Bocoran baru soal iPhone lipat pertama Apple mulai memberi gambaran yang lebih jelas tentang arah desain perangkat ini. Alih-alih mengejar bodi supertipis, Apple justru disebut memilih kompromi yang lebih realistis untuk ponsel dengan mekanisme lipat.
Sumber bocoran yang dibagikan oleh blogger teknologi Lanzuk atau yeux1122 menyebut perangkat ini punya ketebalan 9,23 mm saat dilipat. Angka itu sedikit lebih tebal dibanding iPhone 17 Pro Max yang disebut berada di 8,75 mm, sehingga calon iPhone lipat Apple tampak tidak akan mengandalkan desain paling tipis di kelasnya.
Bodi lebih tebal, tetapi masih masuk akal
Selisih 0,48 mm mungkin terdengar kecil, namun pada perangkat lipat angka itu tetap penting. Ketebalan tambahan biasanya muncul karena ruang internal harus dibagi untuk dua panel layar, engsel, baterai, dan modul kamera.
Dengan kondisi seperti itu, desain tipis memang sulit dicapai tanpa mengorbankan komponen lain. Bocoran ini justru menunjukkan Apple tampaknya memilih jalur yang lebih seimbang, yaitu menjaga fungsi tetap lengkap sambil mempertahankan bodi yang masih terasa ringkas.
Hal lain yang ikut mencuri perhatian adalah tonjolan kamera belakang. Menurut bocoran yang sama, bagian tersebut memiliki ketebalan 4,46 mm dan ikut menyumbang pada profil perangkat secara keseluruhan.
Jika angka bodi dilipat dan tonjolan kamera digabungkan, bagian paling menonjol perangkat ini diperkirakan mendekati 13 mm. Dari sini terlihat bahwa area kamera masih menjadi elemen penting dalam desain, bukan sekadar aksen kecil di belakang bodi.
Dimensi layar mengarah ke format yang lebih lebar
Saat dibuka, perangkat ini disebut memiliki ukuran horizontal 167,59 mm dan tinggi 120,59 mm. Susunan ukuran seperti ini memberi sinyal bahwa Apple kemungkinan mengarah ke format lipat yang cenderung lebar ketika dibentangkan.
Arah desain tersebut juga dinilai sejalan dengan render CAD dan gambar dummy yang sempat beredar lebih dulu. Artinya, bocoran terbaru tidak berdiri sendiri, melainkan memperkuat gambaran bahwa Apple sedang menyiapkan pengalaman layar utama yang terasa lebih lapang.
Pada kategori ponsel lipat, pendekatan seperti ini cukup masuk akal. Layar yang lebih luas saat dibuka bisa menjadi nilai jual utama, terutama bagi pengguna yang ingin menikmati konten atau bekerja dengan ruang tampilan yang lebih lega.
Susunan kamera dibuat padat dan efisien
Di bagian belakang, diagram yang beredar memperlihatkan area berbentuk pil untuk menampung dua kamera, LED flash, dan lubang yang diduga sebagai mikrofon sekunder. Susunan ini menunjukkan Apple berusaha memadatkan banyak fungsi ke dalam ruang yang terbatas.
Pilihan dua kamera juga menarik, karena mengisyaratkan bahwa Apple tampaknya lebih menekankan efisiensi desain ketimbang menambah sensor sebanyak mungkin. Pada perangkat lipat, ruang internal memang sering menjadi faktor yang lebih menentukan daripada sekadar jumlah kamera.
Di sisi bawah, port USB Type-C terlihat berada di dekat kisi speaker. Penempatan ini masih mengikuti pola yang familiar pada lini iPhone modern, sehingga desain dasarnya tetap terasa dekat dengan produk Apple yang sudah dikenal pengguna.
Kamera depan disiapkan di dua sisi layar
Bocoran tersebut juga menampilkan lubang kamera depan di tengah atas pada layar penutup. Sementara itu, layar utama di bagian dalam disebut membawa lubang kamera lain di sudut kiri atas.
Keduanya diduga dipakai untuk kebutuhan swafoto, tetapi diagram yang beredar tidak menampilkan area khusus untuk sensor Face ID. Kondisi ini membuat keberadaan fitur tersebut masih tanda tanya, termasuk kemungkinan apakah Apple akan memakai pendekatan biometrik yang berbeda.
Absennya penanda Face ID juga membuat posisi Dynamic Island ikut dipertanyakan. Sampai sekarang, belum ada informasi yang benar-benar menjelaskan bagaimana Apple akan menyusun fitur keamanan dan antarmuka pada iPhone lipat pertamanya.
Tombol fisik masih mengikuti pola yang akrab
Pada sisi kanan perangkat terlihat tombol daya, sedangkan sisi kiri memuat tombol volume dan Action Button. Penempatan ini memberi kesan bahwa Apple tetap mempertahankan pola ergonomi yang sudah akrab bagi pengguna iPhone.
Menariknya, diagram yang bocor tidak menunjukkan lubang atau area khusus untuk Camera Control. Itu bisa berarti fitur tersebut belum disiapkan, atau memang belum masuk ke materi yang beredar.
Warna dan nama resminya masih belum pasti
Sejauh ini, perangkat lipat Apple itu masih lebih sering disebut sebagai iPhone Ultra atau iPhone Fold. Keduanya belum bisa dianggap nama final karena Apple belum memberikan pengumuman resmi apa pun.
Bocoran juga menyebut perangkat ini kemungkinan hadir setidaknya dalam warna hitam dan putih. Namun, pilihan warna maupun nama jual resminya tetap belum dapat dipastikan sebelum Apple mengumumkannya langsung.
Laporan sumber yang sama menyebut ponsel lipat ini diperkirakan meluncur secara global bersama iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Sampai ada pernyataan resmi, seluruh detail soal ukuran, susunan kamera, dan kemungkinan fiturnya masih perlu dibaca sebagai bocoran awal, meski gambaran yang muncul sekarang sudah jauh lebih konkret dibanding rumor sebelumnya.
Source: www.gadgets360.com




