Dari Luka Dan Dukungan, Kang Dan Sim Menemukan Alasan Baru Mengejar Akting di My Royal Nemesis

Bagi Kang Dan Sim di My Royal Nemesis, keputusan untuk menekuni akting tidak lahir dari keinginan sesaat. Karakter yang bangkit dari kematian lalu terjebak di tubuh Shin Seo Ri itu justru melihat dunia akting sebagai ruang untuk meninggalkan jejak dan membuat hidupnya berarti.

Dorongan itu tumbuh dari pengalaman yang lebih rumit daripada sekadar ambisi karier. Ada luka lama, rasa kagum, dukungan orang-orang di sekelilingnya, hingga kemarahan atas perlakuan merendahkan yang dialami Shin Seo Ri.

Salah satu titik balik terkuat muncul ketika Dan Sim melihat Shin Seo Ri kecil sedang berakting. Ia langsung tersentuh dan bahkan menangis, meski saat itu belum sepenuhnya memahami alasan emosinya begitu kuat.

Momen itu mengubah cara pandangnya. Akting yang semula terasa asing perlahan terlihat sebagai jalan hidup yang punya nilai besar, karena seseorang bisa hidup lewat karya dan tetap dikenang orang lain meski tidak pernah bertemu langsung.

Perubahan pandangan itu makin kuat setelah Dan Sim mengetahui bahwa Seo Ri pernah dikenal sebagai aktris cilik. Namun, perjalanan karier itu tidak berlanjut seperti harapan dan justru meredup ketika Seo Ri tumbuh dewasa.

Bagi Dan Sim, kondisi tersebut membuat mimpi akting terasa seperti sesuatu yang belum selesai. Ia tidak melihatnya hanya sebagai target pribadi, melainkan sebagai perjalanan yang sempat terhenti dan layak diteruskan.

Keyakinan itu juga diperkuat saat ia berada di goshiwon dan melihat jejak perjuangan Seo Ri di tempat tersebut. Dari sana, Dan Sim menangkap tekad besar Seo Ri untuk benar-benar menjadi aktris terkenal.

Pengalaman itu membuatnya semakin yakin bahwa semangat Seo Ri belum padam. Ia lalu terdorong untuk melanjutkan mimpi itu dengan kesungguhan yang sama.

Di sisi lain, Dan Sim juga merasakan arti dukungan ketika banyak orang memberi apresiasi atas aktingnya. Bahkan, penampilannya disebut lebih bagus dibanding pemeran asli di televisi.

Pujian seperti itu membuat Dan Sim merasa keberadaannya dihargai. Ia tidak lagi memandang akting hanya sebagai aktivitas yang dijalankan karena keadaan, tetapi sebagai sesuatu yang benar-benar mendapat tempat di mata orang lain.

Fondasi emosional lain datang dari keluarga Seo Ri, terutama nenek yang tidak pernah lelah memberi dukungan. Sosok itu menjadi penopang penting dalam hidup Seo Ri, dan bagi Dan Sim, dukungan seperti itu ikut menguatkan alasan untuk terus maju.

Ia melihat bahwa mimpi Seo Ri berdiri di atas kasih sayang yang tulus. Karena itu, perjuangan menuju dunia akting terasa semakin layak dijaga dan diteruskan.

Dan Sim juga tidak berjalan sendirian. Cha Se Gye memberi dukungan dengan mengakuisisi agensi demi membantu kariernya sebagai aktris.

Langkah itu membuat perjuangan Dan Sim terasa lebih nyata. Ia punya ruang yang lebih kuat untuk bergerak di dunia akting, bukan sekadar bertahan dari situasi yang membawanya ke sana.

Di balik semua itu, ada pula dorongan untuk melawan perlakuan yang merendahkan Seo Ri. Dan Sim marah ketika menyadari bahwa Seo Ri kerap diperlakukan rendah oleh para pemeran utama.

Dari kemarahan itu, tumbuh tekad untuk membalas perlakuan tersebut lewat kesuksesan. Ambisinya pun melebar, bukan hanya soal mengejar karier, tetapi juga soal membuktikan nilai diri dan menghentikan ketidakadilan yang menimpa Seo Ri.

Kekaguman Dan Sim terhadap profesi aktris menjadi unsur penting lain dalam keputusannya. Baginya, aktris adalah sosok luar biasa karena mampu membuat orang tertawa dan menangis hanya dalam sekejap.

Sebagai seseorang yang baru hidup di era modern, kemampuan itu terasa menakjubkan. Dari rasa kagum itulah keinginannya untuk ikut merasakan pengalaman serupa tumbuh semakin kuat di My Royal Nemesis, yang tayang setiap Jumat dan Sabtu.

Source: www.idntimes.com
Exit mobile version