Di Tengah Meeting Bertumpuk, Menkes Andalkan Box Breathing Untuk Jaga Fokus dan Cegah Burnout

Bagi pekerja yang harus berpindah dari satu rapat ke rapat lain, jeda singkat sering kali justru paling sulit ditemukan. Di tengah situasi seperti itu, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengingatkan adanya teknik napas sederhana yang bisa dilakukan hanya sekitar satu hingga dua menit untuk membantu menjaga ketenangan dan fokus.

Teknik tersebut adalah box breathing, yaitu pola pernapasan berirama dengan empat hitungan yang sama panjang. Cara ini bisa dipakai saat hendak masuk ke meeting berikutnya, ketika berganti topik kerja, atau ketika pikiran terasa penuh setelah menerima terlalu banyak informasi dalam waktu berdekatan.

Cara kerja box breathing

Box breathing dikenal mudah diingat karena langkahnya dibuat berulang dengan pola yang teratur. Setiap siklus terdiri dari tarik napas 4 detik, tahan 4 detik, hembuskan 4 detik, lalu tahan lagi 4 detik.

Rangkaian itu kemudian diulang sebanyak 4 sampai 6 kali. Dengan durasi tersebut, seluruh proses biasanya hanya memakan waktu sekitar satu hingga dua menit.

Budi menyampaikan bahwa teknik ini juga ia gunakan sendiri ketika menghadapi belasan meeting dengan topik yang berbeda. Artinya, box breathing tidak membutuhkan tempat khusus maupun persiapan rumit, sehingga cocok diterapkan di sela agenda kerja yang padat.

Mengapa teknik ini relevan saat jadwal menumpuk

Masalah yang sering muncul bukan hanya kelelahan fisik, tetapi juga turunnya kemampuan otak menjaga fokus saat terus dipaksa berpindah dari satu tugas ke tugas lain. Dalam kondisi seperti itu, jeda napas singkat dapat membantu memberi ruang bagi pikiran untuk kembali lebih stabil sebelum masuk ke aktivitas berikutnya.

Budi menyebut teknik ini dapat membantu mencegah burnout dan mengurangi risiko gagal fokus. Pesan itu sejalan dengan kebutuhan banyak pekerja yang harus memproses banyak topik sekaligus tanpa jeda yang cukup.

Manfaat box breathing bagi tubuh dan pikiran

Secara umum, box breathing memang kerap dipakai saat seseorang merasa tegang, kewalahan, atau sulit berkonsentrasi. Teknik ini membantu tubuh dan pikiran kembali lebih tenang melalui pola napas yang teratur.

Mengutip WebMD, box breathing disebut dapat membantu mengatasi stres dan kepanikan, meningkatkan fokus, serta membantu tidur lebih nyenyak bagi yang mengalami insomnia. Teknik ini juga dikaitkan dengan pengaturan pernapasan yang lebih stabil.

Selain itu, box breathing disebut dapat membantu menurunkan tekanan darah dan hormon stres atau kortisol. Dalam situasi tertentu, pola napas yang lebih teratur juga dapat membantu seseorang mengambil keputusan dengan lebih tenang.

Langkah box breathing yang bisa langsung dicoba

  1. Tarik napas selama 4 detik.
  2. Tahan napas selama 4 detik.
  3. Hembuskan napas selama 4 detik.
  4. Tahan lagi selama 4 detik.
  5. Ulangi 4 sampai 6 kali.

Dengan langkah yang sederhana dan waktu yang singkat, box breathing menjadi pilihan praktis untuk dipakai di sela perpindahan agenda kerja, terutama ketika tekanan pekerjaan meningkat dan fokus perlu dijaga tetap stabil.

Source: lifestyle.bisnis.com
Exit mobile version