilai peran nomor 10 dengan ukuran yang lebih spesifik. Gol dan statistik tetap dihitung, tetapi bukan satu-satunya penentu.

Di sisi lain, Eze justru mendapat dorongan besar dari konsistensi dan karakter permainannya. Statistiknya mungkin tidak paling mencolok, tetapi ia memberi kesan yang dibutuhkan Tuchel.

Musim Premier League bersama Arsenal menghasilkan tujuh gol dan dua assist bagi Eze. Angka itu tidak terlihat luar biasa, tetapi cukup untuk menjaga namanya tetap kuat dalam persaingan.

Kontribusinya di bawah Tuchel juga penting. Eze mencetak tiga gol dalam enam laga kualifikasi Piala Dunia, dan catatan itu menambah bobot posisinya di mata pelatih.

Kesempatan bagi Foden dan Palmer sebenarnya sempat terbuka lebar ketika Eze absen pada laga persahabatan bulan Maret karena cedera. Inggris justru gagal memanfaatkan momen itu dengan hasil yang kurang meyakinkan.

Timnas Inggris hanya bermain imbang 1-1 melawan Uruguay dan kalah 1-0 dari Jepang. Hasil tersebut ikut memperkuat kesan bahwa tim membutuhkan pemain yang bisa membawa perubahan berbeda di lini depan.

Foden dan Palmer sempat diproyeksikan sebagai starter pada satu tahap. Kini, keduanya harus menerima bahwa performa mereka belum cukup kuat untuk merebut kembali peran nomor 10.

Tuchel tampaknya lebih percaya pada profil pemain yang mampu menambah kecepatan dan unsur tak terduga saat serangan buntu. Dalam persaingan yang semakin ketat ini, Eze terlihat berada di posisi yang lebih menguntungkan dibandingkan dua nama besar tersebut.

Source: www.bbc.com
Exit mobile version