Kekuatan Asri Welas ternyata tidak hanya datang dari dirinya sendiri saat menjalani hidup sebagai orang tua tunggal. Di tengah tuntutan membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga, ia justru menyebut putra sulungnya, Rajwa Gilbram Ridha Rahardja atau Ibam, sebagai sumber semangat yang paling besar.
Bagi Asri, perjalanan sebagai single parent bukan perkara sederhana. Ia harus tetap profesional di dunia hiburan, sambil memastikan urusan rumah dan kebutuhan anak-anak tetap berjalan dengan baik.
Dalam situasi seperti itu, dukungan dari Ibam menjadi sangat berarti. Asri menilai anak sulungnya kini semakin paham dengan kondisi yang ia hadapi dan mulai menangkap beban yang dipikul sang ibu.
Kedekatan emosional itu terlihat dari hal-hal sederhana yang datang dari Ibam. Ucapan seperti “Mami bisa” disebut Asri sudah cukup untuk mengembalikan tenaga dan semangatnya saat merasa lelah.
Peran ganda yang tidak selalu mudah
Asri tidak menutupi bahwa ada rasa letih dan tekanan emosional dalam menjalani dua peran sekaligus. Di satu sisi ia dituntut hadir sebagai pencari nafkah, sementara di sisi lain ia juga harus menjaga kenyamanan dan kebahagiaan anak-anaknya.
Meski begitu, Asri memilih untuk tidak larut dalam beban itu. Ia lebih fokus menjaga kondisi diri dan keluarganya agar tetap stabil di tengah berbagai tuntutan hidup.
Dalam keseharian, ia juga berusaha menjaga komunikasi dengan anak-anaknya. Langkah itu dilakukan agar mereka memahami situasi keluarga dan tetap merasa aman di tengah perubahan yang ada.
Anak-anak tetap jadi pusat perhatian
Bagi Asri, prioritas utama tetap ada pada anak-anak. Ia menempatkan momen penting bersama mereka di atas kesibukan pekerjaan, karena keluarga menjadi pusat perhatian dalam hidupnya.
Sikap itu memperlihatkan bagaimana ia berusaha memastikan anak-anak tetap mendapat kasih sayang dan dukungan. Asri ingin mereka merasa dicintai, aman, dan tetap punya pegangan meski kondisi keluarga berubah.
Ibam pun menjadi sosok yang istimewa dalam proses itu. Seiring bertambah dewasa, ia dinilai semakin memahami keadaan ibunya dan memberi dukungan moral yang kuat.
Dukungan keluarga yang membuatnya bertahan
Kisah Asri mendapat simpati dari banyak warganet karena dianggap mencerminkan ketegaran seorang ibu. Pengakuannya soal rasa lelah yang dibarengi kekuatan dari anak membuat banyak orang merasa dekat dengan pengalaman serupa.
Asri juga dikenal gigih mendampingi tumbuh kembang anak-anaknya. Ia pernah berjuang memberikan perawatan terbaik untuk putra bungsunya yang sempat mengalami masalah kesehatan mata.
Dari perjalanan itu, dukungan keluarga menjadi tenaga besar bagi dirinya sebagai ibu tunggal. Kehadiran Ibam dan adik-adiknya menjadi alasan utama untuk terus kuat menjalani hari-hari yang tidak selalu mudah.
Source: mediaindonesia.com




