Langkah Jawa Tengah dalam membangun ekosistem halal membuat provinsi ini dipandang lebih maju dibanding banyak daerah lain. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal menilai pendekatan yang dipakai pemerintah provinsi sudah bergerak dari sekadar dukungan program menjadi bagian dari arah kebijakan pembangunan daerah.
Sorotan itu muncul karena Jawa Tengah tidak hanya berbicara soal sertifikasi, tetapi juga menata sejumlah sektor yang saling terhubung. Penguatan rumah potong hewan, pengawasan UMKM, pengembangan desa wisata halal, hingga pariwisata ramah muslim masuk dalam kerangka yang sama.
Halal Masuk ke Tata Kelola yang Lebih Luas
BPJPH melihat Jawa Tengah berani membawa isu halal ke level tata kelola yang lebih menyeluruh. Pengawasan tidak lagi dipahami sebatas urusan kebersihan atau sanitasi, melainkan juga mencakup sertifikasi halal sebagai bagian dari pengendalian layanan.
Salah satu indikator yang disorot adalah pengawasan terhadap lebih dari 4.000 Satuan Pelayanan Penyelenggara Gizi atau SPPG. Dari jumlah tersebut, 4.211 SPPG disebut sudah memiliki sertifikat halal.
Kondisi ini menunjukkan bahwa penerapan halal di Jawa Tengah tidak berdiri sendiri. Sistemnya dikaitkan dengan layanan publik dan pengawasan operasional, sehingga arah kebijakannya terlihat lebih terhubung.
Dukungan Daerah yang Mendorong Layanan Lebih Dekat
Sinergi antara pemerintah daerah dan BPJPH juga menjadi bagian penting dari penilaian tersebut. Dalam audiensi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dengan BPJPH di kantor lembaga itu di Jakarta Timur, muncul penegasan komitmen Pemprov Jawa Tengah untuk memperkuat layanan halal.
Salah satu bentuk dukungan yang disorot adalah rencana hibah tanah dan bangunan untuk kantor perwakilan BPJPH di Jawa Tengah. Fasilitas itu dinilai dapat mempercepat layanan halal agar lebih dekat dengan pelaku usaha.
Ketua BPJPH Ahmad Haikal Hasan menilai kerja sama semacam itu sebagai pola yang kuat untuk diterapkan di wilayah lain. Dukungan infrastruktur dianggap penting karena layanan halal tidak cukup hanya berhenti pada kebijakan, tetapi juga perlu akses yang mudah dijangkau.
Masuk ke Jalur Perencanaan Pembangunan
Dari sisi pemerintah provinsi, agenda ekosistem halal yang dikawal Jawa Tengah bukan program yang berdiri sendiri. Taj Yasin Maimoen menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan tindak lanjut konkret dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan untuk 2027.
Pernyataan itu menandakan isu halal sudah masuk ke jalur perencanaan pembangunan daerah. Dengan begitu, halal tidak diposisikan sebagai tambahan administratif, melainkan sebagai bagian dari strategi pembangunan yang lebih besar.
Pendekatan seperti ini memberi arah yang lebih jelas bagi kebijakan daerah. Unsur konsumsi, produksi, pengawasan, dan layanan digerakkan dalam satu kerangka sehingga implementasinya lebih mudah disusun di lapangan.
Mengapa Jawa Tengah Menarik Perhatian Nasional
Bagi BPJPH, Jawa Tengah layak dijadikan percontohan nasional karena daerah ini tidak menunggu jalannya program secara lambat. Pemprov dinilai cepat membangun sistem yang siap dan terintegrasi sejak awal.
Kombinasi antara sertifikasi, pengawasan, pengembangan wisata halal, dan dukungan fasilitas layanan membuat ekosistem halal di Jawa Tengah terlihat lebih utuh. Di titik ini, halal tidak lagi diperlakukan sebagai isu sektoral yang terpisah-pisah.
Rumah potong hewan, UMKM, SPPG, dan desa wisata halal berada dalam satu rangkaian kebijakan yang saling mendukung. Karena itu, posisi Jawa Tengah sebagai role model nasional lebih banyak ditentukan oleh cara daerah ini menyusun kerja lintas sektor, bukan semata oleh angka sertifikasi.
Arah Kebijakan Daerah Mulai Bergerak Lebih Terpadu
Model yang dibangun Jawa Tengah memberi gambaran bahwa kebijakan halal akan lebih efektif jika dimasukkan sejak awal ke desain pembangunan daerah. Dengan cara itu, program halal dapat menyentuh pelaku usaha, layanan publik, dan sektor pariwisata secara bersamaan.
Pola tersebut juga menunjukkan perubahan cara pandang dalam pengelolaan daerah. Halal tidak ditempatkan sebagai kebijakan tambahan, tetapi sebagai bagian dari ekosistem yang menata konsumsi, produksi, hingga layanan dengan lebih terarah.
Source: radarsolo.jawapos.com