Peringatan Hari Buruh Internasional di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, tidak hanya menjadi panggung seruan soal hak kerja. Dalam momen itu, Presiden RI Prabowo Subianto mengarahkan perhatian pada dua kebutuhan yang sangat dekat dengan hidup buruh sehari-hari: tempat penitipan anak yang murah dan rumah yang terjangkau.
Sinyal ini penting karena pembahasan kesejahteraan pekerja terlihat bergeser dari urusan upah dan jam kerja semata. Prabowo menangkap langsung aspirasi yang disuarakan para pekerja, lalu menempatkan pengasuhan anak dan hunian layak sebagai bagian dari dukungan nyata bagi buruh.
Daycare jadi kebutuhan yang makin mendesak
Salah satu usulan yang paling ditekankan dalam pertemuan itu adalah penyediaan daycare yang mudah diakses dan terjangkau. Prabowo menyebut masukan tersebut sebagai gagasan yang baik dan berjanji pemerintah akan memperjuangkannya secepat mungkin.
Bagi pekerja yang memiliki anak kecil, layanan penitipan anak bukan sekadar fasilitas tambahan. Daycare dapat memberi ruang aman bagi anak sekaligus membantu buruh membagi fokus antara pekerjaan dan tanggung jawab keluarga.
Hunian dekat kerja untuk kurangi beban harian
Selain urusan pengasuhan, Prabowo kembali menegaskan komitmen pemerintah terhadap rumah terjangkau bagi pekerja. Ia menyebut sudah ada 350 ribu unit rumah yang dibangun pada tahun ini dan target minimalnya mencapai 1 juta rumah.
Pemerintah juga disebut akan terus mempercepat program itu agar dapat dimulai pada tahun ini. Arah kebijakannya dibuat dekat dengan kebutuhan buruh, termasuk dengan menempatkan hunian di kawasan yang tidak jauh dari lokasi kerja.
Kawasan baru dengan fasilitas lengkap
Rencana pemerintah tidak berhenti pada pembangunan rumah semata. Prabowo turut mengungkap gagasan membangun kota-kota baru yang masing-masing mampu menampung sekitar 100 ribu rumah susun.
Kawasan itu dirancang memiliki fasilitas pendukung yang lengkap untuk kehidupan pekerja. Di dalamnya akan ada sekolah, sarana olahraga, rumah sakit, daycare, dan transportasi umum.
Mobilitas pekerja ikut jadi perhatian
Prabowo menekankan pentingnya kelancaran mobilitas agar pekerja bisa datang ke tempat kerja dengan mudah. Karena itu, transportasi umum menjadi bagian penting dari rancangan kawasan baru tersebut.
Ia juga menyebut moda seperti kereta ringan atau bus sebagai elemen yang dibutuhkan dalam sistem kawasan itu. Dengan dukungan mobilitas yang baik, jarak antara rumah dan tempat kerja diharapkan tidak lagi menjadi beban harian bagi buruh.
Pesan yang lebih luas dari May Day
Pernyataan Prabowo di hadapan buruh menunjukkan bahwa kesejahteraan pekerja kini dibaca lebih luas daripada sekadar pendapatan. Pengasuhan anak, tempat tinggal, dan akses transportasi ikut diposisikan sebagai faktor yang memengaruhi kualitas hidup pekerja.
Jika program daycare murah, rumah terjangkau, dan kota baru berfasilitas lengkap benar-benar berjalan, dampaknya akan terasa langsung bagi keluarga pekerja. Janji yang disampaikan di Monas itu pun memberi sinyal bahwa kebutuhan harian buruh mulai mendapat tempat dalam arah kebijakan pemerintah.
Source: www.medcom.id




