Salomon tidak hanya menambah satu atau dua model baru untuk gravel running, tetapi langsung menyiapkan lima opsi dalam lini GRVL. Susunan ini membuat pelari lebih mudah memilih sepatu sesuai kebutuhan, mulai dari latihan santai sampai paket performa yang mengandalkan karbon.
Langkah itu juga menegaskan bahwa gravel running sudah diperlakukan sebagai segmen tersendiri, bukan sekadar variasi kecil dari road running. Di medan campuran seperti kerikil, dirt road, dan lintasan ringan luar kota, sepatu memang dituntut memberi grip, respons, dan perlindungan yang lebih seimbang.
Di antara kelima model tersebut, GRVL Concept berada di posisi paling agresif. Salomon menyebutnya sebagai gravel super shoe pertama mereka, dengan dual carbon EnergyBlade plate, midsole optiFOAM+ berbasis PEBA, dan bobot yang tetap ringan untuk kelas performa tinggi.
Model ini juga memakai outsole Gravel ContaGRIP agar tetap cepat di aspal tetapi masih punya cengkeraman saat masuk ke jalan kerikil. Ada knit gaiter terintegrasi untuk mencegah kerikil masuk ke dalam sepatu, sementara harganya berada di kisaran US$250 atau sekitar Rp4,4 juta.
Di sisi lain, Salomon juga menyiapkan versi yang lebih dekat ke kebutuhan harian. Aero Glide 4 GRVL menjadi pilihan paling mudah dipahami untuk pelari yang sering berganti permukaan dalam satu sesi lari.
Sepatu ini memakai platform Aero Glide 4 yang sudah dikenal nyaman untuk road running. Lalu, bagian outsole diganti dengan Gravel ContaGRIP dan pola lug yang terinspirasi ban sepeda gravel, sehingga cengkeramannya tetap terjaga di aspal, jalan kerikil, dan jalur tanah ringan.
Untuk karakter yang lebih ringan, Aero Blaze 3 GRVL diarahkan ke pelari yang mencari rasa lari stabil dan smooth. Kombinasi midsole optiFOAM² dan outsole Gravel ContaGRIP membuat transisi dari aspal ke kerikil terasa natural, sementara upper mesh yang breathable mendukung pemakaian harian di medan campuran.
Salomon juga membawa varian yang sama ke kondisi basah lewat Aero Blaze 3 GRVL Gore-Tex. Versi ini memakai membran Gore-Tex ePE yang tetap breathable dan disebut lebih ramah lingkungan dibanding generasi sebelumnya.
Fokus utamanya jelas pada perlindungan cuaca. Karena itu, model ini lebih cocok untuk pelari yang sering menghadapi hujan, jalan basah, atau kondisi lembap di jalur gravel, meski bobotnya sedikit lebih berat daripada versi non-GTX.
Di luar aspek teknis, Salomon juga memberi ruang untuk model yang lebih fashion-forward. GRVL Concept Pas Normal Studios membawa spesifikasi yang sama dengan GRVL Concept, termasuk dual carbon plate, optiFOAM+, dan Gravel ContaGRIP.
Bedanya ada pada pendekatan visual yang lebih minimalis dan premium lewat colorway earthy khas Pas Normal Studios. Model ini rilis pada Mei 2026 dengan harga sekitar US$300 atau sekitar Rp5,3 juta, dan penjualannya dibatasi sehingga posisinya lebih dekat ke collector piece daripada sepatu lari harian.
Rangkaian lima model ini menunjukkan bahwa Salomon membaca gravel running sebagai kategori yang luas. Di dalamnya ada ruang untuk pelari yang ingin sepatu nyaman untuk daily miles, pelari yang butuh perlindungan saat cuaca buruk, sampai atlet yang mengejar performa race day dengan teknologi pelat karbon.
Source: www.idntimes.com




