Pasar flagship di luar Amerika Serikat sedang bergerak jauh lebih agresif daripada yang terlihat di toko-toko AS. Di sejumlah wilayah, konsumen sudah bisa memilih ponsel dengan kamera yang lebih ekstrem, baterai lebih besar, dan desain lipat yang lebih berani, sementara model-model itu tetap absen dari penjualan resmi di AS.
Kondisi ini membuat pengguna di AS hanya melihat sebagian kecil dari persaingan flagship global. Beberapa perangkat bahkan sudah membawa kombinasi spesifikasi yang sangat tinggi, mulai dari Snapdragon 8 Elite Gen 5, layar beresolusi tinggi, hingga sistem kamera yang dibuat untuk mengejar hasil foto yang lebih natural.
Kamera masih jadi medan paling sengit
Di antara nama yang paling menonjol, Xiaomi 17 Ultra tampil sebagai salah satu yang paling mudah menarik perhatian. Ponsel ini membawa layar LTPO OLED 6,9 inci beresolusi 2608×1200 dengan refresh rate 120Hz, kecerahan puncak 3.500 nits, Snapdragon 8 Elite Gen 5, serta baterai 6.000mAh dengan pengisian 90W wired dan 50W wireless.
Daya tarik terbesarnya ada di bagian kamera. Xiaomi memasang kamera utama 50MP dengan sensor Leica 1 inci dan bukaan f/1.7, kamera ultrawide 50MP, serta periskop telefoto 200MP, lalu menambahkan mode Leica Essential untuk menekan highlight dan memberi ruang pada bayangan agar foto terlihat lebih natural.
Oppo Find X9 Ultra membawa pendekatan yang tak kalah ambisius. Perangkat ini memakai layar LTPO AMOLED 6,82 inci beresolusi 3168×1440 dengan refresh rate 144Hz, Snapdragon 8 Elite Gen 5, baterai 7.050mAh, pengisian 100W SuperVOOC, 50W AirVOOC, serta proteksi IP66, IP68, dan IP69.
Susunan kameranya juga sangat ekstrem. Oppo menempatkan kamera utama 200MP dengan tuning Hasselblad, periskop telefoto 200MP, telefoto sekunder 50MP, dan ultrawide 50MP, dengan pendekatan warna yang diklaim lebih natural dan tidak terlalu diproses.
Pilihan lain yang menonjol lewat karakter gambar
Vivo X300 Ultra datang dengan karakter yang berbeda meski tetap bermain di kelas yang sama. Ponsel ini menggunakan layar LTPO AMOLED 6,82 inci 1440p 144Hz dengan Dolby Vision dan Zeiss Master Color, Snapdragon 8 Elite Gen 5, baterai 6.600mAh, serta pengisian 100W wired dan 40W wireless.
Vivo menaruh sensor utama Sony LYTIA 901 200MP, periskop telefoto 200MP, dan ultrawide 50MP. Fitur Raw Lighting juga dirancang untuk mengurangi pemrosesan komputasional, menurunkan saturasi dan sharpening agar detail terlihat lebih alami.
Huawei Pura 90 Pro Max tetap masuk daftar meski membawa kompromi yang jelas. Perangkat ini tidak mendukung layanan Google dan pengalaman software-nya membutuhkan penyesuaian, tetapi sisi hardware-nya tetap sangat kompetitif.
Ponsel ini hadir dengan layar LTPO OLED 6,9 inci 1.5K 120Hz, Kunlun Glass, chipset Kirin 9030S, baterai 6.000mAh, pengisian 100W, kamera utama 50MP dengan aperture variabel f/1.4 sampai f/4.0, periskop telefoto 200MP, dan ultrawide 40MP. Huawei juga menambahkan teknologi Red Maple Image generasi kedua untuk menjaga warna tetap natural dalam pencahayaan kompleks, termasuk saat matahari terbenam atau cahaya api.
Format lipat yang makin jauh melampaui batas
Huawei Pura X Max membawa ide yang lebih tidak biasa lagi. Perangkat ini disebut sebagai foldable horizontal lebar pertama di industri, dengan layar dalam OLED 7,7 inci berasio mendekati 4:3 dan layar luar 5,4 inci 120Hz.
Format tersebut membuat pengalaman menonton video, membaca, multitasking, dan mengedit foto terasa lebih mirip tablet kecil. Di dalamnya terpasang Kirin 9030 Pro, kamera utama 50MP dengan aperture variabel, periskop telefoto 50MP, ultrawide 12,5MP, baterai 5.300mAh, pengisian 66W, bobot 229 gram, ketebalan 5,2 mm saat dibuka, serta rating IP58/IP59.
Honor Magic V6 menunjukkan bahwa pasar foldable juga berkembang cepat di luar AS. Perangkat yang debut di MWC 2026 ini membawa layar dalam LTPO 2.0 AMOLED 7,95 inci 2172×2352 120Hz, layar luar AMOLED 6,52 inci, dan Snapdragon 8 Elite Gen 5.
Honor menyiapkan baterai 6.660mAh untuk versi global atau 7.150mAh untuk versi China, dengan pengisian 80W wired dan 66W wireless. Desain Super Steel diklaim tahan 500.000 kali lipatan, sementara ketebalannya 8,75 mm saat dilipat dan 4 mm saat dibuka.
Di sisi daya tahan, Magic V6 disebut sebagai foldable pertama di dunia yang meraih rating IP68 dan IP69 sekaligus. Sistem kameranya juga tetap diperhatikan lewat sensor utama 50MP, periskop telefoto 64MP, dan ultrawide 50MP.
Masalahnya, tidak semua mudah dibawa ke AS
Bagi pengguna di Amerika Serikat, perangkat-perangkat ini tetap bisa diimpor, tetapi prosesnya tidak selalu sederhana. Kompatibilitas band 5G dan LTE perlu dicek dengan cermat, sementara model Huawei membawa tantangan tambahan pada aplikasi yang bergantung pada layanan Google dan urusan garansi yang umumnya harus ditanggung sendiri.
Source: www.gizmochina.com