Arus dana ke produk investasi Bitcoin kembali memberi sinyal bahwa minat pasar belum surut, meski harga aset kripto terbesar itu masih bergerak di kisaran $77,000. Data DefiLlama menunjukkan ETF spot Bitcoin di AS mencatat lebih dari $2 miliar arus masuk bersih pada April setelah juga membukukan inflow positif pada bulan sebelumnya.
Kondisi itu membuat posisi Bitcoin terlihat lebih kokoh di tengah pasar yang menunggu arah baru dari kebijakan moneter Amerika Serikat. Di saat yang sama, sebagian pelaku pasar mulai menilai tekanan jual yang selama ini menahan reli telah melemah.
Minat institusional masih menjaga lantai harga
Masuknya dana baru dari ETF spot sering dipandang sebagai ukuran bahwa investor besar belum meninggalkan pasar. Ketika aliran dana tetap positif, pasar memperoleh bantalan tambahan yang dapat membantu harga bertahan di area yang lebih kuat.
Bagi Bitcoin, dukungan seperti ini penting karena dapat memperdalam pasar dan menahan gejolak saat sentimen global berubah cepat. Faktor tersebut juga ikut membuat pergerakan harga terasa lebih stabil dibandingkan periode ketika kabar makro mudah memicu penurunan tajam.
Di sisi perdagangan, Bitcoin tercatat menguat hampir 15% dalam sebulan terakhir. Total kapitalisasi industri kripto juga naik sekitar $400 miliar sejak Februari menurut data CoinGecko.
Tekanan jual mulai mereda
Zaheer Ebtikar, pendiri Split Research, menilai kelompok penjual yang dulu khawatir terhadap perubahan makro dan isu quantum sudah lebih dulu keluar dari pasar. Dalam catatannya kepada DL News, ia menyebut Bitcoin telah menemukan “lantai yang stabil” dan mulai bergerak menjauh dari drama berbasis headline.
Pandangan itu sejalan dengan pembacaan bahwa pasar kripto kini tidak lagi terlalu reaktif terhadap berita jangka pendek. Menurut sudut pandang itu, Bitcoin mulai masuk ke fase yang lebih matang dan lebih mudah dipandang bullish oleh sebagian pelaku pasar.
Meski demikian, pemulihan harga belum menghapus seluruh beban yang masih ada. Bitcoin masih turun hampir 40% dari puncaknya pada Oktober, walaupun pasar saham dan komoditas lain justru sempat mendekati atau mencetak level tinggi.
Fokus pasar tertuju ke langkah Powell
Perhatian investor kini juga mengarah ke Washington, tempat Jerome Powell bersiap menyampaikan konferensi pers terakhirnya sebagai ketua Federal Reserve. Banyak pelaku pasar menunggu apakah ia akan mempertahankan sikap suku bunga saat ini atau memberi isyarat yang lebih terbuka terhadap aset berisiko.
Ekonom Ed Yardeni bahkan menyebut momen itu sebagai “swan song”. Ia menilai Powell kemungkinan akan menekankan risiko inflasi yang meningkat, terutama karena harga Brent kembali di atas $100 per barel ketika pembicaraan damai AS-Iran tertunda.
Sikap The Fed tetap menjadi faktor penting bagi Bitcoin karena suku bunga yang lebih rendah biasanya lebih mendukung aset berisiko. Imbal hasil obligasi yang menurun bisa mengurangi daya tarik aset pendapatan tetap dan mendorong sebagian investor mencari peluang di pasar yang lebih agresif.
Pergantian kepemimpinan The Fed ikut diawasi
Masa jabatan Powell sebagai ketua berakhir pada 15 Mei, meski ia masih akan tetap menjadi gubernur Fed hingga Januari 2028. Di saat yang sama, Komite Perbankan Senat dijadwalkan mengonfirmasi Kevin Warsh sebagai penggantinya pada Rabu, dengan pemungutan suara akhir berpotensi menyusul tak lama kemudian.
Warsh dikenal lebih terbuka pada penurunan suku bunga yang lebih cepat, tetapi ia juga menegaskan komitmen pada independensi dari tekanan politik. Sementara itu, Presiden Donald Trump berulang kali mendorong pemangkasan yang lebih agresif dan sempat berselisih dengan Powell terkait kebijakan moneter serta proyek renovasi The Fed.
Di tengah seluruh perhatian itu, pasar kripto bergerak relatif tenang. Harga Bitcoin naik 0,5% dalam 24 jam menjadi $77,031, sementara Ethereum menguat 2,1% dalam beberapa jam ke $2,323.