Copilot+ Tipis Dari CHUWI Ini Bawa Layar 2.8K dan Baterai 15 Jam, Harganya Lebih Ramah

Pasar laptop AI kembali kedatangan penantang baru lewat CHUWI CoreBook Air yang membawa pendekatan berbeda: tipis, ringan, dan tetap dibekali fitur Copilot+ PC. Perangkat ini diposisikan untuk pengguna yang ingin laptop modern dengan kemampuan AI lokal, tetapi tanpa harus masuk ke kelas harga premium yang terlalu tinggi.

CHUWI menempatkan CoreBook Air sebagai opsi untuk pelajar, profesional, kreator, dan pekerja jarak jauh. Perpaduan mobilitas, performa AI, serta bodi yang lebih ringkas menjadi daya tarik utamanya.

Fokus pada pemrosesan AI lokal

CoreBook Air hadir sebagai Copilot+ PC dengan Windows 11 Pro dan tombol AI khusus untuk akses cepat ke Microsoft Copilot. Fitur Copilot+ yang didukung mencakup Click to Do, Cocreator, dan Live Captions.

CHUWI menekankan bahwa pemrosesan AI di perangkat bisa mengurangi ketergantungan pada cloud. Pendekatan ini juga ditujukan untuk menjaga privasi sekaligus mempercepat respons saat menjalankan tugas berbasis AI.

Dari sisi kecerdasan buatan, laptop ini membawa total performa hingga 97 TOPS dari kombinasi CPU, GPU, dan NPU. NPU Intel AI Boost di dalamnya mampu mencapai hingga 40 TOPS untuk beban kerja AI lokal.

Tenaga Lunar Lake di balik bodi tipis

Performa CoreBook Air bertumpu pada Intel Core Ultra 5 226V dengan arsitektur Intel Lunar Lake Series 2. Chip ini memiliki 8 core, 8 thread, dan kecepatan boost hingga 4,5GHz.

CHUWI menyebut kombinasi tersebut memberi keseimbangan antara performa komputasi, efisiensi daya, kompatibilitas perangkat lunak, dan keamanan yang lebih baik. Fondasi ini juga mendukung pengalaman Copilot+ serta efisiensi baterai yang lebih panjang.

Untuk grafis, laptop ini memakai Intel Arc 130V terintegrasi. CHUWI mengklaim GPU tersebut mampu memberikan performa grafis hingga dua kali lebih tinggi dibanding Intel Iris Xe generasi lama, sekaligus mendukung hardware-accelerated ray tracing.

Layar 14 inci beresolusi tinggi

Salah satu daya tarik utama CoreBook Air ada pada panel 14 inci IPS dengan resolusi 2880 x 1800 piksel. Layar ini memakai rasio 16:10, refresh rate 90Hz, dan cakupan warna 100% sRGB.

Kombinasi tersebut membuat tampilan teks lebih tajam, detail visual lebih kaya, dan gerakan layar terasa lebih mulus. CHUWI juga menilai panel ini nyaman untuk kerja panjang dan lebih enak dipakai menikmati video.

Dari sisi desain, laptop ini menggunakan sasis aluminium premium hasil pengerjaan CNC. Bobotnya sekitar 1,2 kg dengan dimensi 312,9 x 222,5 x 16,8 mm.

Memori, penyimpanan, dan konektivitas

Untuk multitasking, CHUWI membekali CoreBook Air dengan RAM 16GB LPDDR5X 8533 MT/s berdesain memory-on-package. Penyimpanannya menggunakan SSD PCIe 512GB, dan pengguna masih mendapat dukungan upgrade lewat PCIe 4.0 x4.

Sumber daya datang dari baterai 55Wh. CHUWI mengklaim laptop ini mampu bertahan hingga 15 jam untuk pemutaran video lokal, sementara pengisian daya memakai adaptor 65W USB-C Power Delivery.

Dalam sekitar satu jam, baterai disebut bisa terisi hingga sekitar 63%. Untuk konektivitas, perangkat ini sudah mendukung Wi-Fi 6E dan Bluetooth 5.3.

Pilihan port yang tersedia juga cukup lengkap untuk laptop tipis. Terdapat dua Thunderbolt 4 dengan bandwidth hingga 40Gbps, dukungan Power Delivery, output layar eksternal, dan kompatibilitas eGPU, ditambah tiga port USB-A, HDMI 2.0 yang mendukung hingga 4K 60Hz, serta jack audio 3,5 mm.

Fitur tambahan dan harga awal

Di sektor multimedia, CoreBook Air membawa kamera 2MP. Ada juga physical privacy shutter untuk menambah perlindungan privasi saat kamera tidak dipakai.

CHUWI membuka pre-order CoreBook Air dengan harga resmi $799. Pembeli awal bisa memperoleh potongan Super Early-Bird $50, sehingga harga peluncurannya menjadi $749 selama stok promo masih tersedia.

Dengan paket tersebut, CoreBook Air mencoba menempatkan diri sebagai laptop AI tipis yang menawarkan layar beresolusi tinggi, konektivitas modern, baterai tahan lama, dan fitur Copilot+ dalam satu perangkat. Posisi ini membuatnya tampil sebagai alternatif menarik di kelas laptop premium yang semakin padat.

Source: www.gizmochina.com

Baca Juga

Back to top button