Kebakaran hebat yang melalap bus Antar Lintas Sumatera atau ALS dan truk tangki BBM di Jalinsum Simpang Danau membuat penyidikan polisi bergerak ke beberapa arah sekaligus. Selain mencari penyebab tabrakan, aparat juga menyoroti dugaan adanya barang bawaan di dalam bus yang tidak sesuai ketentuan angkutan penumpang umum.
Di lokasi kejadian, polisi menemukan tabung gas, kursi dan dipan kayu, alat mesin motor, hingga buah jeruk bali yang berserakan. Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mukmin Wijaya juga menyebut ada satu motor bebek di dalam kabin bus serta satu Suzuki Thunder yang diduga terlempar dari bagasi atas akibat benturan dan ledakan.
Temuan itu membuat olah tempat kejadian perkara tidak hanya berfokus pada benturan dua kendaraan. Penyidik juga mendalami kemungkinan adanya muatan tambahan di dalam bus yang ikut memengaruhi situasi saat insiden terjadi.
Sementara itu, petunjuk awal soal detik-detik kecelakaan datang dari kernet bus yang selamat. Kanit Gakkum Satlantas Polres Muratara Aiptu Iin Shodikin menyampaikan bahwa bus sempat oleng ke kanan dan masuk ke jalur berlawanan saat pengemudi diduga berupaya menghindari lubang di jalan.
Dalam kondisi itu, bus ALS yang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi beradu kambing dengan truk tangki BBM dari arah depan. Polisi masih mendalami apakah lubang di jalur tersebut benar menjadi pemicu awal kendaraan keluar dari lajurnya.
Kasat Lantas Polres Muratara AKP M Karim merinci total korban meninggal dunia mencapai 16 orang. Dari jumlah itu, 14 korban tewas berada di bus ALS dan dua lainnya berada di truk tangki minyak.
Seluruh korban meninggal ditemukan dalam kondisi terbakar. Api yang membesar setelah tabrakan membuat kedua kendaraan ikut hangus di jalur utama lintas Sumatera, sehingga rangka bus dan truk tangki tersisa dalam keadaan rusak berat.
Di sisi lain, ada empat penumpang bus ALS yang berhasil selamat dari peristiwa itu. Mereka langsung dibawa ke RSUD Rupit untuk mendapatkan perawatan, dengan rincian tiga orang mengalami luka bakar parah dan satu orang luka ringan.
Kondisi pascatabrakan membuat proses evakuasi berlangsung sulit karena api cepat membesar di lokasi kejadian. Besarnya korban jiwa juga tak lepas dari kebakaran hebat yang muncul sesaat setelah benturan keras terjadi.
Polisi kini turut menelusuri kondisi jalan di titik kecelakaan yang berada di Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Sumatera Selatan. Dugaan adanya lubang di Jalinsum menjadi salah satu fokus pemeriksaan bersama pihak terkait karena faktor itu disebut berkaitan dengan keluarnya bus dari lajur semula.
Kendaraan yang terlibat sudah diamankan sebagai barang bukti, meski kondisi keduanya sama-sama hangus terbakar. Kerugian materiil akibat kecelakaan ini diperkirakan mencapai Rp 500 juta, mencakup kerusakan pada bus ALS dan truk tangki BBM.
Source: oto.detik.com