Dukungan Gubernur Menguat, PSMS Medan Siapkan Belanja Pemain Besar Demi Tiket Liga 1

Dorongan agar PSMS Medan segera kembali ke Liga 1 kini datang dari berbagai arah, dan manajemen tampak menangkap sinyal itu sebagai alarm untuk bergerak lebih cepat. Di tengah target yang semakin tegas, klub berjuluk Ayam Kinantan itu mulai menyiapkan perombakan skuat dalam skala besar agar musim depan tidak kembali berakhir dengan kekecewaan.

Presiden Klub PSMS Medan, Fendi Jonathan, menyebut bahwa arah kerja tim sudah disiapkan dengan lebih agresif. Namun, langkah itu tetap diarahkan agar belanja pemain tidak berjalan liar dan tetap berada dalam hitungan yang masuk akal.

Perombakan skuat jadi langkah utama

PSMS saat ini menempatkan pembenahan tim sebagai prioritas utama. Bukan sekadar menambah jumlah pemain, manajemen ingin memastikan rekrutan yang masuk benar-benar sesuai kebutuhan dan punya kualitas yang bisa mengangkat daya saing tim.

Fendi menegaskan bahwa rencana belanja pemain memang akan dilakukan dalam skala besar. Meski begitu, ia menolak pendekatan yang hanya mengandalkan dana tanpa memperhitungkan kecocokan pemain dengan arah pembangunan tim.

“Jor-joran sih sudah pasti ya, tapi dalam artian jor-joran itu masih masuk akal lah ya,” kata Fendi kepada Mistar pada Selasa (21/4/2026) malam.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa manajemen ingin bergerak lebih berani, tetapi tetap menjaga keseimbangan. Setiap nama yang dipertimbangkan tidak akan langsung diterima hanya karena ada minat datang dari pemain incaran.

Seleksi pemain tetap ketat

Di tengah antusiasme yang mulai tumbuh dari para pemain, PSMS tidak ingin tergesa-gesa menyetujui permintaan kontrak. Fendi mengatakan situasi internal klub saat ini cukup baik sehingga membuat PSMS lebih menarik di mata calon rekrutan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa ketertarikan pemain bukan berarti klub harus menyetujui semua angka yang diajukan. Menurut dia, setiap permintaan tetap akan dilihat secara cermat agar keputusan yang diambil tidak merugikan tim.

“Sekarang itu pemain melihat manajemen itu cukup baik, jadi banyak pemain yang mau datang. Tapi kan bukan berarti gaji dia sekian terus dikali lipat, terus kita iyakan. Kita akan lihat juga dan tidak sembarang,” ujarnya.

Sikap itu menunjukkan bahwa PSMS ingin membangun tim yang lebih kuat tanpa kehilangan kendali dalam urusan anggaran. Seleksi ketat diposisikan sebagai bagian penting dari proses perombakan agar hasil akhirnya benar-benar kompetitif.

Tekanan promosi makin menguat

Target PSMS untuk naik ke Liga 1 tidak hanya datang dari internal klub. Dorongan juga mengalir dari luar, termasuk dari Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang disebut mendorong tim untuk segera memenuhi harapan suporter dan masyarakat Medan.

Fendi menilai dorongan tersebut sejalan dengan langkah yang sedang disiapkan manajemen. Menurut dia, arah kebijakan klub dan tuntutan dari pemerintah daerah sama-sama mengarah ke satu tujuan, yakni membawa PSMS promosi pada musim berikutnya.

“All out pasti kita all out. Apalagi sudah diultimatum Pak Gubernur juga kan harus lolos Liga 1 musim depan. Yah, saya rasa itu sevisi lah sama rencana manajemen,” tutur Fendi.

Sebelumnya, Bobby Nasution juga sempat memberi peringatan keras saat perayaan HUT ke-76 PSMS Medan. Ia menyampaikan bahwa pengelolaan klub bisa saja diambil alih jika target promosi kembali gagal dicapai.

Manajemen memilih fokus ke lapangan

Meski tekanan dari luar cukup besar, manajemen PSMS tidak terlihat panik. Fendi menilai hal terpenting saat ini adalah memastikan persiapan tim berjalan rapi dan performa di lapangan bisa memenuhi harapan.

Ia juga mengaku tidak mengetahui secara pasti soal kemungkinan pengambilalihan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Namun, keyakinannya terhadap peluang promosi tetap tinggi dan ia percaya PSMS punya modal untuk menembus Liga 1 pada musim depan.

“Yah, kalau itu sih saya gak tahu (mau diambil alih Pemprov), tapi kalau saya yakin Liga 1 sih musim depan,” ucapnya.

Dengan perombakan skuat yang dipersiapkan lebih besar, seleksi yang tetap ketat, dan dorongan promosi yang semakin keras, PSMS Medan kini berada dalam fase penting untuk menentukan arah musim depan. Klub ini pun terus menjadi sorotan karena publik Medan menunggu apakah Ayam Kinantan benar-benar bisa kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional.

Baca Juga

Back to top button