Hasil kamera Oppo Find X9 Ultra di tribun final Liga Champions UEFA menarik perhatian karena perangkat ini tidak hanya dipakai di satu situasi. Ponsel tersebut dibawa dari sudut-sudut kota Budapest hingga ke Puskas Arena, lalu menghasilkan rangkaian foto yang menunjukkan performanya dalam kondisi yang sangat berbeda.
Yang membuat rangkaian ini terasa menonjol adalah cara pengujiannya dilakukan. Seluruh gambar disebut diambil langsung dari ponsel dalam format JPG bawaan tanpa pemrosesan tambahan, sehingga hasilnya memperlihatkan kemampuan kamera dalam situasi nyata, bukan di lingkungan studio yang terkontrol.
Budapest jadi arena uji yang berlapis
Sebelum laga dimulai, kamera Find X9 Ultra lebih dulu diarahkan ke sejumlah lokasi ikonik di Budapest. Fisherman’s Bastion menjadi salah satu titik awal karena area ini menawarkan pandangan luas ke arah kota dari atas bukit, sehingga cocok untuk menguji lanskap dan detail bangunan.
Pergerakan kamera kemudian berlanjut ke Basilika Santo Stefanus, gereja terbesar di Budapest yang dikenal memiliki interior megah tetapi cenderung gelap. Kondisi seperti ini memberi tantangan berbeda karena kamera harus menangani pencahayaan rendah tanpa bantuan pemrosesan tambahan.
Dari arsitektur ke suasana jalanan
Liberty Bridge ikut masuk dalam rangkaian pemotretan dan menghadirkan suasana yang lebih dinamis. Kehadiran trem kuning yang melintas memberi komposisi khas fotografi jalanan dan membuat pengujian kamera tidak hanya berhenti pada objek diam.
Setelah itu, perhatian bergeser ke Sungai Danube. Dari titik ini, Gedung Parlemen Hongaria tampak menonjol dengan pencahayaan malam yang dramatis, sehingga kamera diuji dalam menangkap cahaya kota pada malam hari.
Festival suporter menambah variasi subjek
Budapest tidak hanya dipenuhi turis, tetapi juga pendukung dari berbagai negara yang datang untuk final. Di tengah suasana itu, UEFA menggelar Champions Festival yang biasanya hadir di kota tuan rumah final dan memberi tambahan aktivitas bertema sepak bola.
Salah satu sorotan festival tersebut adalah laga ekshibisi 5 lawan 5 yang menghadirkan Claude Makelele dan legenda Arsenal, Theo Walcott. Kehadiran dua nama itu menambah ragam subjek yang harus ditangkap kamera, dari bangunan statis hingga aksi olahraga yang cepat bergerak.
Teleconverter 300mm dipakai di laga puncak
Saat final digelar di Puskas Arena, fokus pengujian bergeser ke pertandingan antara Paris Saint-Germain dan Arsenal. Dalam momen ini, teleconverter 300mm dari Earth Explorer Kit disebut dipakai untuk sebagian besar foto dan video, sehingga subjek yang jauh dan bergerak cepat menjadi sasaran utama.
Pertandingan dibuka dengan penampilan pra-laga dari The Killers sebelum kedua tim masuk ke lapangan. Arsenal lebih dulu unggul cepat lewat Kai Havertz pada menit keenam, tetapi PSG terus menekan untuk mencari balasan.
Di tengah tekanan itu, PSG sempat menuntut penalti ketika bola mengenai tangan Bukayo Saka setelah percobaan sapuan yang tidak sempurna. Wasit menilai sentuhan tersebut tidak disengaja, sehingga tim asal Prancis itu tidak mendapat penalti.
Memasuki babak kedua, tekanan PSG akhirnya berbuah penalti. Cristhian Mosquera dianggap melanggar Khvicha Kvaratshkelia di kotak terlarang, lalu Ousmane Dembele menaklukkan David Raya untuk menyamakan kedudukan.
Adu penalti menutup malam di tribun
Setelah gol penyeimbang, PSG tampak lebih percaya diri, sementara Arsenal tetap disiplin menjaga pertahanan. Meski begitu, laga tetap tidak selesai dalam waktu normal dan harus ditentukan lewat adu penalti.
Dari tribun, momen ini menjadi ujian penting bagi kamera karena situasinya berubah sangat cepat. Raya membuat penyelamatan penting yang menutup kegagalan Eze, tetapi Gabriel kemudian menendang penalti kesepuluh terlalu tinggi dari gawang.
Hasil akhirnya membuat trofi tetap berada di Paris untuk satu tahun lagi. Di saat yang sama, rangkaian foto dari Budapest, festival suporter, hingga laga final menunjukkan bagaimana Find X9 Ultra dipakai sebagai perangkat dokumentasi mobile dalam satu perjalanan yang mencakup lanskap, ruang dalam yang redup, cahaya malam, suasana suporter, dan tekanan pertandingan besar.
Source: www.gsmarena.com