Persaingan di kelas laptop murah tampaknya segera berubah arah. Qualcomm lewat Snapdragon C sedang menyiapkan penawaran yang tidak hanya menekan harga, tetapi juga berusaha membawa pengalaman pakai yang lebih mendekati laptop yang selama ini dianggap paling menarik di kelasnya.
Dorongan itu muncul di saat MacBook Neo justru sedang menunjukkan bahwa laptop berharga lebih rendah tetap bisa terasa premium. Permintaannya dilaporkan sangat tinggi sampai Apple kehabisan stok, dan disebut harus memproduksi Neo dengan biaya lebih mahal.
Laptop murah tidak lagi cukup asal terjangkau
Kondisi ini membuat banyak laptop Windows murah terlihat semakin tertinggal. Selama ini, segmen harga serupa sering menghadapi kompromi pada kualitas rakitan, performa, daya tahan baterai, dan pengalaman penggunaan secara keseluruhan.
Snapdragon C hadir untuk mengejar celah itu dari sisi yang lebih luas. Qualcomm tampaknya tidak ingin chip ini hanya menjadi alat untuk memangkas harga, melainkan juga untuk mengangkat standar laptop murah Windows agar lebih dekat dengan level yang sudah ditunjukkan MacBook Neo.
Empat hal yang harus dibuktikan
Agar benar-benar dianggap sebagai penantang serius, laptop berbasis Snapdragon C harus kuat di empat area utama. Keempatnya adalah performa yang layak, kompatibilitas aplikasi yang baik, daya tahan baterai yang kuat, dan kualitas bodi yang meyakinkan.
Dari empat syarat itu, dua sudah mulai terlihat menjanjikan. Kompatibilitas aplikasi disebut meningkat signifikan berkat pembaruan PRISM terbaru dari Microsoft, sementara Qualcomm telah mengonfirmasi target daya tahan baterai seharian untuk seri Snapdragon C.
Dengan begitu, sorotan kini tertuju pada dua faktor yang paling menentukan. Performa dan kualitas fisik perangkat akan menjadi pembeda antara laptop murah yang sekadar terjangkau dan laptop murah yang benar-benar terasa premium.
Performa masih jadi pertanyaan terbesar
Di sisi teknis, Qualcomm sebenarnya sudah memiliki core Oryon generasi kedua yang kuat di lini X2. Namun, karena Snapdragon C ditujukan untuk segmen anggaran, core itu dinilai kecil kemungkinan dipakai di seri ini.
Qualcomm juga belum membuka rincian konfigurasi inti Snapdragon C. Sikap tertutup itu memunculkan spekulasi bahwa chip ini tidak akan memakai core Oryon kustom seperti lini yang lebih tinggi.
Jika spekulasi tersebut tepat, Snapdragon C kemungkinan akan mengandalkan desain core ARM referensi. Konsekuensinya, performanya tidak akan setara Snapdragon X atau X2, tetapi tetap diharapkan cukup untuk penggunaan harian di kelas harganya.
Ekspektasi yang paling realistis adalah performa yang memadai untuk kebutuhan umum. Ada penilaian bahwa kemampuannya bisa berada di kisaran yang sebanding dengan Apple A18 Pro yang digunakan di MacBook Neo.
Harga murah tetap punya batas
Masalah lain muncul dari sisi memori dan material bodi. Demi menjaga biaya tetap rendah, Qualcomm kemungkinan akan memasangkan 8 GB RAM pada perangkat berbasis Snapdragon C.
Pilihan itu memang masuk akal untuk menahan harga jual, tetapi tidak otomatis memberi kesan premium. Pada laptop murah, keputusan soal pendinginan, layar, keyboard, dan bahan bodi tetap sangat menentukan pengalaman akhir.
Laptop Snapdragon C diperkirakan mulai dari 300 dollar AS. Di level ini, sebagian besar model kemungkinan masih memakai sasis plastik.
Peluang untuk mendekati MacBook Neo disebut bisa lebih besar pada varian yang lebih mahal. Model di kisaran 500 dollar AS berpotensi menggunakan bodi metal, dan itu dapat menaikkan persepsi kualitas secara signifikan.
Celah besar yang ingin diisi Qualcomm
Langkah Qualcomm menjadi penting karena MacBook Neo telah membuktikan satu hal: harga rendah tidak harus berarti pengalaman yang biasa saja. Justru di situlah tantangan terbesar bagi laptop Windows murah yang selama ini belum mampu mengejar standar serupa.
Jika Snapdragon C mampu menjaga performa tetap memadai, kompatibilitas aplikasi terus membaik, dan baterai benar-benar tahan seharian, fondasi utamanya sudah terbentuk. Tambahan bodi yang lebih baik pada model tertentu juga bisa membuat laptop berbasis chip ini semakin dekat dengan formula yang membuat MacBook Neo laris.
Persaingan di kelas ini belum akan berhenti pada Qualcomm. Intel juga disebut tengah menyiapkan CPU pesaing untuk segmen serupa lewat platform Wildcat Lake, sehingga pasar laptop murah dengan pengalaman lebih premium baru saja memasuki babak baru.
Source: tech.sportskeeda.com