Keterbatasan daya tampung sekolah negeri di Jawa Timur menjadi sorotan dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB 2026. Di tengah kondisi itu, pemerintah provinsi menekankan bahwa layanan tetap harus berjalan tertib dan mudah diakses oleh calon peserta didik.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan pengaturan layanan sudah disiapkan agar tahapan awal pendaftaran tidak menumpuk di satu titik. Ia meninjau langsung pelaksanaan rangkaian SPMB 2026 di SMA Negeri 5 Surabaya dan SMA Negeri 9 Surabaya, Selasa (2/6/2026).
Layanan dibuka lebih longgar
Pemprov Jatim menata jadwal pelayanan agar lebih fleksibel dan memperpanjang rentang waktu layanan di sekolah. Langkah ini juga dibarengi penambahan operator supaya proses pengambilan personal identification number atau PIN bisa berlangsung lebih lancar.
Menurut Khofifah, pengaturan seperti itu penting agar calon peserta didik tidak kesulitan mengakses layanan. Ia melihat antrean di sekolah-sekolah rujukan masih terkendali dan ruang verifikasi cukup longgar.
Situasi itu dinilai berbeda dari kondisi tahun sebelumnya, ketika sebagian warga sempat datang sangat pagi ke sekolah tujuan untuk menghindari penumpukan. Dengan pengaturan baru, pemerintah berharap antrean tetap teratur meski jumlah pemohon PIN diperkirakan naik setelah surat keterangan lulus dari sekolah asal terbit.
Kuota layanan terus bergerak
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menyiapkan 1.495.200 PIN untuk SPMB 2026. Dari jumlah itu, 145.107 kuota sudah terisi dan 114.070 calon murid telah tertangani.
Khofifah menegaskan bahwa penguatan layanan tidak hanya berlaku di Surabaya, tetapi juga dijalankan di kabupaten dan kota se-Jawa Timur. Di tiap sekolah, rata-rata tersedia 10 operator untuk membantu verifikasi dan pengambilan PIN.
Daya tampung negeri masih terbatas
Di balik kelancaran layanan, ada persoalan lain yang tetap perlu dipahami calon murid dan orang tua. Khofifah mengingatkan bahwa daya tampung seluruh SMAN dan SMKN di Jawa Timur hanya sekitar 39,3 persen dari total lulusan SMP dan sederajat.
Artinya, tidak semua lulusan bisa tertampung di sekolah negeri. Karena itu, sebagian calon murid perlu menyiapkan pilihan lain di luar jalur sekolah negeri.
Peran sekolah swasta makin besar
Khofifah juga memberi perhatian pada meningkatnya partisipasi sekolah swasta dalam memberi beasiswa. Pada 2026, ada 2.106 SMA dan SMK swasta yang menyediakan program beasiswa, lebih banyak dibanding 1.757 sekolah pada tahun sebelumnya.
Jumlah penerima manfaat beasiswa juga naik menjadi 79.086 siswa pada 2026, dari 72.989 siswa pada 2025. Dukungan ini dinilai membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memperluas peluang belajar bagi anak-anak di Jawa Timur.
Jadwal pengambilan PIN dan verifikasi
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan bahwa pengambilan PIN berlangsung hingga 9 Juni 2026. Setelah itu, verifikasi data berakhir pada 10 Juni 2026.
Aries menyebut antrean pengambilan PIN di sekolah berjalan lebih lancar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Setiap sekolah mendapat kuota layanan harian sebanyak 200 calon murid, dengan layanan yang tetap dibuka pada akhir pekan dan hari libur.
Ia juga menegaskan bahwa pengambilan PIN menjadi tahap penting dalam seleksi SPMB, baik untuk jalur domisili, afirmasi, mutasi, maupun jalur lainnya. PIN dapat diambil secara daring, sedangkan verifikasi dilakukan di sekolah tujuan untuk mencocokkan dokumen yang sudah diunggah sebelumnya.
Dengan penguatan layanan tersebut, Pemprov Jatim menargetkan SPMB 2026 tetap tertib di tengah terbatasnya daya tampung sekolah negeri. Fokus utama kini ada pada kelancaran pelayanan di sekolah-sekolah tujuan agar calon murid dapat melewati tahap awal seleksi tanpa hambatan berarti.
Source: majalahnurani.com