Kekuatan Jakarta Pertamina Enduro di Proliga kembali terlihat bukan hanya dari hasil akhir, tetapi juga dari cara mereka menjaga ritme permainan di laga penentuan. Tim putri ini berhasil mempertahankan gelar juara setelah mengalahkan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia pada grand final di GOR Amongrogo, Yogyakarta, melalui dua leg dengan skor 3-1 dan 3-0.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa capaian Jakarta Pertamina Enduro bukanlah kebetulan sesaat. Di tengah tekanan sebagai juara bertahan, tim tetap mampu tampil terorganisasi, disiplin, dan konsisten hingga menutup final dengan hasil meyakinkan.
Kekompakan jadi modal utama
Di partai puncak, Jakarta Pertamina Enduro tampil dengan pola permainan yang rapi dan saling terhubung antar lini. Para pemain menjaga komunikasi, menutup ruang satu sama lain, dan membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan.
Kapten tim, Tisya Amallya Putri, menilai beban sebagai tim juara bertahan memang besar. Namun, rasa percaya antarpemain dan kekompakan yang terjaga membantu tim tetap tenang saat menghadapi pertandingan yang menentukan.
Situasi itu memperlihatkan bahwa kekuatan JPE tidak hanya bertumpu pada kualitas individu. Kerja sama kolektif menjadi pembeda ketika tekanan pertandingan meningkat dan lawan juga tampil kompetitif.
Apresiasi dari Pertamina
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, memberikan apresiasi atas keberhasilan tersebut. Ia menilai disiplin, fokus, dan semangat juang menjadi faktor penting yang membawa tim kembali ke podium tertinggi.
“Pencapaian JPE meraih gelar juara beruntun menunjukkan bahwa dengan disiplin, fokus dan semangat juang, atlet Indonesia mampu bersaing dan meraih prestasi terbaik,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Pernyataan itu menegaskan bahwa gelar beruntun Jakarta Pertamina Enduro dinilai sebagai bukti kapasitas atlet Indonesia untuk bersaing di level tertinggi. Prestasi ini juga memperlihatkan betapa pentingnya konsistensi saat menghadapi tekanan dalam kompetisi yang ketat.
Pembinaan yang dijaga dalam jangka panjang
Direktur Sumber Daya Manusia PT Pertamina (Persero) sekaligus Pembina tim JPE, Andy Arvianto, memandang kemenangan ini sebagai hasil dari proses yang panjang. Ia menyebut pembinaan yang terencana dan lingkungan yang mendukung sebagai pondasi penting di balik performa tim.
“Kemenangan ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang berkelanjutan dan lingkungan yang mendukung dapat menghasilkan performa luar biasa,” kata Andy Arvianto.
Pandangan tersebut memberi gambaran bahwa sukses JPE tidak lahir dari satu pertandingan final saja. Ada kesinambungan pembinaan yang membuat kualitas tim tetap stabil dari awal hingga akhir musim.
Arah permainan pelatih ikut menentukan
Pelatih JPE, Bulent Karslioglu, menyoroti peran kolektivitas dalam keberhasilan tim mempertahankan gelar. Menurut dia, setiap pemain menjalankan tugas yang saling melengkapi dan komunikasi menjadi salah satu kekuatan utama di lapangan.
Bulent juga menilai permainan Jakarta Pertamina Enduro mulai mendapat perhatian lebih luas. “Dengan bermain bersama, kami percaya tim ini bukan hanya mewakili Indonesia, tetapi juga telah menarik perhatian publik yang lebih luas,” katanya.
Pandangan itu menunjukkan bahwa performa JPE tak sekadar kuat secara hasil, tetapi juga menarik dari sisi permainan. Dalam persaingan bola voli putri yang makin ketat, stabilitas seperti ini menjadi nilai tambah yang penting.
Dampak untuk voli nasional
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyebut keberhasilan mempertahankan gelar sebagai bukti konsistensi, kerja keras, dan kekompakan tim. Ia menilai capaian tersebut bisa memberi dorongan positif bagi generasi muda untuk terus mengejar prestasi di bidang olahraga.
Pertamina juga memandang kemenangan JPE sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperkuat kualitas kompetisi olahraga nasional. Dengan dukungan manajemen, pembinaan yang terstruktur, dan mental juara yang terjaga, Jakarta Pertamina Enduro tetap berada di posisi paling atas dan sulit diganggu oleh para pesaingnya.





