Benda-benda yang dibawa NASA ke luar angkasa tidak selalu berbentuk peralatan rumit. Di antara perangkat misi yang serius, ada juga objek yang terasa lucu, familiar, bahkan nyaris seperti pajangan budaya pop.
Pilihan itu bukan tanpa alasan. Dalam beberapa misi, benda unik dipakai untuk menunjukkan mikrogravitasi, membantu edukasi, dan membuat publik lebih mudah dekat dengan sains antariksa.
Mainan kecil yang memberi tanda penting
Salah satu benda yang sempat mencuri perhatian adalah boneka dinosaurus kecil yang digunakan sebagai penanda nol gravitasi. Saat wahana memasuki kondisi mikrogravitasi, benda itu akan melayang bebas di dalam kabin.
Fungsinya sederhana, tetapi penting. Dari gerakan boneka itu, astronaut dan penonton di Bumi bisa langsung mengetahui bahwa fase nol gravitasi sudah tercapai.
Lego dan Buzz Lightyear jadi alat edukasi
NASA juga memanfaatkan Lego untuk menjelaskan sains di lingkungan tanpa gravitasi. Mainan balok ini dipakai sebagai media pembelajaran untuk memperlihatkan perbedaan gaya, gerakan, keseimbangan, dan struktur dibandingkan kondisi di Bumi.
Di sisi lain, karakter Buzz Lightyear dari Toy Story pernah tinggal berbulan-bulan di stasiun luar angkasa internasional atau ISS. Figur itu menjadi bagian dari program edukasi dan sering muncul dalam video NASA untuk menunjukkan keseharian astronaut, mulai dari tidur, makan, hingga bekerja di ruang tanpa gravitasi.
Properti film yang benar-benar ikut terbang
Dari semua benda yang pernah dibawa NASA, lightsaber Star Wars termasuk yang paling mudah menarik perhatian. Properti milik Luke Skywalker itu diterbangkan dengan pesawat ulang-alik Discovery sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-30 Star Wars.
Sebelum masuk wahana antariksa, lightsaber tersebut sempat dipamerkan dalam seremoni khusus. Momen itu mempertemukan eksplorasi ruang angkasa dengan budaya pop dan langsung menyita perhatian penggemar, ilmuwan, serta media internasional.
Jam tangan yang berubah status menjadi artefak sejarah
NASA juga pernah mengandalkan jam tangan sebagai bagian penting misi luar angkasa. Salah satu yang paling dikenal adalah Omega Speedmaster yang digunakan dalam berbagai misi era Apollo dan mendapat julukan Moonwatch.
Sebelum dipakai, jam ini harus melewati pengujian ekstrem dari NASA. Ujiannya mencakup suhu panas dan dingin yang ekstrem, tekanan tinggi, getaran peluncuran roket, dan kondisi vakum luar angkasa.
Di orbit, jam tersebut punya fungsi lebih dari sekadar aksesori. Ia menjadi cadangan bila sistem elektronik utama bermasalah, sehingga astronaut tetap memiliki alat penunjuk waktu yang akurat untuk prosedur keselamatan dan navigasi.
Deretan benda itu menunjukkan bahwa misi antariksa tidak selalu identik dengan suasana kaku. NASA juga memakai humor, nostalgia, dan budaya populer untuk membangun minat publik terhadap sains dan membuat luar angkasa terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Source: www.idntimes.com




