Ekspansi Chery di Indonesia mulai menunjukkan kebutuhan basis produksi yang makin kuat. Di tengah bertambahnya model dan sub-brand yang masuk, fokus utama justru bergeser ke kesiapan perakitan agar suplai tetap aman saat permintaan naik.
Karena itu, isu soal pabrik Handal Indonesia Motor di Pondok Ungu ikut menjadi sorotan. Namun hingga memasuki bulan keempat 2026, belum ada kepastian apakah fasilitas itu akan diambil alih oleh Chery atau tidak.
Wakil Presiden Komisaris HIM Jongkie D. Sugiarto menegaskan bahwa sampai sekarang belum ada pembicaraan akuisisi pabrik. Ia juga menyebut pertemuan terakhir di Tiongkok tidak membahas rencana pembelian fasilitas produksi di Bekasi.
Di sisi lain, arah pembahasan disebut lebih menekankan kesiapan produksi. Kondisi ini selaras dengan naiknya volume perakitan mobil Chery di dalam negeri, sehingga mitra perakitan perlu siap mengantisipasi lonjakan kebutuhan pasar.
Peran HIM masih sangat penting karena perusahaan itu bertindak sebagai assembler untuk merakit kendaraan sesuai kebutuhan prinsipal. Selama belum ada keputusan baru, operasional Chery di Indonesia tetap bertumpu pada kesiapan mitra manufaktur tersebut.
Pondok Ungu tetap jadi titik strategis
Fasilitas HIM di Pondok Ungu, Bekasi, masih menjadi basis perakitan berbagai model Chery di Indonesia. Seluruh kendaraan roda empat yang dirakit di sana masuk melalui skema completely knocked down atau CKD.
Tidak hanya Chery, beberapa merek lain dari grup jenama asal Cina itu juga memakai fasilitas yang sama. Jaecoo sudah ikut dirakit di sana, sementara Lepas dan iCAR disebut akan menyusul dengan jalur produksi serupa.
Kondisi ini membuat pabrik Pondok Ungu tetap strategis meski status akuisisinya belum jelas. Selama belum ada perubahan, fasilitas tersebut masih memegang peran besar dalam mendukung aktivitas produksi Chery di pasar Indonesia.
Isu akuisisi belum lepas dari rencana ekspansi
Spekulasi soal pembelian pabrik Handal sebelumnya muncul bersamaan dengan rencana Chery membangun pabrik mandiri di Tanah Air. Saat itu, perusahaan juga disebut sedang berdiskusi dengan banyak pihak untuk mematangkan arah ekspansi di Indonesia.
President Director Chery Group Indonesia Zeng Shuo pernah menyampaikan bahwa pembicaraan soal akuisisi belum bisa dipastikan. Ia menyebut dua opsi masih terbuka, sementara faktor ekonomi, kebijakan, dan sejumlah hal lain masih dipelajari.
Di tengah kabar yang beredar, sempat muncul informasi bahwa Chery melakukan negosiasi dengan Handal untuk membeli pabrik di Pondok Ungu. Meski begitu, belum ada pernyataan yang memastikan transaksi tersebut benar-benar berjalan.
Dorongan mencari basis produksi yang lebih kuat tidak lepas dari pertumbuhan Chery di pasar Indonesia. Semakin banyak model dan sub-brand yang dibawa ke Tanah Air membuat kebutuhan perakitan ikut meningkat, sehingga fasilitas produksi menjadi isu penting dalam strategi bisnis perusahaan.