Empat Penalti Diredam Motta, Lazio Tembus Final Coppa Italia Lewat Drama Atalanta

Lazio melangkah ke final Coppa Italia setelah melewati Atalanta dalam laga semifinal yang berakhir sangat ketat di Bergamo. Pertandingan yang terkunci 1-1 sampai babak tambahan itu akhirnya ditentukan lewat adu penalti dengan skor 2-1, dan Edoardo Motta muncul sebagai figur paling krusial di balik kelolosan tim tamu.

Kiper Lazio tersebut menjadi penentu utama saat tekanan berada di puncaknya. Ia menggagalkan empat eksekusi Atalanta, termasuk sepakan Gianluca Scamacca, Davide Zappacosta, Mario Pasalic, dan Charles De Ketelaere, sehingga peluang tuan rumah untuk membalik keadaan terus tertahan.

Pertarungan yang jarang memberi ruang

Sejak menit awal, laga berlangsung dalam tempo tinggi dan dipenuhi duel fisik. Lazio dan Atalanta sama-sama bermain agresif, membuat setiap upaya membangun serangan bersih nyaris selalu terputus di tengah jalan.

Situasi itu membuat pertandingan lebih banyak berjalan dalam ketegangan dibanding aliran bola yang rapi. Kedua tim sama-sama menahan risiko, tetapi intensitas tinggi tetap menjaga duel ini hidup sampai menit-menit akhir.

Gol yang saling menjaga keseimbangan

Ketika babak kedua memasuki fase penentuan, kebuntuan akhirnya pecah. Alessio Romagnoli dan Mario Pasalic sama-sama mencetak gol, dan hasilnya membuat skor tetap imbang hingga waktu normal habis.

Atalanta sebenarnya punya kesempatan besar untuk mengakhiri pertandingan sebelum adu penalti. Namun, sundulan Scamacca pada masa injury time masih bisa ditepis Motta, lalu bola menghantam tiang gawang dan membuat Lazio tetap bertahan.

VAR ikut mengubah alur pertandingan

Drama semakin terasa ketika VAR beberapa kali berperan besar. Atalanta sempat merayakan gol Ederson pada menit ke-60, tetapi hakim video membatalkannya karena ada pelanggaran terhadap penjaga gawang Lazio.

Keputusan serupa kembali terjadi pada babak tambahan pertama. Giacomo Raspadori sempat membuat kubu Atalanta bersorak setelah menanduk bola ke gawang, tetapi gol itu dianulir karena ia berada dalam posisi offside.

Dua momen tersebut membuat Atalanta gagal memaksimalkan momentum yang sempat mereka bangun. Lazio kemudian tetap menjaga kedisiplinan dan menunggu sampai adu penalti menjadi penentu.

Motta menjadi tembok terakhir

Performa Edoardo Motta layak mendapat sorotan khusus karena ia tampil tenang di bawah tekanan besar. Penjaga gawang yang baru bergabung pada Januari itu menunjukkan pembacaan arah bola yang tepat dan menjaga fokus sepanjang rangkaian penalti.

Keberhasilannya menghentikan empat tendangan lawan memberi fondasi utama bagi kemenangan Lazio. Di sisi lain, para penendang Lazio juga tampil lebih stabil, dengan Gustav Isaksen dan Kenneth Taylor ikut memastikan tim tamu unggul dalam drama 12 pas.

Langkah ke final dan lawan berikutnya

Hasil di Bergamo mengantar Lazio ke partai puncak Coppa Italia dan mempertemukannya dengan Inter Milan. Inter sendiri lebih dulu memastikan tiket final setelah menang 3-2 atas Como, sehingga laga puncak nanti mempertemukan dua tim yang sama-sama lolos lewat jalan penuh tekanan.

Bagi Lazio, kemenangan ini memberi dorongan besar bukan hanya karena tiket final, tetapi juga karena cara mereka mencapainya. Disiplin, ketenangan, serta ketangguhan Motta di bawah mistar menjadi bekal penting saat mereka bersiap menghadapi tantangan yang lebih berat untuk perebutan gelar.

Baca Juga

Back to top button