Daging kurban sering cepat bermasalah bukan hanya karena lama disimpan, tetapi karena cara menanganinya sejak awal kurang tepat. Begitu daging diterima, urutan penyimpanan yang benar menentukan apakah stok tetap segar atau justru cepat berubah tekstur, berlendir, dan berbau tidak sedap.
Kesalahan yang paling sering terjadi juga terlihat sederhana, sehingga banyak orang tidak merasa perlu memperhatikannya. Padahal, langkah kecil seperti mencuci daging, membiarkannya terlalu lama di suhu ruang, atau memasukkannya ke kulkas tanpa pengemasan yang rapat bisa mempercepat penurunan kualitas.
Langkah pertama yang sering keliru
Banyak orang terbiasa langsung mencuci daging sapi setelah diterima, padahal tindakan ini tidak benar-benar membuat daging lebih aman. Electrolux menyebut bakteri pada daging akan mati saat dimasak dengan benar, bukan saat daging dicuci.
Air keran justru berisiko membawa bakteri baru ke permukaan daging. Dalam kondisi tertentu, daging yang terlalu lembap juga lebih rentan mengalami freezer burn saat dibekukan.
Jangan menunda penyimpanan
Daging segar sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama di meja dapur setelah diterima. Penyimpanan yang aman dianjurkan masuk kulkas secepat mungkin, idealnya dalam waktu 1-2 jam.
Semakin lama daging berada di suhu ruang, semakin besar peluang bakteri berkembang. Situasi ini membuat kualitas daging turun bahkan sebelum sempat diolah, terutama ketika jumlah daging kurban yang datang cukup banyak.
Pisahkan sejak awal, jangan tunggu nanti
Setelah diterima, daging sebaiknya langsung dibagi sesuai kebutuhan masak. Cara ini membantu menjaga kualitas karena daging tidak perlu berkali-kali keluar masuk kulkas atau freezer.
Jika dibiarkan utuh dalam satu simpanan besar, suhu daging lebih mudah berubah saat diambil sebagian. Perubahan suhu berulang seperti ini bisa memicu pertumbuhan bakteri dan membuat stok lebih cepat turun mutunya.
Wadah tertutup dan label sering diabaikan
Daging yang sudah dipotong per porsi perlu disimpan dalam wadah tertutup. Label tanggal penyimpanan juga penting agar durasi simpan mudah dipantau dan isi kulkas atau freezer lebih tertata.
Dengan cara ini, daging tidak mudah terlupakan di bagian belakang freezer. Stok kurban pun bisa dipakai sesuai urutan penyimpanan, bukan dibiarkan terlalu lama tanpa terpantau.
Freezer tetap jadi tempat paling aman
Kulkas biasa tidak selalu cukup untuk menjaga daging kurban dalam jangka lebih lama. Tempat paling aman untuk menyimpan daging adalah freezer, karena USDA menyebut suhu -18 derajat Celcius dapat menghentikan aktivitas bakteri, jamur, dan enzim yang merusak makanan.
Meski begitu, kualitas rasa tetap bisa menurun jika daging dibekukan terlalu lama. Healthline menyebut makanan memang dapat disimpan sangat lama, tetapi mutunya tetap perlu dipantau agar tidak turun saat akan diolah.
Kemasan rapat ikut menentukan hasil akhir
Perlindungan dari udara dan kelembapan juga tidak boleh disepelekan. Kemasan yang tertutup rapat membantu daging terhindar dari dua faktor itu, yang bisa mempercepat penurunan kualitas saat berada di freezer.
Untuk perlindungan yang lebih baik, daging bisa dibungkus dengan kemasan kedap udara lalu ditambah lapisan plastik atau aluminium foil. Pembekuan saat daging masih sangat segar juga membantu menjaga rasa dan nutrisinya lebih baik.
Source: www.beautynesia.id




