Banyak pemilik motor baru sempat salah paham saat melihat ada coretan biru di kepala baut. Padahal, tanda kecil itu justru bagian dari proses pemeriksaan di pabrik, bukan bekas kerusakan atau coretan asal-asalan.
Pada motor baru, garis warna biru tersebut menjadi penanda bahwa baut sudah melewati pengecekan kekencangan sesuai standar. Di tahap perakitan, penanda ini membantu memastikan setiap baut mendapat perlakuan yang tepat sebelum motor keluar dari lini produksi.
Penanda untuk kontrol perakitan
Setiap baut pada motor tidak menggunakan ukuran torsi yang sama. Karena itu, petugas produksi memerlukan tanda agar bisa membedakan baut yang sudah dikencangkan sesuai kebutuhan komponen masing-masing.
Penanda warna juga membuat proses perakitan lebih konsisten. Dengan melihat tanda itu, petugas bisa langsung mengetahui bagian mana yang sudah selesai diperiksa dan mana yang masih perlu dicek.
Mencegah baut terlewat
Fungsi coretan biru tidak hanya sebatas memberi tanda. Endro Sutarno dari Service Division PT Astra Honda Motor (AHM) menjelaskan, penanda itu juga membantu petugas mendeteksi baut yang belum dikencangkan agar tidak terlewat saat proses perakitan.
Untuk membuat tanda tersebut, petugas menggunakan alat yang disebut pen marker. Cara ini mempercepat pemeriksaan karena status baut yang sudah dicek dan yang belum dicek dapat terlihat dengan mudah.
Bukan cacat kosmetik
Tanda biru pada kepala baut motor baru juga bukan penanda cacat kosmetik. Coretan itu tidak bersifat permanen dan akan hilang dengan sendirinya seiring penggunaan motor.
Karena itu, konsumen tidak perlu menganggapnya sebagai masalah pada tampilan motor. Tanda tersebut justru menunjukkan bahwa ada tahap kontrol kualitas yang dijalankan sebelum motor diterima pembeli.
Endro menegaskan bahwa coretan itu hanyalah bukti petugas sudah melakukan pengecekan. Dengan begitu, garis biru di baut motor baru lebih tepat dipahami sebagai sinyal bahwa kekencangan baut sudah diperiksa sesuai standar.