Dek Rata Dan Baterai Tanam Jadi Senjata Honda, Skuter Listrik Baru Ini Dibidik Untuk Kota

Di tengah persaingan motor listrik yang makin ramai, Honda tampak menyiapkan pendekatan yang lebih membumi untuk kebutuhan harian di kota. Bocoran desain dari dokumen paten memperlihatkan skuter listrik baru dengan fokus kuat pada kepraktisan, bukan sekadar tampilan yang mengejar kesan futuristis.

Arah itu terlihat dari dua elemen utama yang langsung menonjol, yakni dek rata dan ruang baterai yang ditempatkan di bawah bodi. Kombinasi tersebut memberi petunjuk bahwa Honda ingin menghadirkan model yang lebih nyaman dipakai komuter perkotaan, termasuk untuk pasar ASEAN.

Desain yang mengutamakan fungsi harian

Secara visual, skuter listrik ini punya bodi membulat dengan garis yang halus. Permukaan luarnya dibuat minim tekukan tajam sehingga tampil bersih dan modern.

Bagian depan juga disederhanakan, tetapi tetap memberi kesan futuristis. Lampu utama menyatu dengan tameng bodi dan membentuk wajah yang tegas tanpa elemen yang berlebihan.

Kesan praktisnya makin kuat lewat dek rata yang tampak lapang. Posisi kaki jadi lebih natural, terutama saat kendaraan dipakai di lalu lintas padat yang menuntut banyak berhenti dan jalan lagi.

Jok yang tebal ikut mendukung kenyamanan. Honda terlihat ingin menghadirkan skuter listrik yang tidak hanya enak dilihat, tetapi juga cocok untuk rutinitas perkotaan.

Petunjuk penting dari area baterai

Detail paling menarik justru muncul di bagian bawah bodi. Ada lekukan khusus yang menunjukkan kompartemen baterai ditempatkan di area lantai bawah.

Penempatan baterai di posisi rendah seperti ini bukan hanya soal efisiensi kemasan. Secara teknis, posisi tersebut membantu menurunkan pusat gravitasi kendaraan.

Efeknya, skuter berpotensi terasa lebih stabil saat menikung atau saat bergerak di sela kemacetan. Karakter seperti ini sangat relevan untuk motor listrik yang dirancang sebagai kendaraan komuter harian.

Dari sisi roda, model ini terlihat memakai velg kecil dengan ban lebar. Konfigurasi seperti itu umum dipilih untuk menjaga kelincahan di jalan perkotaan yang padat, sambil tetap mempertahankan stabilitas dasar.

Sinyal arah pasar yang semakin jelas

Dokumen hak desain yang beredar mencantumkan nomor A00202601677 atas nama Honda Motor Co., Ltd. Pengumumannya diterbitkan pada Senin, 4 Mei 2026.

Nama Panithi Areesngarkul, Chatchanont Yongrum, dan Tanawut Kaewthong tercatat sebagai pendesain utama. Kehadiran tiga desainer asal Thailand itu memberi sinyal bahwa Honda memasukkan sudut pandang regional dalam pengembangan motor ini, bukan hanya pendekatan global.

Pilihan desainnya juga menunjukkan target penggunaan yang spesifik. Model ini tampak disiapkan untuk komuter perkotaan di kawasan ASEAN, dengan kemasan yang ringkas dan postur yang nyaman.

Honda sendiri belum membuka detail teknis lain untuk skuter listrik ini. Informasi soal tenaga, kapasitas baterai, jarak tempuh, dan performa masih belum diungkap dalam dokumen yang beredar.

Posisi di lini motor listrik Honda

Kemunculan paten ini menambah tanda bahwa Honda masih memperluas jajaran kendaraan listriknya. Sebelumnya, merek ini sudah menghadirkan EM1 e:, ICON e:, dan model yang lebih premium, CUV e:.

Jika melihat proporsinya, skuter baru ini berada di posisi yang menarik di antara kepraktisan ICON e: dan pendekatan yang lebih premium pada CUV e:. Dengan karakter seperti itu, model ini berpotensi mengisi celah penting di pasar motor listrik harian.

Meski belum ada pengumuman resmi soal produksi massal, pendaftaran desain ini sudah cukup memberi gambaran arah pengembangan Honda. Di pasar yang semakin padat oleh motor listrik, pendekatan yang menonjolkan kepraktisan bisa menjadi pembeda yang penting bagi pengguna kota.

Source: www.suara.com
Exit mobile version