Pasar RAM global sedang memberi sinyal perubahan arah ketika merek besar mulai melirik pemasok di luar nama-nama lama yang selama ini mendominasi. Corsair menjadi sorotan karena untuk pertama kalinya terpantau memakai chip memori dari CXMT, produsen asal Tiongkok, pada lini Vengeance.
Langkah ini menarik perhatian karena selama bertahun-tahun rantai pasok RAM lebih banyak bertumpu pada Hynix, Micron, dan Samsung. Masuknya CXMT ke produk Corsair menunjukkan bahwa sumber memori alternatif dari Tiongkok mulai mendapat ruang di pasar arus utama.
Temuan itu pertama kali disorot oleh pengguna @wxnod di X/Twitter, lalu ikut dilaporkan oleh media teknologi seperti Tom’s Hardware. Modul yang teridentifikasi adalah Corsair Vengeance DDR5 dengan nomor partikel CMK5X16G3E60C36A2-CN.
Akhiran CN pada nomor partikel tersebut menunjukkan bahwa unit itu dibuat khusus untuk pasar Tiongkok. Meski begitu, label UKCA dan CE pada modul yang sama memberi sinyal bahwa peluang perluasan ke Uni Eropa dan Inggris masih terbuka.
Dari sisi spesifikasi, modul RAM itu disebut mampu mencapai kecepatan 6000 MT/s. Produk tersebut juga dikabarkan mendukung AMD EXPO dan Intel XMP, dua profil memori yang umum dipakai perakit PC untuk menyetel performa sistem.
Kehadiran CXMT di lini Corsair dinilai penting bukan hanya untuk satu produk. Jika merek sebesar Corsair mulai memakai komponen dari produsen Tiongkok, itu bisa memperkuat posisi pemasok alternatif dalam pasar yang selama ini sangat terkonsentrasi.
Dampaknya juga relevan bagi industri memori Tiongkok. Bila produsen dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan RAM dan semikonduktor negaranya sendiri, ketergantungan terhadap pemain besar dari Korea Selatan dan Amerika Serikat dapat berkurang.
Efek lanjutannya bisa merembet ke pasar yang lebih luas. Tekanan permintaan global berpotensi menurun, dan harga RAM di pasar dunia dapat bergerak ke arah yang lebih stabil.
Konteks ini semakin penting karena pasar komponen sedang menghadapi lonjakan harga RAM yang dianggap tidak wajar. Di saat yang sama, Crucial, merek konsumen milik Micron, juga telah keluar dari bisnis konsumen akibat tingginya permintaan untuk AI.
Situasi tersebut paling terasa bagi pengguna PC rakitan dan bisnis kecil yang bergantung pada komponen konsumen. Jika RAM CXMT benar-benar masuk ke pasar Amerika Serikat, atau setidaknya membantu mengurangi permintaan dari Tiongkok di pasar yang lebih luas, harga bisa menjadi lebih mudah dijangkau lebih cepat.
Ada pula pandangan bahwa kekurangan pasokan RAM bisa mereda sebelum akhir 2026. Prediksi itu datang dari Khe-hyun Kyung, mantan eksekutif Samsung Device Solutions yang kini menjadi penasihat Samsung.
Dalam konteks itu, keputusan Corsair memakai chip CXMT menjadi penanda yang sulit diabaikan. Pasar RAM terlihat bergerak ke fase yang lebih kompetitif, dengan lebih banyak pilihan pemasok dan potensi tekanan harga yang berbeda dari sebelumnya.
Source: www.notebookcheck.net



