Asus ROG Zephyrus Duo terbaru tampak makin jelas arah pengembangannya: bukan lagi soal mengejar angka performa setinggi mungkin, melainkan mempertahankan karakter dua layar yang menjadi ciri paling menonjol. Pilihan ini membuat laptop tersebut lebih spesifik sasarannya, terutama bagi pengguna yang membutuhkan ruang kerja ekstra untuk multitasking berat.
Langkah itu datang dengan kompromi yang cukup besar. Di atas kertas, model baru memang membawa komponen yang lebih modern, tetapi batas dayanya dibuat lebih ketat sehingga tenaga mentahnya tidak melonjak seperti yang mungkin diharapkan.
Daya prosesor dipangkas, performa ikut berubah
Perubahan paling mencolok ada pada prosesor. Asus hanya memberi batas daya hingga 70 Watt pada model baru, turun jauh dari 130 Watt pada generasi sebelumnya.
Akibatnya, performa multi-core ikut menurun cukup terasa. Menariknya, performa single-core justru sedikit lebih tinggi, tetapi kenaikan itu lebih banyak dipengaruhi generasi prosesor yang lebih baru, bukan karena ruang daya yang lebih longgar.
GPU lebih baru, tetapi bukan lebih agresif
Kartu grafis di model anyar memang sudah memakai GeForce RTX 5090 mobile, namun Asus juga menahan konsumsi dayanya. Dalam mode Turbo, GPU ini hanya berjalan hingga 135 Watt.
Sebagai perbandingan, GeForce RTX 4090 pada model sebelumnya bisa mencapai 175 Watt. Selisih performa grafis antara keduanya pun menjadi sangat kecil di benchmark grafis, meski RTX 5090 mobile membawa arsitektur Blackwell yang lebih baru.
VRAM naik, tenaga tidak ikut melonjak
Ada satu sisi yang tetap memberi nilai tambah pada model anyar, yaitu kapasitas memori grafis. RTX 5090 mobile hadir dengan 24 GB VRAM, lebih besar dibanding 16 GB pada model sebelumnya.
Namun, kapasitas yang lebih besar itu tidak otomatis membuat performa mentahnya lebih galak. Asus terlihat memilih jalur yang lebih konservatif agar sistem tetap berada dalam batas yang sesuai dengan desain perangkatnya.
Dua layar tetap jadi alasan utama
Di tengah pengetatan daya tersebut, dual-screen masih menjadi daya tarik paling kuat dari Zephyrus Duo. Fitur ini membuat laptop tersebut tetap punya identitas yang sangat berbeda dari banyak laptop gaming atau workstation lain.
Pengalaman yang ditawarkan lebih cocok untuk pengguna yang terbiasa membuka banyak aplikasi sekaligus. Karena itu, perangkat ini lebih pas dipandang sebagai alat kerja untuk multitasking ekstrem, bukan mesin yang semata-mata dibeli demi skor benchmark.
Harga tinggi, pasar tetap sempit
Posisi unik itu juga terlihat dari banderolnya. Varian 32 GB RAM dijual lebih dari $5500, sebuah angka yang langsung menempatkannya di kelas premium sangat tinggi.
Di level harga seperti itu, ekspektasi terhadap lonjakan performa biasanya besar. Meski begitu, Zephyrus Duo tetap punya tempat tersendiri karena hampir tidak ada alternatif lain bagi pengguna yang benar-benar membutuhkan dua layar dan dGPU kelas atas untuk alur kerja harian.
Untuk calon pembeli, perbandingan dengan model sebelumnya tetap penting. Model lama masih unggul di performa multi-core dan batas daya GPU yang lebih tinggi, sedangkan model baru menawarkan perangkat keras yang lebih modern dan VRAM grafis yang lebih besar.
Source: www.notebookcheck.net