We Ride As One 2026 di Bali menutup perjalanannya dengan cara yang sangat visual: 110 motor Ducati disusun membentuk angka “100” di Peninsula Island, Nusa Dua. Formasi itu menjadi simbol satu abad Ducati sekaligus penanda bahwa perayaan komunitas ini dibawa ke level yang lebih besar dan lebih terkurasi.
Aksi tersebut tidak berdiri sebagai parade semata, karena Ducati Indonesia merangkainya dengan pesan tertib berkendara dan citra destinasi. Di saat banyak acara komunitas hanya menonjolkan jumlah peserta, gelaran ini justru memperlihatkan bagaimana skala besar tetap bisa dijalankan dengan pengaturan yang rapi.
Tertib sejak awal sebelum roda berputar
Sebelum konvoi bergerak, keselamatan langsung ditekankan sebagai prioritas. Aftersales Director Ducati Indonesia, Dito Mulyawadi, memimpin briefing agar seluruh peserta memahami rute dan tetap memberi perhatian kepada pengguna jalan lain.
Pendekatan itu penting karena kegiatan ini melibatkan ratusan pengendara Ducati dalam satu rangkaian besar. Dengan pengaturan rute dan pengamanan yang jelas, suasana meriah tetap berjalan tanpa mengorbankan keteraturan di jalan.
Bali diposisikan sebagai panggung yang lebih luas
Di balik semarak konvoi, ada kepentingan yang lebih strategis bagi Ducati Indonesia. CEO Ducati Indonesia, Jimmy Budhijanto, menilai acara berskala global yang berlangsung tertib dapat memperkuat citra Bali sebagai destinasi internasional.
Ia melihat Bali bukan hanya sebagai lokasi penyelenggaraan, tetapi juga etalase untuk menunjukkan budaya, panorama alam, dan keramahan yang mendunia. Karena itu, We Ride As One 2026 terasa seperti pertemuan komunitas sekaligus promosi destinasi dalam satu paket acara.
Kehadiran sosok penting Ducati Corse
Daya tarik acara ini juga naik berkat kehadiran Paolo Ciabatti, General Manager Ducati Corse Off-Road. Sosok yang dikenal penting di balik kesuksesan Ducati Lenovo Team bersama Francesco Bagnaia itu ikut berbaur dengan para Ducatisti dan melepas keberangkatan peserta.
Paolo kemudian menilai konsep We Ride As One yang dihadirkan Ducati Indonesia sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Kehadirannya membuat rangkaian di Bali terasa lebih berbobot dan menegaskan perhatian Ducati terhadap ajang ini.
Deretan motor dari sembilan lini Ducati
Sebanyak 110 motor Ducati ambil bagian dalam konvoi yang mengitari kawasan Nusa Dua. Kendaraan yang turun datang dari sembilan lini, yakni Superbike, Multistrada, DesertX, Hypermotard, Streetfighter, Diavel, Monster, Sport Classic, dan Scrambler.
Keragaman lini itu memperlihatkan keluasan ekosistem Ducati dalam satu perayaan. Dari motor sport hingga model petualangan dan gaya hidup, semua bertemu dalam satu iring-iringan besar yang tetap dijaga keteraturannya.
Rute dan penutup yang menonjolkan simbol
Konvoi bergerak dari kawasan ITDC, melintasi Tol Bali Mandara, lalu kembali menuju Nusa Dua. Setelah itu, seluruh motor diarahkan ke Peninsula Island untuk membentuk angka “100” sebagai puncak visual acara.
Simbol tersebut dipakai untuk menandai satu abad Ducati di dunia otomotif dan menjadi penutup yang kuat bagi rangkaian We Ride As One 2026 di Bali. Seusai konvoi, acara berlanjut ke makan malam barbeque bersama yang memberi ruang bagi para Ducatisti untuk menikmati suasana santai setelah perjalanan panjang yang tertib dan meriah.





