Di Bawah Rp100 Juta, Ertiga Dan Avanza Masih Paling Masuk Akal, Xpander Paling Segar

Di pasar mobil bekas, pilihan MPV Rp100 jutaan tidak hanya soal harga yang masuk akal. Banyak pembeli juga mengejar kabin lega, kemampuan menampung tujuh penumpang, serta biaya perawatan yang tidak merepotkan dalam jangka panjang.

Itulah sebabnya empat nama besar ini terus muncul dalam daftar incaran: Toyota Avanza, Toyota Innova, Suzuki Ertiga, dan Mitsubishi Xpander. Masing-masing menawarkan karakter yang berbeda, dari yang paling aman dipilih sampai yang paling modern tampilannya.

Xpander paling segar, tapi belum masuk lingkaran Rp100 jutaan

Di antara empat model itu, Mitsubishi Xpander pre-facelift paling menonjol dari sisi desain. Mobil yang diproduksi mulai 2017 hingga 2020 ini membawa tampilan yang lebih futuristis dibanding banyak rivalnya.

Xpander memakai mesin 1.500 cc dengan tenaga sekitar 104 hp dan torsi 141 Nm. Kabinnya luas, suspensinya nyaman, dan fitur keselamatannya tergolong lengkap.

Perlengkapan seperti stability control, hill start assist, emergency stop signal, ABS, dan dual airbag menjadi nilai tambah yang kuat. Namun, harga Xpander bekas masih berada di atas Rp170 jutaan, sehingga belum benar-benar masuk kategori MPV bekas Rp100 jutaan.

Ada pula catatan yang perlu diperhatikan pada unit awal. Sejumlah pengguna mengeluhkan masalah fuel pump, selain keluhan kaki-kaki dan bunyi interior setelah usia pemakaian tertentu.

Avanza tetap jadi opsi aman

Bagi pembeli yang mengutamakan rasa aman, Toyota Avanza generasi kedua masih punya posisi kuat. Model yang diproduksi mulai 2011 hingga 2020 ini dianggap menarik karena desainnya belum terasa terlalu tua dan masih memakai penggerak roda belakang.

Avanza generasi kedua hadir dalam beberapa versi, mulai dari pre-facelift, facelift pertama, hingga facelift kedua. Ada juga Toyota Transmover yang sebelumnya dikenal sebagai versi armada taksi dengan harga lebih terjangkau.

Pilihan mesinnya terdiri dari 1.300 cc dan 1.500 cc. Pada versi facelift, Toyota menyematkan teknologi Dual VVT-i untuk membantu performa sekaligus efisiensi bahan bakar.

Daya tarik Avanza terletak pada mesin yang dikenal bandel, suku cadang yang melimpah, serta harga jual kembali yang stabil. Pada beberapa tipe, fitur keselamatan seperti dual airbag dan ABS juga sudah tersedia.

Meski begitu, Avanza generasi kedua masih punya kekurangan. Kekedapan kabin belum terlalu baik dan stabilitas pada kecepatan tinggi belum menjadi titik terkuatnya.

Innova unggul di kenyamanan dan ruang

Kalau prioritasnya kabin yang lebih lapang dan nyaman, Toyota Innova Barong generasi pertama facelift patut dilirik. Model yang diproduksi antara 2013 sampai 2015 ini dikenal tangguh untuk penggunaan harian maupun perjalanan jauh.

Innova tersedia dalam pilihan mesin bensin 2.000 cc dan diesel 2.500 cc. Untuk pembeli dengan dana terbatas, varian bensin biasanya lebih menarik karena harga unit dan biaya perawatannya lebih rendah dibanding versi diesel.

Keunggulan utamanya ada pada suspensi yang nyaman, posisi duduk yang commanding, AC yang dingin, dan bagasi yang tetap besar meski baris ketiga terisi. Kemudahan mencari spare part Toyota juga menambah nilai plus di pasar bekas.

Di sisi lain, bobot mobil yang cukup berat membuat performanya terasa kurang responsif, terutama pada varian transmisi otomatis. Fitur keselamatan juga belum merata karena beberapa tipe belum dibekali ABS.

Harga Toyota Innova bensin di pasar bekas kini berada di kisaran Rp120 juta hingga Rp160 jutaan. Sementara itu, versi diesel masih bertahan di atas Rp200 juta.

Ertiga jadi jalan tengah di sekitar batas Rp100 jutaan

Suzuki Ertiga generasi pertama pre-facelift juga sering masuk radar pembeli MPV bekas. Model yang diproduksi mulai 2012 hingga 2014 ini dikenal punya suspensi yang lebih nyaman dibanding beberapa rival sekelasnya.

Ertiga memakai mesin 1.400 cc berkode K14B dengan tenaga sekitar 95 hp. Konsumsi bahan bakarnya juga cukup irit, sekitar 12 kilometer per liter untuk penggunaan harian.

Salah satu keunggulan yang banyak dicari adalah pintu tengah yang panjang, sehingga akses ke baris ketiga terasa lebih mudah. Kabinnya juga dinilai cukup nyaman untuk keluarga kecil yang lebih sering memakai mobil untuk aktivitas harian.

Pada beberapa tipe, fitur keselamatan seperti dual airbag, ABS, EBD, dan immobilizer sudah tersedia. Kekurangannya ada pada bagasi belakang dan ruang baris ketiga yang tergolong sempit karena basis mobil ini berasal dari Suzuki Swift.

Harga Suzuki Ertiga generasi pertama kini berada di kisaran Rp95 juta hingga Rp110 jutaan. Angka ini membuatnya jadi salah satu opsi paling menarik bagi pembeli yang benar-benar fokus di batas Rp100 jutaan.

Pada akhirnya, MPV bekas Rp100 jutaan tetap punya banyak pilihan dengan karakter masing-masing. Avanza cocok untuk pembeli yang mencari paket aman dan praktis, Innova lebih mengutamakan kenyamanan kabin, Ertiga menawarkan efisiensi harian, sementara Xpander tetap paling modern meski harganya belum turun ke level yang paling ideal.

Exit mobile version