Xiaomi menempatkan urusan debu halus sebagai fokus utama pada Mijia Wireless Vacuum Cleaner 4. Alih-alih hanya mengandalkan daya hisap, vacuum nirkabel ini membawa lampu biru 180 derajat di kepala pembersih agar kotoran yang biasanya sulit terlihat jadi lebih mudah terdeteksi.
Pendekatan itu ditujukan untuk membantu pembersihan di area yang kerap terlewat, seperti sudut gelap dan bagian bawah furnitur. Cahaya biru tersebut juga diproyeksikan hingga 30 sentimeter ke depan, sehingga partikel kecil di lantai lebih gampang terlihat saat kondisi ruangan redup.
Di sisi performa, Xiaomi membekali perangkat ini dengan motor brushless yang berputar hingga 120.000 RPM. Daya hisapnya diklaim mencapai 230AW dengan kekuatan maksimum 25.000Pa, yang diarahkan untuk kebutuhan harian seperti rambut hewan, remah makanan, dan debu halus.
Perangkat ini juga membawa sensor inframerah untuk membaca jumlah debu yang lewat. Saat mode pintar aktif, vacuum dapat menyesuaikan tenaga hisap secara otomatis, sehingga daya kerja naik di area yang lebih kotor dan turun di permukaan yang lebih bersih.
Fokus pada area yang sering terabaikan
Selain membantu melihat debu, Xiaomi memberi dukungan pembersihan tepi sisi kanan pada kepala pembersih. Fitur ini ditujukan agar kotoran di sepanjang pinggir dinding atau baseboard lebih mudah terangkat saat proses menyapu lantai.
Xiaomi juga menaruh perhatian pada persoalan rambut yang sering melilit roller. Karena itu, Mijia Wireless Vacuum Cleaner 4 memakai sistem anti-kusut ganda pada sikat utama dan sikat tungau bermotor.
Sikat lantai utamanya memiliki struktur sisir bawaan yang membantu memisahkan rambut saat roller berputar. Sementara itu, sikat tungau bermotor menggunakan mekanisme floating untuk mengarahkan rambut langsung ke saluran hisap.
Baterai bisa dilepas dan diganti
Untuk urusan daya, vacuum ini memakai baterai lepas-pasang dengan delapan sel berkapasitas 2600mAh. Xiaomi mengklaim durasi pakainya bisa mencapai 90 menit pada pengaturan hemat energi terendah.
Namun, angka tersebut berubah sesuai mode penggunaan. Pada Smart Mode, durasinya berada di kisaran 18 hingga 37 menit, sedangkan pada pengaturan hisap maksimum baterai disebut habis dalam sekitar 10 menit.
Karena baterainya dapat dilepas, pengguna juga bisa menyiapkan baterai cadangan yang sudah terisi. Skema ini memberi fleksibilitas saat sesi bersih-bersih berlangsung lebih lama, sementara pengisian bisa dilakukan secara terpisah ketika perangkat tidak digunakan.
Penyaringan dan paket penjualan
Xiaomi menggunakan sistem siklon 12-cone untuk memisahkan debu dari aliran udara. Sistem ini dirancang agar filter tidak cepat tersumbat ketika perangkat dipakai berulang.
Di dalamnya juga ada filtrasi lima tahap, termasuk filter HEPA kelas H13. Xiaomi menyebut filter tersebut mampu menangkap 99,99 persen partikel berukuran hingga 0,3 mikron.
Paket penjualannya mencakup sikat lantai utama, sikat tungau, dan alat celah 2-in-1. Di gagang perangkat juga tersedia layar LED untuk menampilkan level baterai dan mode pembersihan, sementara dock dinding bawaan disiapkan untuk penyimpanan sekaligus pengisian.
Di China, Mijia Wireless Vacuum Cleaner 4 dibanderol 999 yuan dan sudah masuk masa pre-sale melalui JD.com. Kehadirannya mengikuti peluncuran model 4C yang lebih dulu diperkenalkan Xiaomi, di tengah rangkaian produk rumah tangga lain seperti ketel listrik berbahan titanium steel 1,7 liter dan sikat gigi listrik berbodi aluminium dengan analisis menyikat gigi secara real-time.
Source: www.gizmochina.com