Daya Tahan dan Dukungan Panjang Jadi Andalan Samsung Galaxy A57 5G, Harga Hampir Rp 9 Juta

Yang paling menonjol dari Samsung Galaxy A57 5G bukan sekadar spesifikasi yang naik, melainkan rasa aman untuk dipakai dalam jangka panjang. Ponsel ini hadir dengan kombinasi performa yang cukup kencang, layar yang nyaman, baterai besar, dan dukungan software yang sangat panjang, sehingga lebih terasa sebagai perangkat harian yang matang daripada sekadar produk baru yang mengejar perhatian sesaat.

Di kelas harga yang nyaris menyentuh Rp 9 juta, pendekatan seperti itu menjadi pembeda penting. Samsung tampaknya sengaja menempatkan Galaxy A57 5G sebagai ponsel yang stabil, praktis, dan siap dipakai lama tanpa banyak kompromi dalam pengalaman dasar.

Layar dan bodi yang terasa lebih serius

Dari sisi fisik, Galaxy A57 5G tampil lebih ringkas dengan ketebalan 6,9 mm dan bobot 179 gram. Ukuran tersebut membuat perangkat ini lebih enak digenggam dan tidak cepat melelahkan saat digunakan dalam waktu lama.

Kesan premiumnya ikut diperkuat oleh frame aluminium brushed. Samsung juga meningkatkan proteksi ke sertifikasi IP68, naik dari IP67 pada generasi sebelumnya, sementara perlindungan Gorilla Glass Victus+ tetap disertakan untuk penggunaan harian.

Bagian layar menjadi salah satu nilai jual paling kuat. Samsung membekali perangkat ini dengan panel Super AMOLED+ 6,7 inci Full HD+ dan refresh rate 120Hz, yang membuat perpindahan layar terasa mulus saat scrolling, menonton video, atau bermain game kasual.

Bezel yang lebih ramping dan simetris membantu rasio screen-to-body mencapai sekitar 88,8 persen. Tingkat kecerahan hingga 1.900 nit, dukungan HDR10+, serta Vision Booster juga membuat layar tetap nyaman dipakai di luar ruangan, termasuk di bawah sinar matahari.

Pengguna masih bisa memilih mode warna Vivid atau Natural sesuai kebutuhan. Samsung juga menyematkan Eye Comfort Shield untuk membantu mengurangi paparan cahaya biru ketika layar dipakai lebih lama.

Performa yang fokus pada pengalaman harian

Di bagian dapur pacu, Galaxy A57 5G memakai Exynos 1680 dengan GPU AMD Xclipse 550 berbasis RDNA 3. Kombinasi ini membuat penggunaan sehari-hari terasa lancar untuk multitasking, media sosial, streaming, dan editing ringan.

Untuk gamer berat, ponsel ini belum bisa disebut istimewa. Beberapa game kompetitif masih dibatasi pada pengaturan grafis tertentu, sehingga posisinya tetap lebih kuat untuk kebutuhan umum ketimbang mengejar performa gaming ekstrem.

Hasil benchmark menunjukkan lonjakan yang cukup jelas dibanding generasi sebelumnya. Pada Antutu, Galaxy A57 5G mencatat 1.341.650, jauh di atas Galaxy A56 yang meraih 909.431 dan Galaxy A55 yang mencatat 718.697.

Di Geekbench, skor single core tercatat 1.377 dan multi core 4.411. Angka itu juga lebih tinggi dibanding Galaxy A56 yang memperoleh 1.355 dan 3.780, serta Galaxy A55 dengan 1.152 dan 3.380.

Suhu lebih terjaga untuk pemakaian panjang

Samsung juga memberi perhatian pada manajemen panas. Vapor chamber yang lebih besar membantu perangkat tetap adem saat dipakai dalam durasi panjang, sesuatu yang penting untuk ponsel yang diposisikan nyaman dipakai seharian.

Kombinasi performa yang cukup kencang dan suhu yang lebih terkontrol membuat pengalaman penggunaan terasa lebih tenang. Karakter ini mendukung citra Galaxy A57 5G sebagai perangkat yang tidak hanya cepat di awal, tetapi juga stabil saat dipakai terus-menerus.

Kamera tetap familiar, hasilnya dibuat lebih baik

Susunan kameranya tidak berubah dari Galaxy A56. Galaxy A57 5G masih membawa kamera utama 50 MP dengan OIS, ultrawide 12 MP, makro 5 MP, dan kamera depan 12 MP.

Meski hardware-nya sama, Samsung meningkatkan pemrosesan gambar lewat ISP yang diperbarui. Hasil foto siang hari terlihat tajam dengan dynamic range yang baik, sementara performa low-light ikut membaik berkat peningkatan Nightography.

Kamera ultrawide masih cukup memuaskan saat cahaya terang. Namun, performanya tetap menurun ketika cahaya minim sehingga hasilnya belum sekuat kamera utama.

Untuk perekaman video, Galaxy A57 5G mendukung hingga 4K 30fps dari kamera depan maupun belakang, termasuk ultrawide. Kamera belakang juga mendukung 1080p 60fps, sedangkan stabilisasi hanya aktif pada mode 30fps.

Baterai besar dan pengisian yang tetap praktis

Daya tahan menjadi bagian lain yang menguatkan karakter perangkat ini. Galaxy A57 5G membawa baterai 5.000 mAh yang diklaim bisa bertahan lebih dari sehari, dengan screen-on time sekitar 6 jam saat refresh rate 120Hz aktif.

Dalam pengujian PCMark, perangkat ini mencatat 15 jam 34 menit. Angka tersebut cukup menunjukkan bahwa ponsel ini aman dipakai seharian tanpa terlalu sering mencari colokan.

Pengisian cepat 45W juga tersedia. Dari 0 ke 50 persen, perangkat ini butuh sekitar 22 menit, sedangkan pengisian penuh memakan waktu sekitar 1 jam 15 menit, meski charger dijual terpisah.

Daya tarik terbesar justru ada di software

Sisi perangkat lunak menjadi pembeda yang sangat kuat. Galaxy A57 5G menjalankan Android 16 dengan One UI 8.5 langsung dari kotak, lalu mendapat janji 6 tahun pembaruan OS dan 6 tahun pembaruan keamanan.

Dengan dukungan seperti itu, perangkat ini diprediksi masih mendapat pembaruan hingga Android 22. Untuk kelas menengah, komitmen jangka panjang semacam ini membuatnya terasa lebih future-proof dan memberi nilai tambah yang sulit diabaikan.

One UI 8.5 juga disebut halus dan responsif. Samsung menambahkan Now Bar untuk menampilkan informasi dan saran personal berbasis AI yang membantu pengelolaan tugas dan rutinitas harian.

Fitur AI yang dibawa memang tidak sebanyak lini flagship, tetapi masih cukup lengkap untuk kebutuhan umum. Daftarnya mencakup Generative Wallpapers, AI Select lewat Edge Panel untuk ekstraksi teks dan pembuatan konten, Drag & Drop antar aplikasi di Multi-Window, Voice Recorder dengan transkripsi AI, Object Eraser, Best Face, dan Auto Trim untuk editing video.

Secara keseluruhan, Samsung Galaxy A57 5G terasa lebih matang ketimbang sekadar menarik di atas kertas. Peningkatannya paling masuk akal bagi pengguna Galaxy A55 atau seri yang lebih lama, sementara pemilik Galaxy A56 kemungkinan belum akan merasa perlu beralih dalam waktu dekat.

Source: inet.detik.com
Exit mobile version