Di rumah, bahaya untuk lansia dengan diabetes sering muncul bukan dari hal besar, melainkan dari detail kecil yang terlihat sepele. Permukaan yang licin, pencahayaan yang kurang, sampai furnitur yang tidak pas dapat meningkatkan risiko jatuh dan cedera saat keseimbangan sudah menurun.
Pada usia 65 tahun ke atas, diabetes bisa memicu neuropati perifer yang membuat sensasi pada kaki terganggu. Kondisi ini ikut memengaruhi kemampuan menjaga keseimbangan, sehingga desain rumah yang lebih aman menjadi bagian penting untuk menjaga kemandirian penghuni.
Jalur gerak yang lebih lapang
Rumah satu lantai tanpa hambatan menjadi pilihan paling aman bagi lansia dengan diabetes. Model ini mengurangi kebutuhan naik turun tangga, yang selama ini menjadi salah satu pemicu utama jatuh.
Tata ruang terbuka juga memberi keuntungan besar karena mobilitas menjadi lebih mudah. Ruang tamu, ruang makan, dan dapur yang menyatu membantu penghuni bergerak tanpa banyak sekat atau pintu tinggi.
Jalur di dalam rumah sebaiknya bebas dari perbedaan tinggi lantai dan karpet tebal. Pintu lebar atau pintu geser juga memberi ruang lebih baik bagi pengguna alat bantu jalan maupun kursi roda.
Lantai dan kamar mandi yang lebih terkendali
Selain tata ruang, permukaan lantai ikut menentukan tingkat keamanan. Lantai licin dapat memicu terpeleset, sementara proses penyembuhan luka pada penderita diabetes sering berlangsung lebih lambat.
Sejumlah material dinilai lebih aman digunakan, seperti vinyl bertekstur, keramik anti-slip doff, kayu laminasi anti-slip, lantai gabus, bambu, dan rubber flooring. Karpet masih bisa dipakai selama jenisnya low-pile dan dilengkapi alas anti-slip.
Kamar mandi perlu perhatian paling besar karena termasuk area dengan risiko kecelakaan tertinggi. Grab bars di dekat toilet, wastafel, dan shower membantu menjaga keseimbangan saat berdiri atau duduk.
Walk-in shower tanpa ambang batas lebih aman dibanding bak mandi. Toilet duduk tinggi, kursi mandi, pancuran genggam, dan pintu geser juga membantu aktivitas mandi menjadi lebih mudah dan lebih aman.
Cahaya dan warna untuk membantu orientasi
Penurunan penglihatan pada lansia dapat terjadi seiring bertambahnya usia. Pada diabetes, gangguan penglihatan juga bisa muncul akibat retinopati diabetik.
Karena itu, setiap ruang perlu mendapat cahaya yang cukup dari sumber alami maupun lampu. Lorong, kamar tidur, kamar mandi, dan area gelap lain sebaiknya ditambah lampu malam atau pencahayaan tambahan.
Cahaya putih sejuk dinilai lebih membantu selama tidak menimbulkan silau atau bayangan tajam. Kontras warna juga penting, terutama antara dinding dan lantai serta antara saklar lampu dan dinding.
Palet krem, beige, pastel lembut, hijau, abu-abu, dan biru pastel dapat membuat rumah terasa tenang. Pilihan warna itu juga memudahkan orientasi ruang tanpa memberi kesan terlalu keras.
Dapur, area luar, dan furnitur yang mendukung aktivitas
Dapur yang ergonomis penting karena berhubungan langsung dengan pengelolaan pola makan. Konsep dapur duduk membantu mengurangi kelelahan saat mencuci atau memasak.
Penyimpanan juga perlu mudah dijangkau. Laci tarik penuh serta rak tarik atau tarik-turun membuat penghuni tidak perlu terlalu membungkuk atau menjangkau terlalu tinggi.
Jalur sirkulasi dapur idealnya minimal 120 cm agar alat bantu gerak tetap bisa bermanuver. Kompor tanpa api terbuka, kontrol suhu presisi, alarm kompor, dan exhaust juga menjadi elemen keamanan yang dianjurkan.
Area luar rumah dapat mendorong aktivitas fisik ringan seperti berjalan santai, berjemur pagi, atau berkebun sederhana. Teras dengan ramp kemiringan tidak lebih dari 7 derajat, permukaan kasar, dan pegangan tangan memberi akses yang lebih aman.
Teknologi dan pilihan perabot
Smart home dapat menambah lapisan perlindungan di rumah. Sensor gerak, lampu otomatis, termostat pintar, CCTV, bel pintu video, kunci otomatis, dan panic button membantu penghuni lebih aman sekaligus memudahkan pemantauan keluarga.
Beberapa sistem juga bisa memantau waktu tidur, detak jantung, dan napas. Fungsi ini membuat rumah tidak hanya nyaman, tetapi juga lebih mendukung kesehatan penghuninya.
Furnitur pun perlu diseleksi dengan teliti. Sofa atau kursi sebaiknya memiliki sandaran tinggi, armrest kokoh, dan dudukan yang tidak terlalu keras maupun terlalu empuk, sedangkan meja dengan sudut bulat atau oval lebih aman daripada sudut tajam.