Ketegangan di Timur Tengah kembali bergerak di lebih dari satu arah sekaligus. Saat Israel memperluas serangan ke Lebanon selatan, perhatian lain tertuju ke Selat Hormuz yang kembali rawan setelah insiden maritim baru dan pengamanan tambahan dari negara Barat.
Di tengah situasi itu, Teheran belum memberi jawaban atas usulan terbaru Washington untuk mengakhiri perang Israel-AS di Iran. Kebuntuan diplomatik ini membuat perang yang disebut sudah memasuki hari ke-72 tetap jauh dari tanda-tanda mereda, meski gencatan senjata dikatakan mulai berlaku bulan lalu.
Teheran masih menimbang, Washington menunggu
Washington mengatakan masih menanti respons Iran atas proposal terbaru untuk menghentikan perang. Donald Trump pada Jumat malam menyebut ia memperkirakan jawaban akan diterima malam itu, tetapi hingga sekarang belum ada tanggapan resmi dari Teheran.
Trump kemudian mengatakan kepada jurnalis LCI, Margot Haddad, bahwa ia masih berharap mengetahui jawaban Iran “very soon”. Di saat yang sama, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Moskow bersedia mengawasi pemindahan dan penyimpanan stok uranium hasil pengayaan Iran.
Upaya mediasi juga terus bergerak di jalur lain. Pakistan menyatakan akan tetap menjalankan peran mediasi antara AS dan Iran, sementara Panglima militer Pakistan, Field Marshal Asim Munir, mengatakan Islamabad akan terus berupaya agar proses itu berhasil.
Ancaman meluas ke kawasan Teluk
Di tengah kebuntuan tersebut, tekanan diplomatik di kawasan ikut meningkat. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bertemu Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, dan Kementerian Luar Negeri AS menyebut pembicaraan itu menyoroti pentingnya keamanan di seluruh Timur Tengah.
Ancaman dari Iran juga ikut mengeras. Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC pada Sabtu mengancam akan menargetkan situs-situs AS di Timur Tengah dan kapal-kapal musuh jika tanker Iran diserang.
Juru bicara militer Iran juga memperingatkan bahwa negara mana pun yang menegakkan sanksi AS terhadap Teheran akan mengalami kesulitan besar untuk melewati Selat Hormuz. Peringatan itu menambah kekhawatiran atas jalur laut vital bagi perdagangan energi global.
Selat Hormuz makin rapuh
Kekhawatiran itu diperkuat oleh insiden terbaru di laut. UK Maritime Trade Operations melaporkan sebuah bulk carrier terkena proyektil tak dikenal saat berlayar 23 mil laut di timur laut Doha, Qatar.
Di jalur yang sama, data pelayaran menunjukkan sebuah tanker LNG Qatar telah melewati selat itu menuju Pakistan dan berada di Teluk Oman pada Minggu. Sementara itu, Central Command militer AS mengatakan pihaknya telah “disabled” empat kapal dan mencegah 58 kapal dagang masuk atau keluar dari pelabuhan Iran sejak 13 April.
Inggris juga mengatakan akan mengirim kapal perusak ke Timur Tengah sebelum misi internasional apa pun untuk membantu melindungi pengiriman barang di Selat Hormuz. Misi itu akan dipimpin Inggris dan Prancis, serta disebut terpisah dari pengerahan militer AS di kawasan.
Israel menggempur Lebanon selatan
Sementara itu, Lebanon selatan kembali menjadi medan serangan besar. Israel melancarkan serangan ke lebih dari 10 kota di wilayah itu, dan serangan pada Sabtu menewaskan sedikitnya 24 orang meski gencatan senjata yang dimulai bulan lalu masih berlaku di atas kertas.
Militer Israel mengatakan serangannya pada akhir pekan menghantam lebih dari 40 lokasi infrastruktur milik Hezbollah di Lebanon selatan. Hezbollah membalas dengan menyebut para pejuangnya menghantam sebuah buldoser D9 Israel di kawasan Khallat Raj, dekat kota Deir Siryan.
Militer Israel juga mengatakan telah mencegat sebuah target udara mencurigakan di area tempat pasukannya beroperasi di Lebanon selatan. Di sisi lain, Hadja Lahbib dari Uni Eropa meminta akses kemanusiaan yang lebih besar ke Lebanon selatan karena bantuan kerap tidak bisa sampai ke warga yang paling membutuhkan.
Ketegangan ikut merembet ke Israel dan Bahrain
Di Israel, puluhan orang turun ke jalan di Tel Aviv untuk memprotes pemerintahan Benjamin Netanyahu dan operasi militer di Lebanon selatan. Pada saat yang sama, Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan dua aktivis dari Global Sumud Flotilla, Saif Abu Keshek dan Thiago Avila, telah dideportasi pada Minggu.
Di Teluk, Uni Emirat Arab menyatakan solidaritas penuh dengan Bahrain setelah negara itu menangkap 41 orang yang disebut terkait dengan kelompok yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran. Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengatakan para tersangka terhubung dengan IRGC dan mengumpulkan dana untuk dikirim ke Iran guna mendukung operasi teroris.
Dengan Teheran masih bungkam, serangan di Lebanon terus berjalan, dan Selat Hormuz tetap dalam pengawasan ketat, peta krisis di Timur Tengah kini bergerak serentak di beberapa titik sekaligus. Ruang manuver para pihak semakin sempit, sementara jalur energi dan keamanan regional terus berada dalam tekanan.





