Persaingan MPV keluarga murah kembali memanas saat Nissan Grafit 2026 muncul dengan paket yang terasa sulit diabaikan. Banderol awal 5,65 lakh rupee untuk 1.001 konsumen pertama langsung menempatkannya di radar calon pembeli yang selama ini akrab dengan Toyota Calya dan Daihatsu Sigra.
Yang membuat model ini menarik bukan hanya harganya, tetapi juga cara Nissan menyusun mobil ini sebagai kendaraan keluarga yang efisien dan fungsional. Di segmen yang sangat peka terhadap biaya, kombinasi kabin tujuh penumpang, konsumsi bahan bakar irit, dan daftar fitur yang cukup panjang menjadi modal utama Grafit 2026.
Mesin kecil, fokus pada efisiensi
Nissan tidak menempatkan Grafit 2026 sebagai mobil yang mengejar performa besar. Di balik kapnya, terpasang mesin 1.0 liter naturally aspirated tiga silinder dengan tenaga 72 daya kuda dan torsi 96 Nm.
Pilihan transmisinya juga dibuat sederhana untuk pemakaian harian, yakni manual lima percepatan dan AMT atau automated manual transmission. Nissan mengklaim konsumsi BBM versi manual mencapai 19,3 kilometer per liter, sedangkan varian AMT disebut sedikit lebih irit dengan catatan 19,6 kilometer per liter.
Ada pula opsi CNG dual silinder untuk model manual. Jika dipasarkan, pilihan itu akan membuat biaya pemakaian harian semakin tertekan.
Basis yang membantu menekan harga
Grafit dibangun di atas platform yang sama dengan Renault Triber. Basis tersebut membantu Nissan menekan biaya produksi lewat tingkat lokalisasi komponen yang tinggi.
Secara ukuran, mobil ini memiliki panjang 3.987 mm, lebar 1.734 mm, dan tinggi 1.644 mm. Wheelbase-nya 2.636 mm, sementara ground clearance tercatat 182 mm, dengan postur bodi yang dibuat tegap agar ruang kabin bisa dimaksimalkan.
Pendekatan itu selaras dengan posisinya sebagai MPV tiga baris berkapasitas tujuh penumpang. Nissan tampak berusaha menjaga keseimbangan antara harga masuk yang rendah dan ruang yang tetap relevan untuk keluarga.
Kabin dibuat praktis untuk kebutuhan harian
Di bagian dalam, Grafit 2026 mengusung kabin yang sederhana namun fungsional. Bangku baris kedua bisa digeser dan direbahkan, sementara lantai kabin dibuat cenderung rata agar ruang kaki terasa lebih lega.
Dashboard juga disusun dengan pendekatan praktis. Kontrol AC tetap memakai model fisik, dan Nissan menambahkan banyak ruang penyimpanan untuk kebutuhan sehari-hari.
Pada varian tertinggi, mobil ini mendapat layar infotainment 8 inci dan panel instrumen digital 7 inci. Varian terendah masih memakai panel instrumen standar, sehingga perbedaan trim terasa jelas tanpa mengubah orientasi utamanya sebagai mobil keluarga murah.
Daftar fitur yang terasa lebih mahal dari harganya
Grafit 2026 membawa sejumlah fitur yang membuatnya terlihat lebih modern dibanding citra mobil murah pada umumnya. Kelengkapannya mencakup koneksi smartphone, cruise control, lampu otomatis, wiper otomatis, push start button, ventilasi AC belakang, wireless charger, sensor parkir, kamera mundur, dan connected car.
Eksteriornya pun dibuat lebih segar. Nissan memakai lampu LED berbentuk huruf C, grille besar, bumper berotot, roof rail, dan pelek alloy, lalu menambahkan lampu LED tegas di bagian belakang.
Keselamatan dan paket awal peluncuran
Untuk keamanan, Nissan membekali Grafit dengan enam airbags, electronic stability control, ABS dengan EBD, hill start assist, dan tire pressure monitoring system. Paket ini menjadi nilai tambah penting karena tidak semua MPV murah menawarkan perlengkapan keselamatan selengkap itu.
Nissan juga menyiapkan program khusus untuk 5.000 konsumen pertama. Keuntungannya meliputi gratis servis lima tahun, bantuan pembiayaan, dan program upgrade kendaraan.
Ada pula edisi peluncuran terbatas sebanyak 1.001 unit. Versi ini mendapat audio JBL, ambient lighting, dan dashcam dual channel.
Dengan harga awal 5,65 lakh rupee dan karakter yang menonjolkan efisiensi, kabin tujuh penumpang, serta fitur yang relatif lengkap, Nissan Grafit 2026 jelas disiapkan untuk masuk ke pertarungan yang sama dengan Toyota Calya dan Daihatsu Sigra. Kehadirannya menunjukkan bahwa Nissan ingin kembali agresif di pasar Low MPV dan LCGC MPV, sekaligus mengandalkan nama yang sudah lebih dulu dikenal lewat Serena, Grand Livina, dan Livina X-Gear.