Dibangun Dari Nol Dalam 41 Bulan, Brasilia Menggeser Rio Sebagai Pusat Pemerintahan Brasil

Di tengah Brasil, Brasilia berdiri sebagai pusat pemerintahan yang sengaja dipindahkan jauh dari pesisir. Kota ini tidak tumbuh secara organik seperti banyak ibu kota lain, melainkan dibangun dari nol untuk mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah yang lebih dalam.

Keunikan itu membuat Brasilia sering disebut sebagai salah satu proyek urbanisme modern paling penting pada abad ke-20. Statusnya juga semakin kuat setelah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada 1987 dan ditetapkan sebagai situs warisan sejarah nasional melalui Direktif IPHAN 314/92.

Gagasan memindahkan ibu kota Brasil sebenarnya sudah muncul sejak lama. Pada 1827, penasihat Kaisar Pedro I, Jose Bonifacio, telah mengusulkan ibu kota bernama Brasilia di bagian tengah wilayah Brasil.

Sebelum Brasilia lahir, Salvador pernah menjadi ibu kota Brasil. Setelah itu, Rio de Janeiro memegang peran tersebut dari 1763 hingga 1960, sebelum pusat pemerintahan akhirnya bergeser ke lokasi yang lebih sentral.

Perubahan besar itu mulai dipercepat pada 1956 di bawah Presiden Juscelino Kubitschek. Proyek ini masuk dalam agenda modernisasi nasional dan diarahkan untuk mendorong pembangunan agar tidak hanya terkonsentrasi di kawasan pantai.

Kota yang dirancang seperti masa depan

Rancangan Brasilia dipilih pada 1957 oleh sekelompok juri internasional. Desain Lucio Costa menonjol karena berbentuk salib yang menyerupai pesawat terbang atau burung, lalu membagi kota ke dalam dua poros utama.

Poros monumental membentang timur ke barat dan menjadi ruang bagi gedung-gedung pemerintahan. Di jalur ini berdiri kementerian, Kongres Nasional, dan istana presiden, sehingga fungsi negara ditempatkan sangat jelas di pusat tata ruang kota.

Sementara itu, poros perumahan membentang utara ke selatan dan menampung rumah, pertokoan, sekolah, taman, dan gereja. Di area ini juga terdapat blok super yang diisi gedung-gedung apartemen, sehingga kawasan hunian tetap terhubung dengan fungsi-fungsi harian kota.

Setelah rancangan dasar disetujui, Oscar Niemeyer merancang sebagian besar bangunan publik modern berwarna putih. Struktur bangunannya dikerjakan Joaquim Cardozo, sedangkan lanskap kota diselesaikan Roberto Burle Marx.

Dibangun cepat, lalu diresmikan

Brasilia dibangun dalam waktu yang sangat singkat, hanya 41 bulan. Kota ini resmi dibuka pada 21 April 1960 dan kemudian menjadi bagian dari distrik federal yang terbagi menjadi 35 wilayah kecil.

Kecepatan pembangunan itu menjadi salah satu alasan Brasilia sering dibahas dalam sejarah perencanaan kota. Dari awal, kota ini memang diarahkan sebagai simbol negara modern dan bukan sekadar pusat administrasi baru.

Wajah kota dan ikon yang menonjol

Di antara bangunan yang paling dikenal, Katedral Brasilia menjadi salah satu yang paling ikonik. Bangunan beton ini selesai dibangun pada 1970 dan memiliki bentuk unik yang tampak seperti tangan yang menjangkau langit.

Pusat kota juga ditandai oleh Eixo Monumental yang luas dengan jalan-jalan lebar dan banyak gedung pemerintahan. Pada akhir pekan, pemerintah Brasil memberlakukan program lingkungan bebas polusi di area itu, sehingga ruang tersebut hanya boleh digunakan pejalan kaki, pesepeda, dan orang yang berpiknik.

Ada pula Palácio da Alvorada sebagai kediaman resmi presiden Brasil. Gedung rancangan Oscar Niemeyer itu dibuka pada 1958, berada di semenanjung di tepi Danau Paranoa, dan dilengkapi perpustakaan, kolam renang, serta ruang pertemuan.

Karakter iklim dan peran olahraga

Brasilia memiliki iklim hangat dan sejuk dengan suhu minimum 57 derajat Fahrenheit dan maksimum 81 derajat Fahrenheit. Kota ini juga mengenal dua musim utama yang tegas, yaitu musim hujan dari Oktober hingga April dan musim kemarau dari Mei hingga September.

Curah hujan rata-rata Brasilia sekitar 60 inci per tahun. Kondisi itu membuatnya memiliki karakter iklim yang berbeda dari banyak wilayah pesisir Brasil.

Di luar peran politik, Brasilia juga punya rekam jejak olahraga yang kuat. Kota ini menjadi tuan rumah pertandingan Piala Dunia FIFA 2014 dan Olimpiade Musim Panas 2016.

Kehadiran Autódromo International Nelson Piquet dan tim basket Uniceub BRB yang bermain di Gimnasium Nilson Nelson menunjukkan bahwa Brasilia memiliki aktivitas olahraga yang menonjol. Namun di tengah semua itu, fungsi utamanya tetap tidak berubah sebagai pusat pemerintahan Brasil, sementara Rio de Janeiro lebih dikenal sebagai pusat budaya dan pariwisata.

Source: www.idntimes.com
Exit mobile version