Permintaan Prabowo kepada Pindad soal mobil khusus menyoroti satu kebutuhan yang cukup unik: kendaraan Presiden yang tetap memungkinkan dirinya menyapa warga dari dekat tanpa harus turun. Gagasan itu muncul karena ia kerap mendapati warga sudah menunggu di pinggir jalan saat kunjungan daerah.
Prabowo menyampaikan keinginan itu saat berada di Nganjuk, Jawa Timur, dalam acara peluncuran 1.061 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Di hadapan peserta acara, ia menjelaskan bahwa warga sering keluar ke jalan untuk menyambut kedatangannya, sehingga ia merasa tidak enak jika hanya berada di dalam kendaraan.
Menurut Prabowo, situasi itu membuatnya terpaksa berdiri agar bisa membalas sapaan warga. Ia menggambarkan momen tersebut sebagai hal yang wajar, karena masyarakat sudah menunggu lama di bawah matahari untuk bertemu langsung dengan Presiden.
Ia juga bercerita bahwa kebiasaan menyapa warga dari dekat memberi dampak fisik tersendiri. Prabowo menyebut tangannya sempat terasa sakit setelah beberapa kali kunjungan, dan ia menyinggung kuatnya jabat tangan warga Jawa Timur, termasuk para petani dan ibu-ibu yang ikut menyambut di lapangan.
Dari pengalaman itu, Prabowo lalu mengarah pada ide kendaraan yang dirancang lebih khusus. Ia ingin mobil Presiden tetap memungkinkan dirinya terlihat saat menyapa masyarakat, dengan susunan kaca, kursi, dan posisi yang mendukung dirinya bisa berdiri di dalam kendaraan.
Permintaan tersebut diarahkan ke Pindad, perusahaan yang sebelumnya merancang Maung MV3 Garuda Limousine. Kendaraan itu kini digunakan Prabowo sebagai mobil kepresidenan, sehingga Pindad menjadi pihak yang dianggap tepat untuk mengerjakan desain baru tersebut.
Nama “Profesor Sigit” yang disebut Prabowo merujuk pada Sigit Puji Santosa, Direktur Utama Pindad sekaligus Chief Technology Officer Danantara. Pindad sendiri juga pernah membuat varian spesial Maung MV3 untuk kebutuhan seremonial.
Salah satu contohnya adalah kendaraan yang dipakai sebagai Popemobile saat Paus Fransiskus mengunjungi Indonesia pada September 2024. Unit itu memiliki area belakang terbuka dengan penutup kaca di bagian atas, sehingga Paus bisa berdiri untuk menyapa warga dan juga duduk di kursi yang dapat berputar 360 derajat.
Prabowo telah memakai Maung MV3 Garuda Limousine sejak hari pertama menjabat pada 20 Oktober 2024. Mobil yang sama juga sempat dibawa ke luar negeri untuk pertama kalinya saat Prabowo mengunjungi Filipina beberapa waktu lalu.
Dorongan untuk punya mobil khusus ini menunjukkan perhatian Prabowo pada cara ia berinteraksi dengan warga ketika berada di lapangan. Ia tampak ingin menjaga jarak yang dekat dengan masyarakat, tetapi tetap memiliki kenyamanan saat berada di dalam kendaraan.
Source: www.cnnindonesia.com




