Tampilan empat garis cahaya di langit Atacama memang mudah mengundang imajinasi liar. Dari kejauhan, adegan itu menyerupai pembuka film fiksi ilmiah, tetapi sebenarnya yang terjadi adalah pekerjaan observasi astronomi dengan presisi tinggi.
Cahaya kuning yang menanjak ke langit itu berasal dari Very Large Telescope Interferometer milik ESO di Cerro Paranal, Chili. Dalam pengamatan tersebut, empat laser diarahkan ke Nebula Tarantula untuk membantu teleskop membaca kondisi atmosfer dan memperbaiki hasil pengamatan.
Laser itu tidak dipakai untuk menyinari objek luar angkasa secara langsung. Fungsinya lebih mirip titik acuan buatan yang berubah ketika melewati atmosfer, lalu dibaca oleh sistem komputer untuk menghitung koreksi yang dibutuhkan.
Cara kerja laser guide star
Teknik laser guide star membantu astronom mengukur dan mengoreksi gangguan atmosfer Bumi. Saat cahaya buatan itu bergerak melalui udara, teleskop dapat melihat bagaimana titik tersebut terdistorsi, kemudian algoritma komputer mengurangi efek blur yang muncul.
Hasil akhirnya adalah citra yang lebih tajam saat langit malam diamati. Cara ini juga berguna untuk mengimbangi turbulensi udara yang biasanya mengaburkan detail objek langit yang sangat jauh.
Mengapa Nebula Tarantula dipilih
Dalam pengamatan ini, sasaran utamanya adalah Nebula Tarantula. Objek tersebut berada sekitar 160.000 tahun cahaya dari Bumi dan terletak di Awan Magellan Besar, galaksi satelit Bima Sakti.
Jarak yang sangat jauh membuat koreksi atmosfer menjadi sangat penting. Tanpa penyesuaian yang tepat, detail halus pada objek seperti ini bisa hilang sebelum sempat terekam instrumen.
Teleskop virtual yang bekerja bersama
VLTI sendiri terdiri dari empat teleskop terpisah yang bekerja sebagai satu teleskop virtual besar. Susunan ini memungkinkan pengamatan yang lebih presisi dibandingkan jika tiap teleskop bekerja sendiri-sendiri.
Sistem Four Laser Guide Star Facility yang dipakai dalam pengamatan ini baru digunakan oleh VLTI sejak 2016. Teknologi laser guide star dan adaptive optics juga masih tergolong muda, sehingga baru segelintir observatorium di dunia yang memanfaatkannya.
Dramatis di foto, ilmiah dalam praktik
Secara visual, empat laser yang menembus langit di atas Gurun Atacama memang memberi kesan seperti adegan Star Wars. ESO bahkan menggambarkan pemandangan itu sekilas seperti awal perang antargalaksi, meski seluruh prosesnya tetap murni prosedur ilmiah.
Justru di situlah daya tarik foto ini. Gambar tersebut memperlihatkan bagaimana teleskop, laser, dan komputer digabungkan untuk membuka pandangan yang lebih tajam ke wilayah alam semesta yang sangat jauh dari Bumi.





