Dimensity 9600 Disiapkan Lebih Ganas Untuk Gaming, GPU Baru Dan CPU All-Big-Core Jadi Andalan

Dimensity 9600 tampak tidak ingin bermain aman. Bocoran terbaru menunjukkan MediaTek justru mendorong chipset flagship berikutnya ke arah yang lebih agresif, terutama untuk gaming, grafis, dan beban komputasi berat.

Arah pengembangannya juga terasa cukup jelas. Alih-alih hanya mengejar angka performa, MediaTek disebut menyiapkan paket peningkatan yang langsung menyasar pengalaman bermain gim di ponsel premium, sekaligus ikut menekan rival di kelas chipset generasi baru.

CPU dibangun dengan pendekatan yang tidak biasa

Menurut pembocor Digital Chat Station di Weibo, Dimensity 9600 akan memakai susunan CPU 2+3+3 dengan desain all-big-core. Pola ini berbeda dari pendekatan yang umum dipakai banyak chipset, karena tidak menggabungkan inti besar dan inti hemat daya seperti biasanya.

Digital Chat Station juga mengklaim performa multi-core chipset ini akan mendekati chip Apple. Meski rincian perbandingannya tidak dijelaskan lebih jauh, bocoran itu memberi sinyal bahwa MediaTek memang membidik kelas performa yang sangat tinggi untuk tugas paralel.

AI dan komputasi ikut mendapat dorongan

Peningkatan Dimensity 9600 tidak berhenti di CPU. Chipset ini juga disebut akan menggandakan kemampuan CME dan SME dibanding generasi sebelumnya.

CME dan SME merujuk pada Compute Matrix Engine dan Scalable Matrix Engine. Keduanya adalah unit akselerasi perangkat keras yang membantu meningkatkan output komputasi AI dan machine learning secara keseluruhan.

Dorongan ini terasa relevan karena kebutuhan AI di ponsel flagship terus naik. Dengan penguatan pada unit akselerasi tersebut, Dimensity 9600 terlihat disiapkan untuk menangani tugas AI dan ML yang lebih berat tanpa hanya mengandalkan CPU utama.

Bagian grafis jadi senjata paling menonjol

Sisi yang paling menarik justru datang dari GPU. MediaTek disebut menyiapkan GPU Magin generasi berikutnya dengan ukuran yang lebih besar dibanding GPU pesaing lain di kelas 2nm.

Arah ini menunjukkan ambisi besar pada performa grafis mentah. Bagi pengguna ponsel gaming, peningkatan seperti ini biasanya sangat berpengaruh pada kestabilan frame rate dan kualitas visual saat menjalankan gim berat.

Bocoran yang sama juga menyebut tiga fitur grafis utama, yaitu frame interpolation, super-resolution, dan peningkatan performa ray tracing. Frame interpolation membantu membuat gerakan visual lebih mulus saat bermain gim, sedangkan super-resolution berfungsi meningkatkan ketajaman tampilan.

Sementara itu, ray tracing yang ditingkatkan menjadi nilai tambah penting. Dukungan ini membuka peluang efek pencahayaan yang lebih realistis, sesuatu yang makin sering dipakai untuk mendorong kualitas visual di perangkat flagship.

MediaTek disiapkan untuk dua jalur produk

Di luar spesifikasi inti, seri ini disebut tidak akan hadir dalam satu model saja. MediaTek diperkirakan menyiapkan dua SKU, yakni Dimensity 9600 standar dan Dimensity 9600 Pro.

Nama Dimensity 9600 Pro sebelumnya sudah muncul di Geekbench beberapa pekan lalu. Kemunculan itu memperkuat dugaan bahwa MediaTek ingin memperluas portofolio flagship untuk kebutuhan perangkat premium yang berbeda.

Debutnya masih menunggu perangkat pertama

Jadwal peluncuran resmi chipset ini belum diumumkan. Namun, pola peluncuran tahunan MediaTek biasanya berlangsung sekitar September setelah agenda Qualcomm Summit.

Dari sisi perangkat, seri Vivo X500 disebut berpotensi menjadi lini pertama yang memakai chipset tersebut. Indikasi itu muncul setelah keluarga perangkat itu terlihat di GSMA.

Jika seri itu benar menjadi perangkat pembuka, maka kemampuan gaming, AI, dan grafis Dimensity 9600 akan segera terlihat dalam penggunaan nyata. Untuk saat ini, semuanya masih berupa bocoran, tetapi kombinasi CPU all-big-core, penguatan CME dan SME, serta GPU Magin baru sudah cukup memberi gambaran bahwa MediaTek sedang menyiapkan upgrade yang sangat serius di kelas flagship.

Source: gadgets.beebom.com
Exit mobile version