Efisiensi Thermal 45 Persen, BlueCore Changan Tembus 33,5 Km/L Tanpa Mengorbankan Tenaga

Klaim konsumsi bahan bakar 33,5 km/l menjadi salah satu alasan BlueCore Hybrid dari Changan menarik perhatian. Angka itu muncul lewat teknologi yang dipasang pada Eado, sementara CS75 Plus juga ikut memperlihatkan bahwa efisiensi tinggi bisa berjalan bersama karakter mesin yang tetap bertenaga.

Daya tarik utamanya bukan sekadar irit di atas kertas, melainkan bagaimana sistem ini mencoba memainkan dua peran sekaligus. Changan membawa BlueCore Hybrid sebagai jawaban untuk konsumen yang ingin efisiensi tinggi tanpa harus menerima kompromi besar pada performa harian.

Tekanan tinggi jadi dasar pembakaran yang lebih efisien

Salah satu elemen penting pada BlueCore Hybrid adalah penggunaan Ultra High Pressure Fuel Injection System. Changan menyebut sistem itu bekerja dengan tekanan bahan bakar hingga 350 bar, yang membantu proses pembakaran berlangsung lebih optimal.

Pendekatan tersebut membuat mesin tidak hanya fokus pada penghematan. Di saat yang sama, karakter responsif tetap dijaga agar mobil tetap nyaman dipakai dalam berbagai kondisi berkendara.

Efisiensi thermal yang diklaim mencapai 45 persen juga ikut memperkuat perhatian pada teknologi ini. Angka tersebut tergolong sangat tinggi untuk sebuah mesin hybrid dan menjadi penanda bahwa Changan ingin menaikkan standar efisiensi, bukan sekadar mengikuti arus pasar.

Eado dan CS75 Plus jadi etalase utama

Pada model Eado, angka konsumsi bahan bakar yang disebut mencapai 33,5 km/l menjadi sorotan paling kuat. Sementara itu, CS75 Plus diklaim mampu mencatat 25,1 km/l dengan jarak tempuh maksimal hampir 1.500 km.

Bagi pengguna yang menghitung biaya operasional, klaim seperti ini punya bobot besar. Efisiensi semacam itu membuat BlueCore Hybrid tidak hanya terdengar menarik sebagai teknologi, tetapi juga relevan untuk kebutuhan mobilitas harian maupun perjalanan jauh.

CS75 Plus juga disebut memberi hasil yang meyakinkan saat diuji di Chongqing, kota asal Changan yang memiliki banyak medan menanjak dan menurun. Dalam kondisi tersebut, konsumsi bahan bakar yang tercatat masih tembus 18,1 km/l tanpa gaya berkendara eco driving.

Tenaga tetap besar meski diarahkan untuk hemat

Fokus pada efisiensi tidak membuat BlueCore Hybrid kehilangan daya tarik dari sisi tenaga. Mesin yang disebut berkapasitas 1.600 cc itu menghasilkan tenaga gabungan dari mesin bensin dan motor listrik hingga 241 hp.

Changan belum membeberkan secara rinci soal torsi maupun kapasitas baterai. Meski begitu, angka tenaga tersebut cukup menunjukkan bahwa sistem ini disusun bukan hanya untuk menekan konsumsi bahan bakar, tetapi juga untuk memberi dorongan performa yang kompetitif di kelasnya.

Keseimbangan inilah yang membuat BlueCore Hybrid menonjol. Dalam pasar hybrid, efisiensi dan performa kerap dianggap bertolak belakang, tetapi Changan berusaha mempertemukan keduanya dalam satu paket teknologi yang sama.

Rekam jejak yang ikut menguatkan posisi teknologi ini

Selain angka konsumsi dan tenaga, BlueCore Hybrid juga membawa pengakuan lain yang memperkuat posisinya. Teknologi ini meraih penghargaan World’s Top Ten Hybrid System Special Award.

Penghargaan tersebut sejalan dengan citra yang ingin dibangun Changan, yakni menghadirkan sistem hybrid yang mampu mendekati karakter efisiensi yang selama ini sering dikaitkan dengan Plug-in Hybrid. Dengan tekanan injeksi tinggi, efisiensi thermal besar, dan output tenaga yang tetap kuat, BlueCore Hybrid tampil sebagai sistem yang ingin diperhitungkan secara global.

Dalam konteks persaingan elektrifikasi, Changan menunjukkan bahwa hybrid masih punya ruang besar untuk berkembang. Melalui Eado dan CS75 Plus, BlueCore Hybrid menegaskan bahwa efisiensi BBM, tenaga gabungan, dan jarak tempuh panjang bisa hadir dalam satu sistem yang sama.

Source: otodriver.com

Baca Juga

Back to top button