Dominasi Liga Champions Mulai Terlihat, Inggris dan Spanyol Menjadi Poros Terkuat Eropa

Persaingan menuju fase utama Liga Champions UEFA 2026/2027 sudah memperlihatkan arah yang cukup jelas. Inggris dan Spanyol muncul sebagai dua negara dengan kedalaman wakil paling kuat, sehingga sorotan awal kompetisi kembali tertuju pada dominasi klub-klub dari dua liga besar itu.

Dari Inggris, empat nama besar sudah memastikan tempat, yaitu Manchester City, Manchester United, Arsenal, dan Liverpool. Spanyol bahkan menempatkan lima wakil sekaligus, lewat Real Madrid, Barcelona, Atlético Madrid, Villarreal, dan Real Betis.

Komposisi tersebut membuat peta awal kompetisi terasa berat sebelah ke dua poros utama Eropa. Bukan hanya karena jumlah wakilnya banyak, tetapi juga karena semua klub yang masuk daftar membawa reputasi besar dan punya daya tarik tinggi sejak fase awal.

Di belakang Inggris dan Spanyol, sejumlah liga besar lain masih menjaga kekuatannya. Italia hadir lewat Inter Milan, AS Roma, Napoli, dan Como, sementara Jerman menempatkan Bayern Munich, Borussia Dortmund, RB Leipzig, dan Stuttgart di fase utama.

Prancis juga tetap punya representasi yang cukup kuat melalui Paris Saint-Germain, RC Lens, dan LOSC Lille. Dari Belanda dan Portugal, ada PSV Eindhoven, Feyenoord, FC Porto, serta Sporting CP yang ikut meramaikan persaingan.

Sejumlah negara lain hanya mendapat satu tempat di fase utama. Daftar itu mencakup Club Brugge dari Belgia, Slavia Praha dari Republik Ceko, Galatasaray dari Turki, serta Shakhtar Donetsk dari Ukraina.

Perbedaan jumlah wakil ini memperlihatkan jarak kedalaman antarliga di Eropa. Klub dari negara dengan kuota lebih kecil tetap mendapat panggung, tetapi jalur mereka jelas lebih sempit dibanding negara yang bisa mengirim banyak tim sekaligus.

Jalur tambahan masih panjang

Di luar tim yang sudah berada di fase utama, masih ada klub-klub yang harus melewati babak kualifikasi. Celtic, Dinamo Zagreb, Crvena Zvezda, dan Olympiacos Piraeus termasuk di antara nama yang masih wajib menyelesaikan tahap tambahan lebih dulu.

Babak kualifikasi juga masih diisi banyak peserta lain, termasuk Lech Poznan, AGF Aarhus, FC Thun, Hapoel Be’er Sheva, Omonia Nicosia, Mjallby, Slovan Bratislava, dan Celje. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pintu menuju fase liga belum tertutup bagi banyak klub dari berbagai negara.

Pada kualifikasi pertama, daftar peserta mencakup Gyor, CS Universitatea Craiova, Levski Sofia, Sabah Baku, Shamrock Rovers, Petrocub, Vikingur Reykjavik, Borac Banja Luka, Ararat-Armenia, Riga FC, Drita, KuPS Kuopio, dan Kairat Almaty. Ada pula Klaksvik, Floriana, Larne, Kauno Zalgiris, Flora Tallinn, Sujeska, Bissen, Para Santo Baru, Iberia 1999, Vardar Skopje, ML Vitebsk, Inter Club d’Escaldes, Lincoln Red Imps, dan Tre Fiori.

Di kualifikasi ketiga untuk jalur non-juara, Olympique Lyonnais, NEC Nijmegen, Uni Saint-Gilloise, Sparta Praha, Bodo/Glimt, dan Olympiacos Piraeus masih berada dalam daftar. Fenerbahce, Sturm Graz, Hati, dan Gornik Zabrze juga harus menuntaskan jalur kualifikasi terlebih dahulu sebelum bisa mencapai tahap berikutnya.

Format musim ini ikut dipengaruhi penyeimbangan ulang pemegang gelar, yang membuat sebagian klub bisa berpindah fase meski belum menyelesaikan jalur kualifikasi sepenuhnya. Dampaknya, pembagian slot di beberapa liga Eropa ikut berubah dan menambah kompleksitas persaingan menuju fase liga.

Source: www.beritasatu.com
Exit mobile version