Yang paling mencolok dari Como 1907 bukan hanya lonjakan posisinya di Serie A, tetapi juga wajah skuad yang sangat berbeda dari kebanyakan tim Italia. Klub ini tampil sebagai kuda hitam baru, namun komposisi pemainnya justru memperlihatkan betapa kecilnya porsi pemain lokal di dalam tim.
Di tengah persaingan yang ketat, Como kini bertengger di posisi kelima klasemen dan mulai masuk perbincangan soal peluang menuju kompetisi Eropa musim depan. Tim asuhan Cesc Fabregas itu membangun identitas lewat kombinasi pemain muda, kualitas teknis, dan rekrutmen yang banyak menyasar pemain dari luar Italia.
Skuad yang didominasi pemain asing
Nama Nico Paz dan Martin Baturina menjadi bagian penting dari proyek Como yang berbasis pengembangan jangka panjang. Keduanya melengkapi arah rekrutmen klub yang tidak hanya mengejar hasil instan, tetapi juga menyiapkan fondasi tim untuk tetap kompetitif.
Salah satu ciri paling menonjol dari skuad Como adalah banyaknya pemain asal Spanyol. Dalam daftar pemain, tercatat enam nama dari Spanyol, yaitu Alvaro Morata, Sergi Roberto, Jacobo Ramon, Alex Valle, Jesus Rodriguez, dan Alberto Moreno.
Komposisi itu membuat Como tampil berbeda dari banyak klub lain di Serie A. Mereka tetap mampu menjaga kedalaman skuad dan kualitas permainan, meski tidak mengikuti pola umum klub Italia yang biasanya lebih banyak mengandalkan pemain domestik.
Hanya dua pemain Italia di tim utama
Fakta yang paling banyak menyita perhatian justru ada pada jumlah pemain Italia di skuad utama. Como hanya memiliki dua pemain Italia, yakni Edoardo Goldaniga dan Mauro Vigorito, yang masing-masing mengisi posisi bek dan kiper.
Angka itu menempatkan Como sebagai salah satu klub papan atas Italia dengan jumlah pemain lokal paling sedikit. Jika dibandingkan dengan klub lain, Inter Milan, Napoli, dan AS Roma masing-masing punya delapan pemain lokal, Juventus tujuh, sedangkan AC Milan lima.
Perbandingan tersebut menunjukkan betapa uniknya profil Como di tengah tradisi Serie A yang selama ini sangat dekat dengan identitas pemain domestik. Meski begitu, klub tetap bisa menjaga performa stabil dan bertahan di persaingan papan atas.
Pandangan klub soal pasar pemain lokal
Presiden Como, Mirwan Suwarso, menilai persoalan minimnya pemain Italia tidak hanya terjadi di klubnya. Ia menyebut situasi serupa juga dialami sejumlah tim besar Serie A, termasuk AC Milan.
“Saya rasa ini bukan hanya masalah Como. AC Milan hanya punya Gabbia dan Bartesaghi,” kata Suwarso, dilansir dari Sassuolo News. Ia menilai harga pemain lokal yang tinggi ikut memengaruhi kebijakan transfer klub.
Menurut Suwarso, mendatangkan pemain dari luar negeri sering memberi ruang gerak yang lebih fleksibel dalam urusan pembayaran. Ia juga mencontohkan perekrutan Andrea Belotti dengan status bebas transfer sebagai salah satu opsi yang bisa dimanfaatkan klub ketika ada kesempatan.
Ia menambahkan bahwa pemain Italia berkualitas memang tersedia, tetapi nilainya kerap sulit dijangkau. Nama-nama seperti Orsolini, Parisi, Bastoni, dan Barella disebut sebagai contoh pemain yang bisa memperkuat tim, namun biaya transfer mereka dinilai tidak ringan.
Arah jangka panjang Como
Dengan kondisi itu, Como memilih tetap menaruh perhatian pada pengembangan pemain muda sambil menjaga daya saing tim utama. Klub juga menempatkan penambahan pemain Italia sebagai tujuan bertahap, bukan target yang harus dipenuhi secara tergesa-gesa.
Strategi tersebut membuat Como menarik untuk diamati bukan hanya karena posisinya di klasemen, tetapi juga karena cara mereka membangun tim. Selama performanya tetap stabil, Como akan terus menjadi salah satu kejutan paling menarik di Serie A.