Pemerintah Provinsi Jawa Barat menempatkan Cimanggung, Sumedang, sebagai lokasi pembuktian untuk percepatan pengentasan kemiskinan yang berbasis wilayah. Di kawasan ini, intervensi tidak hanya diarahkan pada bantuan langsung, tetapi juga pada layanan sosial dan dorongan ekonomi yang lebih terarah ke warga yang paling membutuhkan.
Pilihan itu tidak datang tanpa alasan. Cimanggung tercatat memiliki jumlah warga pada kategori desil rendah paling banyak di Kabupaten Sumedang, dengan empat desa masuk dalam kelompok tersebut.
Melalui program Kampung Sosial, pemerintah ingin menyusun penanganan yang lebih dekat dengan persoalan di tingkat kampung. Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Noneng Komara Nengsih menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memperluas layanan sosial bagi pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial atau PPKS di tingkat desa.
Pola kerja yang digunakan juga dibuat terpadu. Dalam satu paket layanan, program ini menggabungkan pendampingan sosial, bantuan dasar, dan akses peningkatan ekonomi agar penanganan masalah sosial tidak berhenti pada bantuan sesaat.
Pendekatan tersebut menunjukkan perubahan cara kerja dalam menangani kemiskinan. Pemerintah provinsi memilih model berbasis wilayah supaya intervensi lebih terukur dan sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Kondisi kemiskinan di Sumedang masih menjadi pekerjaan besar meski ada perbaikan. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan angka kemiskinan berada di level 8,81 persen atau sekitar 105,82 ribu jiwa, turun dari 9,10 persen pada tahun sebelumnya.
Penurunan itu belum cukup untuk membuat persoalan selesai. Karena itu, Kampung Sosial diposisikan sebagai model yang lebih dekat dengan akar masalah dan diharapkan bisa mempercepat penurunan kemiskinan secara nyata.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menekankan bahwa hasil program harus terlihat pada angka kemiskinan yang turun. Ia meminta indikator yang jelas dan terukur pada akhir tahun agar capaian tidak hanya berhenti di atas kertas.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan pintu masuk ekonomi lewat bursa kerja. Sekitar 200 lowongan pekerjaan disiapkan di sektor menjahit dan kelistrikan untuk membuka peluang kerja bagi warga Cimanggung.
Langkah itu diharapkan memberi dampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat setempat. Dengan begitu, intervensi sosial tidak berjalan sendiri, tetapi ikut didorong oleh kesempatan kerja yang nyata.
Program ini melibatkan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah desa, dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor tersebut diarahkan untuk membangun lingkungan yang lebih inklusif sekaligus memperkuat daya masyarakat di tingkat lokal.
Dony menambahkan bahwa Kampung Sosial harus tumbuh sebagai gerakan bersama yang lahir dari kesadaran dan kepedulian sosial warga. Dengan pendekatan itu, Cimanggung bukan hanya menjadi lokasi program, tetapi juga ruang uji bagi keberhasilan intervensi terpadu dalam menekan kemiskinan di Sumedang.
Source: jabar.antaranews.com