Pasar BEV Indonesia bulan lalu memperlihatkan pergeseran yang cukup tajam, terutama saat Jaecoo J5 EV langsung berdiri di posisi teratas. Model listrik pertama Jaecoo di Indonesia itu membukukan 3.179 unit, angka yang membuatnya unggul jauh dari para pesaing terdekat.
Menariknya, hasil tersebut hadir ketika sejumlah nama besar justru masih berada di belakangnya. Di papan penjualan, BYD M6 mencatat 2.472 unit dan BYD Sealion 07 membukukan 1.617 unit, sehingga persaingan di kelompok atas terlihat rapat, tetapi tetap belum mampu mengejar J5 EV.
Kenaikan J5 EV juga menegaskan perubahan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Pada dua bulan pertama tahun ini, model itu belum berhasil merebut posisi puncak, lalu pada Maret mulai menjadi yang paling laris dan mempertahankan status tersebut pada bulan berikutnya.
Performa itu menunjukkan bahwa J5 EV bukan sekadar pendatang baru yang numpang lewat. Meski baru meluncur akhir tahun lalu, SUV listrik tersebut cepat mencuri perhatian dan perlahan membangun momentum di pasar mobil listrik berbasis baterai nasional.
Atto 1 tertahan jauh
Di sisi lain, BYD Atto 1 justru mencatat hasil yang sangat kontras. Mobil mungil itu hanya meraih 108 unit, angka yang membuat posisinya tertinggal jauh dari J5 EV dan juga dari banyak model lain di daftar penjualan BEV.
Selisih yang lebar ini memperlihatkan bahwa harga bukan satu-satunya penentu minat beli. Walau Atto 1 dipasarkan dengan harga yang lebih terjangkau dibanding J5 EV, ukuran bodinya yang jauh lebih kecil tampak membuatnya kurang kuat di mata sebagian konsumen.
Kondisi itu memberi sinyal bahwa pembeli mobil listrik di Indonesia masih sangat mempertimbangkan karakter kendaraan. Kebutuhan ruang kabin dan kesan mobil keluarga tampaknya ikut mendorong minat terhadap SUV listrik yang lebih besar.
Papan atas makin padat
Di belakang tiga nama teratas, persaingan tetap berlangsung ketat. Geely EX2 menempati posisi keempat dengan 1.042 unit, hanya terpaut tipis dari Denza D9 yang mengumpulkan 1.032 unit.
Setelah itu, sejumlah model lain ikut meramaikan daftar penjualan. Aion V mencatat 449 unit, Wuling Darion EV 421 unit, dan Chery J6 391 unit, sementara VinFast VF3 membukukan 378 unit.
Wuling Eksion EV juga menarik perhatian karena sudah mengumpulkan 376 unit. Di bawahnya, Aion UT menutup daftar yang disebutkan dengan 321 unit.
Urutan tersebut memperlihatkan bahwa pasar BEV Indonesia tidak bergerak seragam. Banyak merek kini saling berebut perhatian konsumen, dan hasil bulanan bisa berubah cepat tergantung karakter produk yang ditawarkan.
Di tengah persaingan yang semakin padat itu, J5 EV sementara menjadi model yang paling menonjol. Sebaliknya, Atto 1 memberi gambaran bahwa ukuran, bentuk bodi, dan persepsi nilai tetap punya pengaruh besar dalam keputusan pembelian mobil listrik di Indonesia.
Source: ridertua.com




