Dari Lahan Peternakan ke Pusat Kendali NASA, Kisah Johnson Space Center yang Tak Terduga

Kalimat “Houston, we’ve had a problem” membuat Johnson Space Center dikenal jauh melampaui dunia antariksa. Ruang kontrol di kompleks NASA inilah yang menjadi saksi salah satu momen paling terkenal dalam sejarah Apollo 13 saat misi itu menghadapi keadaan darurat.

Di balik reputasi itu, Johnson Space Center bukan sekadar lokasi kerja di Houston. Kompleks ini menjadi pusat penting untuk melatih astronaut, mengendalikan misi, dan menyiapkan berbagai fasilitas yang mendukung operasi NASA di luar angkasa.

Pusat kendali yang tak pernah berhenti

Salah satu bagian paling penting di dalam kompleks ini adalah Christopher C. Kraft Jr. Mission Control Center. Ruang ini beroperasi 24 jam penuh untuk memantau misi luar angkasa NASA, termasuk kondisi International Space Station.

Dari ruangan itu, tim NASA juga mengatur jadwal misi dan berkomunikasi langsung dengan astronaut. Peran tersebut membuat Johnson Space Center selalu berada di garis depan ketika NASA menjalankan misi besar, termasuk program Artemis yang disiapkan untuk membawa manusia kembali ke Bulan.

Tempat latihan untuk kondisi yang sangat berbeda dari Bumi

Selain sebagai pusat komando, Johnson Space Center juga dikenal karena fasilitas pelatihan astronaut yang sangat spesifik. Salah satu yang paling menonjol adalah Neutral Buoyancy Laboratory, kolam renang indoor raksasa yang dipakai untuk melatih astronaut menghadapi kondisi tanpa gravitasi dan simulasi spacewalk.

Kolam ini memiliki panjang sekitar 61 meter dan kedalaman lebih dari 12 meter. Dalam latihan tersebut, astronaut tidak bekerja sendirian karena ada penyelam profesional yang mendampingi, sementara ruang kontrol, kamera bawah air, dan ruang medis ikut menjaga keamanan proses latihan.

Makanan astronaut juga dirancang di sini

Kompleks ini juga menaungi Space Food Systems Laboratory, tempat NASA mengembangkan makanan astronaut. Tugasnya mencakup penyusunan menu, pengujian kualitas, serta perancangan kemasan khusus agar makanan tetap layak dibawa ke luar angkasa.

Makanan untuk astronaut harus memenuhi banyak syarat sekaligus, yaitu bergizi, tahan lama, dan tetap nyaman dikonsumsi dalam kondisi tanpa gravitasi. Karena itu, sebagian makanan dibuat dalam bentuk kering atau dikemas secara khusus agar lebih praktis digunakan di orbit.

Salah satu detail yang paling dikenal adalah minuman Tang. Minuman ini masih digunakan astronaut di International Space Station hingga sekarang dan telah lama identik dengan kebutuhan makan-minum di luar angkasa.

Berawal dari ambisi menuju Bulan

Sejarah Johnson Space Center tidak bisa dilepaskan dari dorongan besar Amerika Serikat untuk mencapai Bulan. NASA memilih Houston pada September 1961, tak lama setelah Presiden John F. Kennedy menetapkan target pendaratan manusia di Bulan sebelum akhir dekade 1960-an.

Ketika mulai digunakan pada 1964, fasilitas ini masih bernama Manned Spacecraft Center. Lahan yang kini menjadi pusat antariksa itu dulu merupakan area peternakan, dan jejak masa lalunya masih terasa lewat keberadaan sapi Longhorn di sekitar kompleks.

Perubahan dari peternakan menjadi pusat antariksa menunjukkan betapa besar peran lokasi ini dalam sejarah eksplorasi manusia. Dari sana, Johnson Space Center berkembang menjadi salah satu simpul utama NASA dalam mengelola misi dan menyiapkan kru sebelum terbang ke luar angkasa.

Tempat lahir momen Apollo 13

Nama Johnson Space Center kembali mencuat saat Apollo 13 mengalami masalah serius. Saat ledakan kecil terdengar di pesawat luar angkasa, para astronaut segera mengabarkan keadaan darurat ke Mission Control di Houston.

Pada saat itu, kru Apollo 13 dan tim di Bumi belum mengetahui penyebab pasti gangguan tersebut. Setelah diperiksa, pesawat mengalami kerusakan pada sistem oksigen dan listrik, sehingga misi pendaratan di Bulan dibatalkan.

Dari situ, NASA harus bekerja tanpa henti untuk membawa para astronaut pulang dengan selamat. Peristiwa itu memperkuat posisi Johnson Space Center sebagai tempat yang tidak hanya mendukung peluncuran misi, tetapi juga menangani krisis ketika keadaan berubah di tengah perjalanan.

Source: www.idntimes.com
Exit mobile version