Finis keenam di Jerez menjadi penegasan bahwa Veda Ega Pratama mampu membalikkan situasi sulit menjadi hasil besar. Start dari posisi ke-17, pebalap muda Indonesia itu tetap pulang dengan tambahan 10 poin yang langsung mengangkat posisinya di klasemen sementara Moto3 2026.
Hasil tersebut tidak datang dengan mudah. Sejak awal, Veda harus bekerja keras karena hari balapan dimulai jauh dari barisan depan, padahal catatan kualifikasi sempat memberi harapan lebih besar sebelum insiden di akhir sesi mengubah semuanya.
Perubahan besar dari kualifikasi ke balapan
Pada sesi kualifikasi kedua, Veda sempat mencuri perhatian saat mencatat waktu terbaik 1 menit 45,738 detik. Ia bahkan sempat memimpin sesi, menunjukkan bahwa kecepatannya cukup kompetitif untuk bersaing di kelompok depan.
Namun, momentum itu terhenti setelah highside di penghujung sesi. Insiden tersebut membuatnya gagal memperbaiki waktu dan harus menerima старт dari posisi 17, dengan selisih 1,6 detik dari peraih pole position.
Kondisi itu jelas menuntut pendekatan berbeda saat balapan dimulai. Alih-alih bermain aman, Veda langsung mengambil risiko yang terukur untuk menutup jarak dengan para pesaing di depannya.
Bangkit cepat sejak lampu start padam
Begitu balapan dimulai, Veda bergerak agresif dan langsung memperbaiki posisinya. Pada lap pertama, ia sudah naik ke urutan ke-14, sebuah awal yang memberi sinyal bahwa ia tidak ingin terjebak terlalu lama di belakang.
Kecepatan dan konsistensi menjadi modal utama dalam fase berikutnya. Veda terus mencari ruang untuk menyalip tanpa kehilangan ritme, meski persaingan di lintasan berlangsung rapat.
Perlahan tetapi pasti, posisinya terus membaik. Dari pebalap yang memulai lomba dari urutan 17, ia berhasil masuk ke kelompok yang jauh lebih kompetitif dan ikut memanaskan perebutan posisi terdepan.
Masuk lima besar dan terlibat duel ketat
Pada lap ke-13, Veda sudah menembus lima besar. Capaian itu menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar bertahan, tetapi benar-benar mampu ikut bersaing dalam pertarungan yang lebih serius di barisan depan.
Situasi tersebut memperlihatkan kemampuan adaptasinya saat menghadapi tekanan. Kondisi yang semula tampak merugikan justru berubah menjadi kesempatan untuk menunjukkan daya saing di tengah balapan.
Persaingan paling panas datang menjelang finis ketika Veda berduel dengan pebalap Spanyol, Alvaro Carpe, untuk merebut posisi kelima. Pertarungan berlangsung rapat hingga lap terakhir dan memaksa Veda menjaga fokus penuh di setiap tikungan.
Tambahan poin yang berdampak besar
Pada momen penentuan, Carpe melakukan manuver agresif yang mengganggu momentum Veda. Akibatnya, posisi Veda turun satu tingkat dan ia menutup balapan di urutan keenam.
Meski gagal mengunci lima besar, hasil itu tetap bernilai tinggi karena diraih setelah start dari belakang dan melewati tekanan hampir sepanjang lomba. Finis keenam juga menegaskan bahwa Veda mampu menjaga performa sampai garis akhir meski situasinya tidak ideal sejak awal.
Tambahan 10 poin dari Jerez memberi pengaruh langsung pada klasemen sementara Moto3 2026. Kini Veda mengoleksi 37 poin dan menempati posisi keenam, sebuah capaian yang menunjukkan kestabilan performanya di musim ini.
Perjalanan di Jerez pada akhirnya menggambarkan dua hal penting sekaligus, yaitu ketangguhan saat menghadapi masalah di kualifikasi dan ketenangan ketika balapan berjalan ketat. Dari posisi 17 hingga finis keenam, Veda kembali membuktikan bahwa ia bisa menjaga daya saing di grup depan dan tetap membawa pulang poin penting untuk klasemen.
Source: www.medcom.id