Pengecekan status bantuan sosial kini semakin mudah karena warga dapat melakukannya langsung dari ponsel dengan memakai NIK KTP. Lewat cara ini, nama penerima bisa dicek untuk program PKH atau BPNT pada periode April hingga Juni tanpa harus datang lebih dulu ke kantor layanan.
Langkah ini juga membantu masyarakat mengetahui apakah data mereka sudah tercatat dalam sistem Kemensos. Jika data sesuai, status bantuan akan muncul otomatis melalui kanal resmi yang disediakan.
Cara cek lewat laman resmi Kemensos
Salah satu jalur yang bisa digunakan adalah situs cekbansos.kemensos.go.id. Setelah halaman terbuka, pengguna diminta memilih wilayah domisili secara berurutan, mulai dari provinsi, kabupaten atau kota, kecamatan, lalu desa atau kelurahan.
Setelah itu, nama lengkap sesuai KTP perlu diisi bersama kode verifikasi yang tampil di layar. Jika data cocok dan terdaftar sebagai penerima, sistem akan menampilkan status bantuan yang sesuai.
Pengecekan juga tersedia lewat aplikasi
Selain lewat browser, warga bisa memakai aplikasi resmi Cek Bansos di HP. Aplikasi ini meminta pengguna login menggunakan NIK dan data pribadi yang sudah tervalidasi dengan KTP.
Fitur di dalam aplikasi tidak hanya menampilkan status kepesertaan bantuan. Tersedia juga menu usul dan sanggah yang bisa digunakan untuk mengajukan perbaikan data atau melaporkan ketidaksesuaian penerima bantuan di lapangan.
Tanda yang muncul bila nama terdaftar
Di dalam sistem, penerima yang lolos verifikasi akan melihat keterangan “YA” pada kolom program PKH atau BPNT untuk periode April hingga Juni. Penyaluran bantuan disebut berlangsung bertahap mulai 10 April.
Bantuan disalurkan melalui jaringan Bank Himbara, yakni BRI, BNI, Mandiri, dan BTN. Pada wilayah tertentu, pencairan juga dapat dilakukan melalui PT Pos Indonesia sesuai ketentuan setempat.
Siapa yang menjadi prioritas
Penentuan penerima mengacu pada sistem desil untuk melihat tingkat kesejahteraan rumah tangga. Prioritas tertinggi diberikan kepada warga yang masuk Desil 1 hingga 4.
Kemensos juga mempertimbangkan sejumlah variabel lain seperti kondisi rumah, tingkat pendidikan, pekerjaan, aset yang dimiliki, dan beban konsumsi listrik rumah tangga. Data tersebut diperbarui secara berkala agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.
Besaran bantuan yang tercatat
Untuk periode April hingga Juni, BPNT atau sembako per triwulan tercatat sebesar Rp600.000. Sementara itu, nominal PKH berbeda sesuai kategori penerima dan kebutuhan masing-masing keluarga.
Ibu hamil atau nifas mendapat Rp750.000, anak usia dini 0–6 tahun Rp750.000, lansia di atas 60 tahun Rp600.000, dan penyandang disabilitas berat Rp600.000. Adapun pelajar SMA mendapat Rp500.000, pelajar SMP Rp375.000, pelajar SD Rp225.000, sedangkan korban pelanggaran HAM berat menerima Rp2.700.000.
Jika data tidak sesuai
Apabila warga menemukan data yang tidak cocok di sistem, laporan perlu segera disampaikan ke kantor desa, kelurahan, atau Dinas Sosial setempat. Pembaruan data mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN yang menjadi dasar verifikasi rutin.
Lewat akses cek bansos di HP, masyarakat dapat memantau status bantuan dengan lebih praktis dan cepat. Kanal resmi Kemensos tetap menjadi acuan utama agar informasi penerima yang tampil sesuai dengan data terbaru di lapangan.





