Kawasan Kayoon dan sekitarnya menjadi salah satu titik makan paling praktis bagi penumpang yang baru tiba di Stasiun Gubeng. Dari menu rumahan sampai olahan kambing dan belut, pilihan yang tersedia cukup beragam tanpa harus berjalan jauh.
Daya tarik utamanya bukan hanya soal jarak, tetapi juga soal waktu layanan dan harga yang masih ramah di kantong. Di area ini ada tempat makan yang buka hingga malam, bahkan ada yang melayani pelanggan selama 24 jam.
Depot Sederhana Gubeng Pojok, pilihan paling fleksibel
Bagi yang ingin makan kapan saja, Depot Sederhana Gubeng Pojok jadi salah satu nama yang paling mudah diandalkan. Lokasinya sangat dekat dengan Stasiun Gubeng dan tempat ini buka 24 jam.
Menu yang ditawarkan berisi masakan rumahan khas Jawa dengan harga terjangkau. Nasi goreng, mi goreng, capcay, pecel, dan soto menjadi bagian dari pilihan yang tersedia.
Depot Ampel, incaran pencinta kambing
Tidak jauh dari stasiun, Depot Ampel dikenal sebagai tujuan kuliner Timur Tengah. Tempat ini ramai dicari karena menyajikan olahan kambing seperti nasi kebuli, sate kambing, gule, dan kambing oven.
Kambing oven disebut sebagai salah satu menu favorit yang sering habis lebih awal. Meski bangunannya tidak terlalu besar, suasananya bersih dan pelayanannya cepat.
Depot Ampel beralamat di Jalan Walikota Mustajab No.33B, Ketabang, Genteng, Surabaya. Tempat ini buka pukul 09.00–21.00 WIB dengan kisaran harga Rp 20.000–Rp 93.000.
SBS Spesial Belut Surabaya, gurih dan pedas jadi andalan
Bagi yang mencari rasa gurih dan pedas, SBS Spesial Belut Surabaya menjadi salah satu opsi yang menonjol. Menu yang paling sering dipesan di tempat ini adalah pecel belut dengan sambal khas.
Selain belut, pengunjung juga bisa memilih ayam penyet, bebek penyet, dan berbagai paket belut dengan bumbu beragam. Lokasinya berada di Ruko Landmark Kayoon, dengan area yang cukup luas untuk keluarga maupun rombongan.
Tempat makan ini juga dilengkapi mushola. SBS Spesial Belut Surabaya berada di Jalan Kayoon No.40 Kavling B, Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya, buka 10.00–22.00 WIB, dengan kisaran harga Rp 12.000–Rp 44.000.
Warung Bu Kris, nama lama yang tetap dicari
Warung Bu Kris sudah lama dikenal di kalangan pencinta kuliner Surabaya. Di kawasan Kayoon, tempat makan ini menyajikan aneka penyetan dan masakan Jawa yang kaya rasa.
Menu yang banyak dicari antara lain penyetan sambal pencit, nasi krawu, rawon, dan sop buntut. Pilihan minuman tradisional juga tersedia untuk melengkapi santapan.
Kehadiran Warung Bu Kris menambah daftar tempat makan yang membuat area dekat Stasiun Gubeng selalu ramai disambangi pembeli. Dengan banyak pilihan yang dekat, penumpang bisa makan cepat dan tetap berada di jalur yang praktis.
Lebih dari sekadar dekat stasiun
Bila dilihat dari sebaran menunya, kawasan dekat Stasiun Gubeng memang menawarkan karakter yang berbeda-beda. Ada masakan Jawa, olahan kambing, belut, sampai aneka penyetan yang semuanya mudah dijangkau dengan jalan kaki.
Kondisi ini membuat area tersebut cocok bagi wisatawan maupun penumpang transit yang ingin makan tanpa harus berpindah jauh. Di tengah lalu lintas pembeli yang terus ramai, opsi kuliner di sekitar stasiun tetap menjadi penyangga kebutuhan makan yang cepat dan terjangkau.
Source: style.tribunnews.com